Im Not Main Character

Im Not Main Character
Protagonis, Seong Yohan


__ADS_3

Itu terjadi bertahun-tahun yang lalu ketika pasangan Dewa Anjing Iblis melarikan diri dari kejaran kaumnya.


Saat itu cuaca mendukung pelarian mereka. Waktu di mana langit murka mengirimkan guntur yang sangat nyaring, alam mengamuk meniupkan angin yang ingin menghempaskan apapun, dan awan menghitam seakan ingin mencurahkan kesedihannya.


Hujan badai tiba. Itu adalah cuaca yang sangat mendukung pelarian mereka karena para anjing tidak akan bisa mengendusnya.


Bersembunyi di dalam gua kecil yang ditutupi bebatuan, sepasang ibu dan anak berteduh dari gemuruhnya dunia.


“Ibu, aku takut.”


Mad Dog — Yohan kecil yang usianya lima tahun menangis saat ia berada di pelukan Mirae. Sejak dulu dia benci suara keras karena itu adalah perwujudan dari kekacauan.


Yohan kecil benci kekerasan, karena hal itu selalu merusak hal yang menurutnya indah. Sesuatu yang menurutnya pantas untuk terus ada.


“Tenang saja, Yohan. Kamu akan baik-baik saja, percaya pada ibu.‘


Mirae tersenyum dengan lembut. Senyuman itu membuat Yohan kecil sedikit lega, tetapi ia tak luput dari kekhawatirannya setelah melihat laba-laba kecil di dalam dada ibunya.


Itu adalah hewan kecil yang membuat ibunya menderita dan muntah darah sebelumnya. Laba-laba yang bahkan tak bisa disingkirkan oleh ibunya.


“Di mana ayah? Apa ayah akan kembali, bu?”


“Ayahmu pasti akan kembali. Sampai waktunya tiba kita akan terus bersembunyi di dalam gua ini putraku.”


Yohan kecil hanya bisa mempercayai ibunya. Dia juga yakin bahwa ayahnya pasti akan kembali. Mau bagaimanapun di matanya, tiada yang lebih kuat selain sosok ayahnya.


‘Ya, mau bagaimanapun ayah yang terkuat. Dia akan baik-baik saja!’


Apa yang bisa dilakukan Yohan adalah menanamkan stigma kuat di kepalanya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Dia tak tahu menahu apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba saja kaumnya menyerang mereka, menciptakan situasi ini di mana mereka harus melarikan diri.


Segera langkah kaki terdengar. Mirae menjadi waspada dan seakan bersiap menyerang sekaligus melindungi putranya. Namun si Yohan kecil mengetahui suara langkah kaki ini, juga aroma samar darinya.


“Tunggu, Yohan-!”


Yohan melompat keluar dari pelukan ibunya dan menghampiri sosok yang datang kepadanya.


“Ayah!”


Yohan melompat ke pelukan ayahnya. Pria berkulit kecoklatan dengan rambut merah dan wajah lembut. Tubuhnya lebar dan terdapat bekas luka besar di dadanya.


“Kamu sudah merindukan ayah, nak?” tanyanya dengan lembut mengusap kepala Yohan. Segera perhatiannya tertuju kepada Mirae.


“Seong Ilhwan ... sayangku, apa semuanya baik-baik saja?”


Mirae khawatir terkait situasi mereka saat ini. Nyawanya sendiri tidak begitu penting untuknya, tetapi lain halnya untuk putra kecilnya.


Tidak hanya Mirae, tetapi Ilhwan juga memiliki perasaan yang sama.


Ilhwan tersenyum lembut, “Ya, kamu jangan khawatir. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Aku berhasil mendapatkannya.”


Ilhwan segera memberikan gulungan yang berisi sihir teleportasi. Alasan dia pergi sebelumnya adalah untuk mencuri gulungan itu dari desa dan melarikan diri.


“... hanya satu?” Mirae terkejut lantaran hanya ada satu gulungan.


“Tenang saja. Itu cukup untuk kita bertiga pergi bersama.”


Ilhwan menenangkan Mirae. Tentu saja dia paham betul bahwa situasi ini akan membuat istrinya sulit berpikir rasional.


Rasa panik dan ketergesaannya bisa dimengerti. Bahkan Ilhwan tidak terkecuali, dia mengkhawatirkan nasib putranya.


“Kita tidak punya waktu, mari segera pergi.”

__ADS_1


Ilhwan melepaskan Yohan di pelukannya dan mengambil gulungan sihir.


“Ke mana kita akan pergi, ayah?” tanya Yohan kecil.


Ilhwan diam-diam mengambil gulungan sihir dan membukanya sebelum tersenyum.


“Ke tempat di mana kita bahagia, nak.”


Tak ada satupun tempat di dunia ini yang bisa menjanjikan kebahagiaan mereka. Tidak dari kejaran Dewa Anjing Iblis maupun ras lainnya.


Mau bagaimanapun tidak ada yang mau berurusan dengan mereka. Terutama orang-orang yang sedang dikejar oleh kawanan Anjing Iblis.


“Aku mencium jejaknya!”


Suara keras datang dari kejauhan. Ilhwan terkejut dan menjadi tergesa-gesa.


“Mereka sudah menemukan kita, mari segera bergegas sebelum Doberman tiba di sini!”


Mirae segera menarik Yohan ke dalam pelukannya sementara Ilhwan mengaktifkan gulungan.


“Mari kita pergi, sayang— tunggu apa yang kamu lakukan?!!”


Sihir teleportasi mulai aktif namun aneh bahwa hanya dia dan putranya yang mengeluarkan cahaya kebiruan, tanda bahwa tubuh mereka akan dipindahkan ke tempat lain.


Sementara Ilhwan sama sekali tak menunjukkan indikasi akan pergi bersama, bahkan dia hanya tersenyum dengan raut wajah sedih.


“Mereka akan mengejar dengan mudah. Oleh karena itu aku akan membeli waktu.”


Ilhwan berbalik dan perlahan tubuhnya membengkak juga berubah. Transformasi tubuhnya dimulai.


“Seong Yohan, putraku.”


Mendengar dirinya dipanggil, Yohan anehnya tak mampu berkata-kata selain berair mata. Mungkin, air matanya berbicara menggantikan bibir yang tak mau bergerak.


“Di dunia ini kekuatan adalah keadilan. Kamu itu spesial, karena itu tumbuhlah kuat sampai tak ada yang mampu mengalahkanmu.”


“Carilah kekuatan yang akan menepuk punggungmu dan melangkah maju.”


Cahaya kebiruan menyelimuti Yohan dan Mirae. Hal terakhir yang disaksikannya adalah punggung lebar ayahnya yang seperti benteng kokoh. Sebuah benteng yang melindungi kehidupannya dan masa depannya.


Lantas, hal terakhir yang dilihat dari wajah ayahnya adalah air mata dan senyuman kecil yang segera memudar ketika kawanan anjing mengepung ayahnya.


Dan sesaat ayahnya berteriak menandakan dimulainya pertarungan, Yohan tak lagi melihat apapun. Pemandangan di depannya sudah berganti.


...*********...


Mad Dog mencapai transformasi bentuk anjingnya. Arcturus tahu betul bahwa bajingan itu kini bersungguh-sungguh untuk bersaing.


Bajingan itu hanya akan menggunakan transformasi binatangnya hanya kepada lawan yang dia akui kekuatannya.


Arcturus senang bahwa dirinya mendapatkan pengakuan Mad Dog. Namun pada akhirnya tujuan utama belum tercapai.


“Carilah kekuatan yang akan mendorongku untuk terus maju ... Ayah tak pernah salah. Aku akan terus menjadi kuat dan bersama kekuatan ini, aku akan terus melangkah maju.”


Mad Dog mulai mengambil langkah kecil selagi mengeluarkan cakar dan taringnya yang hitam legam.


“Kamu yang tidak tahu apapun tentangku maupun ayah ... bisa-bisanya berbicara bahwa perkataan ayah adalah kesalahan!”


Mad Dog melesat ke depan dengan sangat cepat. Arcturus tak bisa melihatnya sama sekali, dia yakin takkan bisa menghindarinya.


CRUCH!


Cakar Mad Dog memotong separuh pinggang Arcturus dengan luka yang sangat buruk. Berkat itu darah banyak keluar dari tubuhnya, Arcturus sampai jatuh terkapar dan memuntahkan darah.

__ADS_1


Itu luka yang sangat fatal dan sangat mungkin untuk dirinya mati. Namun perlahan lukanya mulai menutup dan pulih, seakan-akan tak pernah terkena serangan.


Selagi dalam proses pemulihan itu Arcturus menyusup ke dalam bayangannya.


“Cough! Cough! Cough!”


Arcturus batuk darah dan sangat menderita. Dia tak pernah mengharapkan merasakan sakit seperti ini.


“Sial ... terlambat sedikit saja aku pasti mati!”


Beruntung bahwa dia mengaktifkan Ashura di waktu yang tepat. Bahkan jika tubuhnya terbelah dua, selama kekuatan itu aktif maka Arcturus takkan mati.


Namun itu pertaruhan yang sangat berisiko. Meski Ashura mampu menyembuhkan, tetapi rasa sakitnya takkan hilang begitu saja.


• Kamu benar-benar ceroboh. Kekuatanku bahkan tak bisa mengembalikan apapun secara instan. Cepat atau lambat kamu pasti mati karena kekurangan darah.


Peringatan kaisar datang kepadanya.


Persis seperti perkataannya. Ashura tidak maha kuasa, Arcturus tetap bisa mati jika kehilangan banyak darah. Toh, dia hanya bisa menggunakan Ashura selama lima detik.


Waktu yang singkat itu tak cukup untuk kemampuan pemulihannya mengembalikan semua darahnya.


• Kamu mungkin hanya bisa menggunakan Ashura satu kali atau tubuhmu akan rusak.


Pembunuh berkata dengan nada yang terkesan khawatir.


“Mungkin ... kamu benar. Tubuhku sudah diambang batas-!”


Arcturus meminum beberapa potion yang sudah dia siapkan. Dia mengintip keluar dan menemukan Mad Dog mengumpulkan kekuatan di tangannya selagi menunggu Arcturus untuk keluar.


Bajingan itu tahu betul bahwa ada batas waktu menggunakan bayangan ini. Itu menjengkelkan karena Mad Dog cepat belajar, tetapi beruntung bahwa dia tak mencari orang lain.


“Sial, apa yang harus aku lakukan—”


Tepat ketika dirinya kehabisan akal, Arcturus bisa mendengar transmisi telepati di kepalanya.


Segera senyuman tumbuh di bibirnya, “Kalian sungguh terlambat.”


Begitu Arcturus mengatakan demikian, dia melihat kembali ke arah Mad Dog dan berbicara.


“Kamu salah paham akan sesuatu, Yohan! Aku tak bilang ayahmu salah. Faktanya memang benar hanya orang kuat yang bisa hidup damai.”


Arcturus tak pernah berpikir perkataan itu salah sama sekali. Namun dalam kasus ini, Mad Dog salah dalam menerjemahkan pesan sebenarnya.


“Yang salah adalah kamu yang tak bisa memahami makna sebenarnya!”


Mad Dog memang sangat kuat, tetapi tiada gunanya jika hanya dia seorang yang kuat. Di dunia ini, ada banyak sekali bentuk kekuatan.


Bahkan berbohong juga termasuk sebuah kekuatan. Arcturus berniat mengajarkan tentang ini kepada Seong Yohan.


Bajingan itu perlu belajar bahwa ada bentuk lain dari kekuatan, bukan hanya tentang otot saja.


“Karena itulah aku berjanji padamu ... bahwa aku akan mengalahkanmu—”


Arcturus menarik napas dalam-dalam dan sekuat tenaga melompat keluar.


“—dengan kekuatan yang bernama jumlah!”


Tepat saat Arcturus melompat keluar menuju udara, Mad Dog menendang tanah dan melompat. Namun sebelum dia mencapai Arcturus, sebuah kaki raksasa menendang Mad Dog cukup jauh.


Itu adalah kaki yang ukurannya dua kali lebih besar dari Mad Dog sendiri.


Meski terlihat mengerikan, siapa yang akan menduga jika kaki raksasa itu milik seorang kakek tua cebol?

__ADS_1


“Maaf aku terlambat, Tuan Muda Arcturus!”


Arcturus tersenyum, “Aku pasti mengeluhkan ini ke guild dan meminta mereka memotong pensiunanmu, Makarov!”


__ADS_2