
Arcturus dan rekannya berhasil melarikan diri dari Mad Dog. Lebih tepatnya, mereka menjauh dari bajingan yang gila itu.
“Kita mulai tahap tiganya. Ingatlah bahwa bertarung langsung dengannya adalah kebodohan.”
Tak ada satupun dari mereka yang akan menang melawan Mad Dog di pertarungan jarak dekat. Oleh karena itu strategi Arcturus saat ini sangat sederhana.
“Namun berapa lama kita bisa bertahan dengan strategi ini?” Leona bertanya khawatir. “Pada akhirnya kita hanya mengandalkan teleportasi Edward.”
“Meski menyesalkan namun di sini kemungkinan hanya Edward yang memiliki serangan jauh yang kuat, Tuan Muda.” Bahkan Mary tampak meragukan efektivitas strategi ini.
Strategi yang diadopsi Arcturus sangatlah sederhana. Tabrak lalu lari. Ini adalah jenis yang paling menyebalkan namun sangat ampuh.
Mereka akan menyerang Mad Dog dari jarak jauh dan pergi mundur dengan teleportasi. Pada akhirnya tidak hanya membuat Mad Dog kesal dan lelah, tetapi itu juga berlaku bagi pihaknya.
“Aku sudah menyiapkan beberapa Manatite untuk Edward dan beberapa gulungan sihir. Tentu saja pada akhirnya kita hanya bisa mengulur waktu.”
Arcturus ingin membuat Mad Dog setidaknya melemah sedikit. Bahkan jika hanya sedikit, kemungkinan kemenangan mereka akan menambah perlahan.
Meski begitu Arcturus sendiri tak percaya diri bahwa ini akan berhasil. Mau bagaimanapun Mad Dog tetaplah sangat kuat.
“Itu tampak tidak menjanjikan,” Leona mengerutkan kening. “Jika kita tahu bajingan itu sekuat ini, mengapa tidak mengajak Alda?”
Mary tampaknya sepakat dengan Leona, sementara Edward mungkin belum tahu siapa Alda.
Alda adalah orang yang paling mungkin bertarung setara dengan Mad Dog. Itu sama sekali tak diragukan lagi.
Belum lagi Arcturus tahu betul kemampuan mata kiri Alda yang mengerikan. Dia mungkin bisa saja menundukkan Mad Dog. Namun tentu saja ada risiko yang tak mau Arcturus ambil.
“Tentu saja Alda adalah aset berharga. Namun aku khawatir saat dia bertarung dengan Mad Dog, ada kemungkinan salah satunya akan tewas.”
Pengalaman buruk dari putaran hidup sebelumnya. Itu ketika dua tokoh utama serius berbenturan maka salah satunya akan tewas atau setidaknya terluka sangat parah.
“Selain itu, kita bisa mengatasi Mad Dog bahkan tanpa Alda. Tentunya ini taruhan yang berisiko.”
Arcturus tersenyum getir. Dia sudah bersumpah akan memukul kepala Mad Dog setidaknya satu kali.
“Namun bagaimana? Aku tahu ini pernyataan bodoh, namun bajingan itu kekuatannya sama sekali tidak normal, dia sangat mungkin bisa meratakan gunung!” Edward tampak putus asa.
Mau bagaimanapun jika mereka gagal, mungkin Edward akan jadi yang kedua tewas setelah Arcturus.
__ADS_1
Untuk pertanyaan itu, Arcturus tersenyum penuh misteri.
“Aku punya jaminan yang pasti. Kamu pikir aku akan datang hanya dengan satu rencana?”
Dengan yakin Arcturus akan menyampaikan bahwa dia setidaknya memiliki rencana cadangan yang mungkin bisa diandalkan. Namun tentunya mereka perlu menunggu beberapa waktu.
“Untuk sekarang fokus pada pertarungan. Mad Dog sudah sangat dekat.”
Mendengar peringatan Arcturus, mereka langsung dalam posisi bertarung. Edward menyiapkan teleportasinya, Leona memposisikan diri untuk melindungi. Sementara Arcturus dan Mary akan menjadi tombak penyerangan mereka.
Mary tak bisa menggunakan sihir elemen yang kuat, sementara Arcturus tak tahu apakah dirinya bisa menggunakan sihir atau tidak. Oleh karena itu, hanya gulungan sihir yang mereka andalkan.
“Dari atas!”
Arcturus memperingatkan semua orang. Mad Dog ada di udara dan menerjang langsung menuju mereka.
Leona segera mengambil langkah untuk melindungi. Kulitnya mulau berubah menjadi seperti sisik reptil berwarna kemerahan. Leona telah mengeraskan seluruh tubuhnya untuk menahan serangan Mad Dog.
“Menyingkir!”
Mad Dog mengayunkan cakarnya dengan kuat sehingga Leona dihempaskan seketika.
‘Setengah transformasi, kah?’
Arcturus terkejut bahwa Mad Dog hampir bersungguh-sungguh menghadapi mereka. Namun itu juga menjengkelkan karena bajingan ini sama sekali tidak serius melawannya.
Meski begitu, Arcturus sudah melepaskan gulungan sihirnya dan menembakkan petir ke arah Mad Dog. Bahkan Mary juga mengeluarkan petir yang sama.
Kali ini serangan itu langsung menghantam Mad Dog. Suara keras dari petir jelas mengecoh Mad Dog sesaat sehingga dia telat untuk menghindarinya.
“Edward!” Arcturus kemudian memanggil ketika melihat Mad Dog kesulitan bergerak karena sengatan listrik yang cukup kuat.
Bertepatan dengan Leona yang sudah kembali ke sisi mereka, Edward segera mengaktifkan kembali sihir yang sama seperti sebelumnya.
“Sampai jumpa dasar anjing gila! Teleport!”
Arcturus dan rekannya menghilang dalam sekejap mata. Mad Dog meludahkan kekesalannya menyaksikan itu.
“Bangsatt! Berhentilah kabur dan hadapi aku secara jantan!”
__ADS_1
Itu sangat membuatnya kesal karena setiap kali para bajingan itu berhasil melancarkan serangan, mereka akan langsung pergi menghilang.
Sepanjang hidupnya Mad Dog pertama kali bertemu dengan kelompok bajingan seperti ini. Bahkan dalam hidupnya mungkin ini kali pertama dia didorong sejauh ini.
“Akan kupatahkan kepala mereka satu persatu!”
Mad Dog perlahan bisa kembali bergerak. Sengatan listrik sebelumnya cukup menyakitkan dan membuat otot di tubuhnya lemas. Belum lagi suara kerasnya sangat menjengkelkan.
‘Dari mana dia tahu aku takut suara petir? Ibu tidak mungkin mengatakannya.’
Dia tak pernah berbicara kepada siapapun terkait ketakutan terbesarnya. Namun sangat aneh bahwa ada orang yang tahu kelemahannya meski mereka bertemu sangat singkat.
‘Setidaknya aku akan biarkan dia hidup dulu dan mengintrogasinya.'
Mad Dog kemudian melompat mengejar rombongan Arcturus sekali lagi. Namun kini keanehannya mulai terjadi. Mad Dog tak bisa merasakan energi sihir siapapun di sekitarnya.
Jawabannya kemudian muncul tepat ketika dia mulai bingung.
‘Sial, kabut ini lagi!’
Itu adalah kabut yang sebelumnya menyamarkan energi sihir sehingga Mad Dog tak bisa mendeteksi mereka.
Hidungnya masih belum bekerja dengan baik karena kencing dan kotoran goblin, pengelihatannya terbatas karena kabut, sehingga Mad Dog hanya mengandalkan insting juga pendengaran.
Mad Dog awalnya terus berlari dan mencapai tempat terakhir dia merasakan sihir juga mendengar suara. Namun kemudian dia berhenti bergerak.
‘Bagaimana mereka melakukannya? Tak ada suara sama sekali!’
Mad Dog tak lagi mendengar suara apapun dalam radius beberapa meter. Dia sangat yakin bahwa para bajingan itu tidak berada jauh darinya. Maka jika begitu hanya ada satu kemungkinan.
‘Mereka bersembunyi di sekitar sini, ya. Aku yakin ada jebakan sialan seperti sebelumnya!’
Senyuman kecil muncul di bibirnya. Jika para bajingan itu menunggu di sekitarnya dan mencari waktu untuk menyerang, maka itu adalah kesalahan terbesar.
Soal pertarungan jarak dekat, Mad Dog percaya dirinya takkan kalah dengan mudah. Mau bagaimanapun itu ada keahliannya yang paling utama.
“Aku mengakui kalian sehebat kecoa, sangat sulit untuk disingkirkan.”
Sekalipun begitu Mad Dog takkan mau mengalah ataupun mengendur. Dia kemudian teringat perkataan Arcturus kepadanya.
__ADS_1
Tentang kekuatan dari yang lemah. Dan, tentang bagaimana Mad Dog yang kuat akan kalah oleh kekuatan jumlah.