Im Not Main Character

Im Not Main Character
Melawan Mad Dog


__ADS_3

Mary sedang mengamati sekitarnya dari atas pohon yang tinggi. Di hutan yang memiliki kabut tipis, ada banyak perangkap yang telah dipasang.


“Sungguh, aku tak berharap akan bertarung di usia ini.”


Mary pensiun dari manajemen informasi kerajaan karena faktor usia. Awalnya dia ingin menjalani kehidupan yang nyaman dengan melayani bangsawan Religia.


Pada akhirnya keinginannya terkabul dan dia harus membantu merawat bocah selama bertahun-tahun. Kini bocah itu sudah dewasa dan bahkan membuat semua siasat ini.


“Tuan Muda jelas pintar. Melihat rencana jahat ini membuatku tak ingin menjadi musuhnya.”


Mary hanya bisa tersenyum getir. Dia bisa melihat hampir keseluruhan rencana Arcturus. Dan memang, itu akan sangat efektif untuk melawan individu kuat. Terutamanya adalah Dewa Anjing Iblis.


Namun hal yang membuatnya kagum adalah tentang bagaimana Arcturus melibatkan orang tua sepertinya tanpa keraguan.


Bukannya buruk, tetapi itu jelas pengambilan keputusan dan penempatan posisi yang baik. Arcturus bukan jenis orang yang akan menyia-nyiakan kemampuannya.


Atas perhatian itu dan tak disepelekan hanya karena usianya, justru Mary sangat senang. Toh, Mary cukup benci diberi kemudahan hanya karena usianya.


Melihat Arcturus tak mempedulikan faktor itu membuat Mary tersenyum lembut.


“Hei, wanita tua, semuanya sudah siap. Apakah kita harus memulainya tanpa Arcturus?”


Suara Edward memanggil dari bawah. Melihat itu Mary segera melompat turun.


‘Tuan Muda juga memiliki kemampuan untuk menilai bakat.’


Sekali lihat bahkan Mary tahu bahwa Edward memiliki bakat yang cukup serius jika mengecualikan keanehannya.


Tidak banyak penyihir yang bisa menggunakan sihir tingkat tinggi di usia semuda itu.


“Ya. Tuan Muda sudah berpesan untuk tak menundanya sekalipun dia belum datang.”


Mary tidak yakin apa yang membuat Arcturus benar-benar terhambat. Harusnya tak ada masalah serius yang terjadi.


“Leona sudah berada di posisinya. Bahkan kabutnya sudah menyebar.”


Kabut tipis yang menutupi keseluruhan hutan adalah kekuatan yang digunakan Third Eye Ogre, Leona.


Kabut ini tidak hanya berguna untuk menyembunyikan jebakan saja, tetapi membantu mengaburkan penciuman juga pengelihatan Anjing Iblis.


“Kalau begitu mari kita pergi.”


Mary menuju tempat pertemuan yang dimaksud Arcturus kala itu. Tuan muda yang dia rawat itu, entah bagaimana membuat perkelahian dengan Dewa Anjing Iblis.


Di masa lalu Mary memiliki kesempatan untuk bertarung dengan mereka. Itu bukan pertarungan yang mudah tentunya.


Lalu di umur tuanya ini dia harus bertarung lagi dengan anjing. Belum lagi dikatakan anjing ini sangatlah kuat, mungkin setara dengan Alda.


Mary cukup penasaran bagaimana tuan mudanya mengenal individual dengan kekuatan kuat. Bahkan saat pertama kali melihat Alda, Mary hampir dibuat gila lantaran wanita itu sangat kuat.


“Aku harap semuanya berjalan lancar.”


Edward tampaknya cemas karena pertarungan sudah di depan mata.


“Selama kamu bertindak sesuai rencana maka semuanya akan baik-baik saja. Kamu adalah kunci dari rencana ini.”


“Huh, bukankah pepatah bilang jangan ganggu singa yang tidur? Aku bukan hanya harus mengganggu, namun juga memprovokasinya.”


Rencana mereka adalah membuat Mad Dog marah dan memaksanya bertarung habis-habisan.


Tentu saja itu taktik yang sederhana, yakni membuat musuh kehilangan irasionalitas. Meski itu rencana yang cukup baik, tetapi juga pedang bermata dua.


“Kamu harus ingat untuk tak menyebutkan apapun tentang ibunya. Kita sudah sampai.”

__ADS_1


Mary tiba di tempat yang dikatakan Arcturus. Benar saja, di sana sudah ada pria yang berdiri melipat tangannya dengan gagah.


Pria yang tingginya hampir dua meter, kurus namun otot-ototnya cukup menonjol. Berkulit coklat, raut wajah garang dengan rambut merah berantakan.


Itu pastilah Mad Dog yang dibicarakan.


“Mengapa kalian yang datang? Di mana bajingan tengik itu?”


Mary tersenyum masam. Dia bisa merasakan tekanan intens datang darinya.


“Tentu saja Tuan Muda akan datang. Namun sampai waktunya tiba, kami akan melawanmu.”


“Hah! Bukankah dia menginginkan duel? Lantas bajingan itu mengirim tikus ke sini. Sungguh pengecut.”


Mary hanya diam tanpa membalas perkataan Mad Dog. Sementara di sisi lain Edward melangkah maju ke depannya.


“Hei, tolong terima ini.”


Edward melemparkan kantong kulit ke arah Mad Dog. Itu kantong yang ukurannya cukup besar.


Melihat itu terbang ke arahnya, Mad Dog menangkapnya dengan satu tangan. Dia dengan hati-hati membukanya.


“... apa ini?”


“Ah, itu ****** dan kotoran goblin.”


Mad Dog membukanya tepat dengan penjelasan dari Edward datang. Segera dia membuang benda menjijikan itu dan menutup hidungnya rapat-rapat.


“Ha ha ha, bego! Untuk seekor anjing tidak ada yang lebih busuk dari kotoran goblin!”


Edward tertawa mengejek Mad Dog hingga keluar air mata.


Tentunya itu bukan air mata karena tertawa senang, tetapi tangisan yang ia sembunyikan dengan tertawa!


“Dengar ini, Anjing Iblis. Kami akan menunjukkan padamu tentang kekuatan jumlah!”


Mary melompat maju menuju Mad Dog yang masih meremas hidungnya. Edward mengikuti dari belakang dan terus bicara.


“Hei, anjing! Apa kamu suka hadiah itu? Lain kali akan aku beri sesuatu yang sama menjijikannya padamu! Ha ha ha, entah mengapa aku merasa segar!”


Keduanya menerjang menuju Mad Dog yang menderita karena aroma tidak sedap kotoran goblin. Di dunia ini, tidak ada yang lebih ahli menghasilkan kotoran paling berbau busuk selain goblin.


“Sekelompok bajingan gila!”


Mad Dog mengandalkan tangan lainnya dan memukul kosong ke udara. Namun pukulannya itu menghasilkan peluru angin yang sangat kuat, menghancurkan apapun dalam lintasannya.


Jaraknya cukup jauh dan kuat sampai pepohonan di belakang mereka runtuh.


Beruntung Mary dan Edward berhasil menghindarinya. Toh, sejak awal mereka tak benar-benar ingin menerjang Mad Dog untuk pertarungan jarak dekat


Melihat itu Edward meneguk liurnya, “Sial, kekuatannya tidak masuk akal sama sekali!”


“Rencana dimulai!”


Saat Mary meneriakkan itu, kabutnya semakin tebal dan menyembunyikan mereka.


Sesuai rencana, Edward dan Mary akan berpencar dan memasuki hutan.


Mad Dog yang mulai marah melihat ke sekitarnya dan memutuskan untuk mengejar bajingan yang memberikannya kotoran.


“Aku akan membunuhmu lebih dulu!”


Dalam sekejap dia melompat menuju hutan mengikuti aroma yang ditinggalkan Edward.

__ADS_1


“Jangan pikir bisa sembunyi dariku!”


Mad Dog memberikan pukulan keras ke pohon yang meninggalkan aroma Edward.


Awalnya dia berpikir bajingan itu ada di sana namun rupanya tidak. Dia hanya menemukan sesuatu yang ditinggalkan di pohon itu dan mengambilnya.


“Aku tak menyangka anjing sepertimu mengendus ****** ***** pria! Cabul!”


“Najis!”


Mad Dog memukul udara ke tempat suara itu muncul. Pukulannya cukup kuat untuk menghasilkan angin yang menghancurkan pohon hingga membelah kabut.


Namun sayangnya tempat dia memukul tidak ada siapapun.


“Berhenti berlarian dasar bangsat!”


“Bodoh! Aku takkan berhenti hanya karena kamu menyuruhnya! Kejar saja aku kalau bisa!”


Mad Dog menggertak giginya. Dia meraih pohon yang tumbang dan berputar dengan kuat untuk mengusir kabut.


Namun sayangnya, kabut itu segera menyatu kembali dan menghalangi pandangannya. Bahkan mungkin kabutnya semakin tebal.


“Ini bukan kabut biasa.”


Mad Dog yakin soal itu. Di tempat ini tak pernah ada kabut yang tebal seperti ini. Pastinya kabut ini diciptakan dengan sengaja untuk mengurangi jarak pandangnya.


Sesaat kemudian Mad Dog menoleh ke belakang dan menahan serangan yang mendekat dan meraih tangan orang itu.


“Cih! Ketahuan, ya?” Leona berdecak kesal.


Beruntung dia sudah mengeraskan seluruh kulitnya sehingga cengkraman kuat Mad Dog tak melukainya. Namun tetap saja, perlahan dia merasakan rasa sakit yang intens.


Serangan tak berakhir di sana, segera Mary muncul dengan belatinya dengan tujuan menikam Mad Dog.


Namun sayangnya, Mad Dog mengirimkan kakinya untuk menendang Mary. Dengan gerakan yang tipis Mary berhasil menahan kaki Mad Dog.


“Ha ha, ini menyakitkan. Sepertinya aku bertambah tua.”


Mad Dog berdecak kesal. Dia menyadari tujuan dua orang itu adalah menahan pergerakannya


“Tindakan bodoh!”


Mad Dog dengan kuat melayangkan kedua orang itu sangat mudah seperti menghempaskan semut.


Baik Leona maupun Mary yang terhempas segera menghilang dari kedalaman kabut. Mad Dog berusaha melacak keduanya.


“Di sini!”


Mad Dog berbalik dan menemukan pria yang memberikannya kotoran berada di belakangnya.


“Ini akan mengakhirimu, rasakan!”


Mad Dog menyilangkan tangannya untuk berlindung. Dia tahu bahwa Edward adalah penyihir karena memiliki kontrol Mana yang stabil.


Namun di luar prediksinya, Edward sama sekali tidak menggunakan sihir. Dia hanya mengeluarkan botol kaca dan melemparkannya ke Mad Dog sebelum menghancurkannya dengan sihir angin.


Cairan keemasan membasuhi tubuh Mad Dog secara keseluruhan. Dan, sekali lagi Mad Dog memencet hidungnya dengan erat.


“Ha ha ha, rasain lu! KENCING GOBLIN!”


Edward segera menyatu dengan kabut dan hanya meninggalkan tawa keras yang mengejek.


“AKU BUNUH KAU!”

__ADS_1


Mad Dog menjadi sangat marah dan bertekad menghancurkan Edward dengan cara paling mengerikan.


__ADS_2