Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
101


__ADS_3

Pada malam hari tepat pada pukul 20.00 Agus yang selesai lembur di kantor akhirnya mematikan lampu kantornya dan hendak meninggalkan ruangannya ketika dia teringat akan surat yang diberikan oleh Dean padanya.


Maka pria itu pun kembali menghampiri lacinya lalu mengambil surat dari sana sebelum meninggalkan kantor.


Dalam perjalanan untuk pergi ke rumah sakit, Agus terus berpikir tentang apa yang harus ia lakukan pada surat-surat itu.


'Dean sama sekali tidak menyampaikan apapun tentang tempat tinggal baru kami, Padahal rumah kami telah mengalami kebakaran, tapi malah datang membawakan hadiah yang akan diberikan pada Dito dan istrinya. Apa maksud Ayah melakukan semua itu?' ucap Agus dalam hati yang tidak mengerti mengapa ayahnya malah memberikan rumah pada orang yang masih memiliki tempat tinggal, sedangkan keluarga mereka yang tidak memiliki tempat tinggal malah tidak diperhatikan.


Agus yang terus memikirkan hal itu di sepanjang perjalanan sampai akhirnya ia tiba di rumah sakit, pria itu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ruangan tempat istrinya dirawat.


Sementara dia melangkahkan kakinya, pria itu masih terus berpikir apa yang harus ia lakukan, maka sebelum masuk ke dalam ruangan tempat istrinya dirawat, pria itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi asisten Dean.

__ADS_1


Ia mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan menekan nekan layar ponselnya ketika pintu kamar istrinya terbuka memperlihatkan putrinya yang keluar dari sana.


"Ayah sudah datang, Kenapa tidak langsung masuk saja?" Tanya Kesya yang saat itu hendak pergi untuk membeli cemilan.


"Ahh, aku harus menelpon dulu," Jawab Agus.


"Biar aku menyimpan tas ayah," ucap Kesya langsung diangguki oleh Agus sehingga perempuan itu kembali masuk ke kamar membawa tas Agus, sementara Agus pun pergi mencari tempat sepi untuk melakukan panggilan telepon.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...

__ADS_1


"Selamat malam Tuan ke-3, Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dean dari seberang telepon.


"Ah, Aku mau menanyakan sesuatu padamu, tadi kau datang memberikanku map coklat, apakah tidak ada hal lain lagi yang Tuan besar katakan? Apakah dia tidak pernah membahas tentang tempat tinggal keluarga kami?" Tanya Agus tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Ya, terakhir kali saya sempat menanyakan masalah itu padanya, namun tuan besar tidak mengatakan apapun dan hanya memanggil saya tadi pagi untuk mendapatkan map coklat itu dan memberikannya pada Tuan. Sebenarnya map coklat itu mau diberikan langsung pada Dito, tetapi karena dia pergi ke peternakan, maka Akhirnya saya disuruh untuk memberikannya pada Tuan saja. Berkas itu juga harus diurus dalam tiga hari, kalau tidak diurus, maka tuan besar harus melakukan penandatanganan ulang," jawab Dean yang memang mendapat pesan seperti itu dari Tuan besar, tetapi tadi ketika dia kantor dia lupa mengatakannya.


"Ahh,, begitu, Kalau begitu lanjutkan pekerjaan mu," ucap Agus dengan penuh kecewa menutup panggilan telepon itu lalu dia pun berdiri di tempatnya menatap langit yang dipenuhi bintang-bintang.


'Ayah memang sudah mengetahui semuanya, tapi dia bahkan tidak menyediakan rumah untuk kami, sebenarnya Ayah kenapa?' ucap Agus yang sama sekali tidak mengerti mengapa Tuan besar Romania kini mengabaikan keluarga mereka.


Padahal, paling tidak Jika beberapa tahun yang lalu mereka sempat melakukan kesalahan, namun sekarang mereka telah mendapat hukuman mereka selama bertahun-tahun untuk tidak menginjakkan kaki mereka di kediaman utama keluarga Romania.

__ADS_1


Tetapi masakan sampai bertahun-tahun itu mereka masih belum dimaafkan juga??


__ADS_2