
"Ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena ayah juga baru tahu sekarang, jadi Ayah hanya bisa minta maaf padamu." Ucap Agus berharap bahwa putranya bisa menerima hal tersebut.
🌾🌾🌾
"Apa?! Jadi rumah itu sebenarnya diberikan untuk kami? Tapi kenapa ibu tidak berbicara dulu dengan ku? Harusnya Ibu berbicara dulu, supaya aku bisa membicarakannya Dengan istriku. Istriku akan merasa terkhianati Jika dia sampai mengetahui hal ini," ucap Dito dari seberang telepon.
"Ini semua salah ayah, seharusnya dari awal ayah langsung memberitahukan nya padamu, tapi sekarang tidak ada lagi yang bisa Ayah lakukan karena namanya sudah dibalikkan oleh ibumu dan dia pasti tidak akan mau merubah kepemilikan rumah tersebut. jadi ayah berharap supaya kau mau menerima masalah ini dan merahasiakannya dari istrimu, dan juga, jika kakekmu menanyakan masalah ini, Tolong katakan padanya bahwa kaulah Yang mengusulkan agar rumah ini digunakan oleh kami," ucap Agus.
Dito yang ada di seberang telepon kini terdiam di tempatnya, dan dia benar-benar tidak bisa melakukan itu, Sebab Dia merasa tidak enak pada istrinya.
Agus yang menyadari bahwa pria di seberang telepon sangat dilema, ia langsung berkata, "Kau harus mengerti posisi Ayah sekarang, kalau sampai kakekmu mengetahui kelakuan ibumu, maka kakekmu akan semakin membuat keluarga kita tidak lagi bisa dipandang oleh orang-orang. Ayah sudah berusaha memperbaiki nama baik keluarga kita selama beberapa tahun terakhir ini, jadi ayah berharap tidak ada lagi sedikitpun kesalahan yang dilakukan oleh keluarga kita yang membuat kakekmu menjadi semakin murka terhadap kita. Kau mengerti maksud ayah bukan?"
__ADS_1
"Ayah,, aku mengerti apa yang ayah katakan, tapi aku tidak terima atas apa yang dilakukan oleh ibu. Kalau sampai istriku mengetahui Ini, istriku bisa menjadi sangat marah padaku dan dia bisa-bisa menceraikan aku!! Aku sangat mencintai istriku dan aku sudah berjanji padanya akan melakukan apapun untuk membahagiakannya, jadi aku tidak bisa membohonginya meskipun itu hanya kebohongan kecil saja, apalagi sekarang apa yang dilakukan ibu adalah sesuatu yang begitu besar!!! Sekarang aku tidak bisa mengubah apapun, tapi sekarang aku tidak tahu harus berkata apa pada istriku." Ucap Dito.
"Kau ini,, Jadi kau hanya mencemaskan istrimu saja? Istrimu itu akan menerima apapun yang kau katakan, Jadi kau tidak perlu cemas akan istrimu. Tapi yang paling penting sekarang ialah kau harus menuruti perkataan Ayah atau keluarga kita benar-benar tidak bisa lagi hidup dengan rasa hormat!!!" Ucap Agus.
"Baiklah, aku akan menuruti perkataan ayah. Tapi ke depannya, Jika ada masalah lagi, maka aku tidak akan membiarkannya!! Ini yang terakhir kalinya aku mengabaikan masalah yang dibuat oleh ibu!!!" Tegas Dito dari seberang telepon diiringi nada panggilan telepon yang diputuskan secara sepihak.
Tut tut tut....
"Perempuan itu benar-benar membuat masalah!" Kesal Agus sembari meletakkan ponselnya lalu dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya meski saat itu dia sudah kesulitan untuk fokus terhadap pekerjaannya.
Meski begitu, Agus masih tetap memaksakan dirinya untuk bekerja sampai pada sore hari dia kemudian meninggalkan semua pekerjaannya dan terburu-buru pulang ke rumah yang ada di kompleks AAA.
__ADS_1
Begitu tiba di rumah tersebut, Agus langsung memasuki rumah dan melihat istrinya saat itu sedang duduk di depan TV sembari menikmati cemilan yang ada di tangannya.
"Kau!!!" Agus langsung menghampiri istrinya hingga membuat Clarissa terkejut.
Clarissa yang awalnya duduk dengan nyaman kini langsung berdiri menatap suaminya dan dia terkejut ketika suaminya langsung mengambil cemilan dari tangannya dan melemparkannya ke lantai hingga berserakan di mana-mana.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Clarissa dengan kesal menatap suaminya.
Tetapi Agus tidak mendengarkan ucapan perempuan itu, dia langsung mengangkat tangannya dan melayangkan tangan tersebut ke pipis istrinya.
Plak!!!
__ADS_1
Sebuah tamparan yang mendarat di pipi kelarutan langsung membuat Clarissa tersungkur di lantai sembari memegangi pipinya yang terasa pedih.