Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
84


__ADS_3

"Apa?!!!" Nyonya asmiati dengan panik berjalan keluar dari ruangan itu mengabaikan heriani yang ada di belakangnya.


🐏🐏🐏


Melihat nyonya asmiati yang melewatinya, maka heriani dengan cepat mengejar perempuan itu sembari berkata, "apakah ada masalah?"


Nyonya asmiati yang mendengarkan itu langsung mencela nafas dan tidak memelankan langkahnya, perempuan itu menuruni tangga sembari berkata, "ada masalah dengan sistem perusahaan kami, jadi aku harus melakukan sesuatu."


"Sistem pertahanan?? Memangnya ada masalah apa? Aku mengerti dengan masalah-masalah sistem perusahaan, Bagaimana kalau aku membantu nyonya?" Tanya heriyani langsung membuat Nyonya asmiati menghentikan melangkahnya lalu perempuan itu berbalik menatap heryani.


"Kau benar-benar bisa? Kami mengalami banyak kerugian karena masalah perusahaan yang terkena virus," ucap nyaonya asmiati segera dijawab anggukan hariannya.


"Berikan aku komputer," kata heriyani langsung membuat Nyonya heriyani mengangguk dengan antusias.

__ADS_1


"Ikuti aku," ucap Nyonya asmiati langsung membuat heriani mengikuti perempuan itu ke lantai bawah hingga mereka tiba di sebuah ruangan yang membuat heriani mengerutkan keningnya bahwa komputer yang ada di ruangan itu ialah komputer-komputer yang sudah ketinggalan zaman sehingga tidak mungkin bisa membantunya.


"Ini adalah komputer milikku, kau bisa menggunakannya sesuka hatimu," ucap Nyonya asmiati benar-benar membuat heriyani terdiam di tempatnya.


Beberapa saat terdiam, barulah Heriani berbicara, katanya, "komputer ini tidak akan bisa membantu, aku butuh komputer dengan spesifikasi yang lebih tinggi Apakah ada di rumah ini?"


Nyonya asmiati langsung menggelengkan kepalanya, Tetapi dia langsung meraih tangan heriani lalu menarik perempuan itu keluar dari rumah.


Mereka menghampiri sang asisten nyonya asmiati yang sedari tadi berdiri di depan rumah menunggu Nyonya asmiati memberinya kabar ataupun perintah.


Tetapi dia tidak bisa membantah apapun kata Nyonya asmiati hingga pria itu menganggukkan kepalanya, "kita harus ke perusahaan," ucap sang asisten langsung membuat ketiga orang itu segera memasuki mobil dan asisten tersebut mengendara dengan cepat ke perusahaan.


Perusahaan Nyonya asmiati selain bergerak di jasa transportasi, juga menyediakan layanan pinjaman online, sehingga jika terjadi kesalahan maka uang mereka akan dengan cepat terkuras.

__ADS_1


Apalagi, ada juga game online yang digunakan untuk berjudi, sehingga membuat perusahaan itu akan semakin terpuruk jika terjadi kesalahan pada sistem perusahaan mereka.


Di dalam mobil, sembari menyetir, sang asisten menjelaskan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan mereka dengan heriyani yang mendengarkannya dengan seksama.


Nyonya asmiati mendengarkan percakapan kedua orang itu, dan meski dia tidak terlalu mengerti sebab sudah lama dia tidak mengurus perusahaan, Tetapi dia bisa melihat bahwa heriyani mengerti dengan masalah yang dihadapi oleh perusahaan mereka.


"Ahh,, Kalau begitu, mengendara lah lebih cepat lagi sebelum kerugian semakin banyak," ucap Heryani.


"Baik," jawab sang asisten mempercepat laju mobil mereka menuju perusahaan.


Untungnya saat itu sudah malam, jadi tidak terlalu banyak mobil yang lalu lalang di jalanan hingga mereka bisa berkendara dengan begitu lancar ke arah perusahaan.


Nyonya asmiati yang duduk di dalam mobil kembali teringat akan putranya sehingga dia berkata, "Bagaimana keadaan Putraku?"

__ADS_1


sang Asisten yang mendengarkan itu segera berkata, "Tuan sudah baik-baik saja, tetapi saat ini masih dirawat di rumah sakit dan dia juga sudah mengerahkan beberapa orang untuk memperbaiki sistem perusahaan, tetapi sampai saat ini mereka belum berhasil memperbaikinya."


"Hah,,, Putraku benar-benar bodoh, dia mempekerjakan orang-orang yang tidak berguna!" Kesal nyonya asmiati.


__ADS_2