
Haryani yang duduk menghadap laptopnya kini terus menggerakkan jari-jarinya di atas keyboard dengan Dito yang duduk di samping istrinya menatap layar laptop milik istrinya.
Dito mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa hanya dengan modal nomor ponsel saja istrinya berhasil mengakses sebuah ponsel yang mana di ponsel tersebut berisi videonya.
Seketika saat heriani memutar video itu, wajah Dito menjadi merah padam dan dia sangat malu atas apa yang ia lihat di sana hingga membuatnya merasa tidak sanggup untuk terus menatap ke layar laptop itu dan beralih mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Orang bejat ini, mereka benar-benar sialan!" Kesal heriani langsung mengunci video tersebut tersebut agar tidak bisa dibagikan ke sosial media manapun dan termasuk dikirim ke file manapun, karena heriyani masih ingin video itu tetap tinggal di sana agar para polisi bisa melihatnya dan menjadi tuntutan bagi orang-orang itu.
Setelah mengunci video milik suaminya, maka Heryani membuka galeri ponsel dari pria yang bersamanya dan melihat video perselingkuhan pria tersebut.
Heriani mendapatkan beberapa video perselingkuhan pria tersebut dengan perempuan lain sehingga heriani dengan cepat mengambil video itu dan mengirimkannya ke istri sang pria.
Selain pria itu, dia juga mencari tahu banyak tentang para pria-pria lainnya lalu membongkar aib mereka ke istri atau keluarga mereka masing-masing.
Setelah selesai, barulah heriani merasa puas dan mematikan komputernya.
__ADS_1
Heriani kemudian mengambil minumannya dan menyeruput minuman tersebut sebelum dia menatap suaminya yang tampak melamun melihat keluar jendela cafe.
"Kau baik-baik saja?" Tanya heriani pada Dito langsung membuat Dito yang melamun kini akhirnya tersadar dan berbalik menatap istrinya.
"Ah ya," Dito menganggukkan kepalanya lalu melihat laptop istrinya yang telah mati hingga dia lanjut berkata, "Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"
Heriani mengangguk, "ya, sebentar lagi mereka semua pasti akan diangkat oleh Polisi, Jadi kau tidak perlu khawatir apapun." Kata heriyani menenangkan suaminya membuat Dito akhirnya menganggukkan kepalanya.
Meski dia tidak mengatakan apapun lagi, tetapi Dito merasa bahwa dia selalu saja membebani istrinya dan istrinya menjadi kerepotan karena harus selalu membereskan masalahnya.
'ke depannya, aku tidak boleh bersikap lemah lagi, aku tidak mau istriku terus menjadi kerepotan karena harus membereskan setiap masalahku,' ucap Dito dalam hati meyakinkan dirinya.
Pada keesokan harinya ketika heriyani terbangun, perempuan itu melihat suaminya telah menghilang dari tempat tidur, sehingga Ia buru-buru turun dari tempat tidur untuk mencari suaminya.
Heriani mendapati suaminya berada di dapur dan sedang memasak makanan untuk mereka.
__ADS_1
"Kenapa kau repot-repot?" Tanya heriani Yang seharusnya hari itu ada seseorang yang datang memasakkan mereka makanan, tetapi kini malah suaminya lah yang berada di dapur padahal pria itu tidak tidur cepat kemarin malam karena terlalu banyak pikiran.
"Jangan khawatir, Aku bisa menyelesaikannya, pergilah mandi," Kata Dito akhirnya membuat heriyani menghela nafas lalu perempuan itu pun membantu suaminya menyiapkan sarapan.
"Aku mau mandi bersamamu, jadi ayo kita siapkan sarapannya baru mandi bersama." Ucap heriyani.
"Baiklah," jawab Dito tidak lagi melarang istrinya dan hanya membiarkan perempuan itu untuk membantunya, tetapi dalam beberapa menit setelah heriani berada di dapur, tiba-tiba saja ponsel heriani berdering hingga membuat heriani harus meninggalkan dapur dan pergi mendapatkan ponselnya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Saat heriani mengambil ponselnya, perempuan itu mengerutkan keningnya ketika ia melihat bahwa ada sebuah nomor baru yang masuk ke ponselnya hingga heriyani pun merasa penasaran dengan pemilik nomor baru tersebut.
Maka, Heryani mengangkat panggilan telepon itu, "halo?" Ucap Heriyani.
__ADS_1
"Halo, saya adalah polisi yang menangani kasus tuan Dito, dan saat ini kami sudah menangkap semua pelaku yang melakukan pembobolan ATM. Namun, masih ada sedikit berkas yang perlu diisi oleh Tuan Dito supaya kami bisa langsung menyerahkan kasus ini ke jaksa. Oleh karena itu, tolong datang ke kantor polisi pada pukul 08.00," kata seorang pria dari seorang telepon.
"Ah, baiklah, Terima kasih atas informasinya, saya akan memberitahukannya pada suami saya," ucap heriani sebelum mengakhiri panggilan telepon itu lalu dia menghampiri suaminya untuk memberitahukan berita bagus itu.