
Clek!
Dito akhirnya tiba di apartemennya, lalu dia langsung berlari ke dalam kamar karena mendengar dua anak kecil yang sedang menangis.
"Anak Ayah kenapa rewel sekali?" Ucap Dito langsung mengulurkan tangannya mengambil Eril dari dalam box.
Heriani yang saat itu menggendong Emil kini menatap suaminya dengan heran, "Kenapa kau pulang cepat?" Tanya heriani.
"Tentu saja aku harus pulang ke rumah, kau belum makan siang, biar aku yang menjaga mereka," ucap Dito sambil menarik troli bayi dari pojok ruangan lalu meletakkan Eril di ke dalam troli tersebut.
Dito pun mengambil pula Emil dari tangan istrinya Dan menggendong Emil dengan hati-hati.
Setelah itu, Dito mendorong troli memutari ruangan dan membuat kedua bayi tersebut akhirnya terdiam.
"Kau pergilah makan, biar aku yang menjaga mereka," ucap Dito pada istrinya membuat heriani akhirnya mengangguk, lalu perempuan itu pun segera keluar dari kamar untuk makan.
Setelah tiba di dapur, heriani cepat-cepat makan sebelum dia kembali ke dalam kamar, namun saat ia kembali ke kamar anak-anaknya, dilihatnya kedua anaknya telah terbaring di dalam box, sementara Dito sedang melepaskan kemejanya yang tampak basah.
"Ada apa dengan pakaianmu?" Tanya heriani sambil mendekati suaminya untuk membantu pria itu melepaskan kemejanya.
__ADS_1
"Jangan mendekat, aku baru saja diberikan hadiah oleh Emil," ucap Dito langsung membuat heriani tersenyum karena dia tahu hadiah apa yang dimaksud oleh suaminya.
"Apa kau sudah mengganti celananya?" Tanya heriani sambil melirik ke dalam box bayi.
"Iya, aku akan ke kamar dulu untuk mengganti pakaianku," Kata Dito sambil berjalan pergi meninggalkan istrinya.
Heriani yang melihat kepergian suaminya kini mengambil pakaian anak-anaknya yang sudah ia cuci namun belum dilipat dengan rapi, lalu dia pun duduk sambil melipat pakaian tersebut dan memasukkannya ke dalam laci-laci yang ada di kamar anak-anaknya.
Tak berapa lama kemudian, Dito datang menghampirinya dengan setelan rumahnya, lalu pria itu pun duduk di samping istrinya, "kau istirahat lah, biar aku yang merapikan ini," ucap Dito langsung membuat heriyani menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa aku istirahat sendirian? Kau juga lelah bekerja di kantor, dan sekarang pulang terburu-buru," ucap heriani.
Setelah selesai merapikan pakaian anak-anak mereka, heriyani langsung berbaring di karpet lalu menatap ke langit-langit kamar, dan saat ini meskipun dia sangat lelah dia malah merasa bahagia.
Beberapa saat kemudian suaminya yang telah selesai menaruh keranjang di pojok ruangan kini menghampiri haryani dan ikut memeluk perempuan itu.
"Terima kasih istriku, kau benar-benar istri idaman semua pria yang ada di dunia ini, dan aku adalah yang paling beruntung memilikimu," ucap Dito sebelum dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya.
Heriani pun mengulurkan tangannya memeluk suaminya sambil berkata, "aku sangat bahagia, sekarang aku punya suami yang selalu mengerti aku dan merupakan suami terbaik yang ada di dunia ini, Dan juga punya anak-anak, tidak ada lagi kehidupan yang lebih baik dari ini."
__ADS_1
"Aku juga sangat bahagia, mulai besok aku tidak akan pergi lagi bekerja, aku akan menyuruh Igris (Asisten Dito) menjalankan perusahaan supaya bisa menemanimu di sini setiap hari. Aku mau memastikan kau tidak kelelahan mengurus anak-anak dan mau melihat sendiri perkembangan anak-anak kita," ucap Dito sambil menggosokkan hidungnya dengan hidung istrinya.
"Apapun keputusan suamiku, aku akan mendukungnya," kata Dita sebelum dia mencium suaminya dengan lembut.
TAMAT
Terima kasih telah mengawal novel ini dari awal sampai TAMAT, jangan lupa juga mengawal novel-novel otor yang lainnya di bawah ini:
Kebangkitan menantu terhina.
Satu malam dengan pria asing
__ADS_1