Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
188


__ADS_3

Dito menatap istrinya untuk terakhir kalinya bertanya pada perempuan itu, "aku benar-benar harus membongkar pitanya?"


"Iya!" Tegas Heryani.


🥳🥳🥳


Mendengar ucapan tegas istrinya, maka Dito pun dengan cepat menarik kedua sisi pita sambil memperhatikan pita yang mulai terbongkar.


Saat Pita benar-benar terbang dari secara sempurna, sesuatu yang disembunyikan dalam ikatan pita itu langsung keluar yang membuat Dito mengerutkan keningnya.


"Sayang??" Dito menatap istrinya dengan raut wajah tak percayanya karena di tangannya sudah ada sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah.


"Ya?" Kata heriani sambil tersenyum menatap suaminya.


"Apa artinya ini?" Tanya Dito yang belum mengerti apa arti dari alat tes kehamilan yang ada di tangannya.


"Ya?" Kembali tanya heriani karena perempuan itu berpikir bahwa suaminya pasti sudah mengerti tapi dia hanya ingin memperjelasnya saja.

__ADS_1


"Aku tanya, apa artinya ini?!!" Kembali tanya Dito.


"Aku hamil!!" Seru heriani langsung memeluk suaminya dengan sangat erat.


Dito yang mendengarkan perkataan istrinya kini memegang erat alat tes kehamilan di tangannya dengan pria itu sama sekali tidak tahu harus berkata apa selain membalas pelukan istrinya.


Istrinya sedang hamil!!!


"Bagaimana menurutmu?" Tanya heriani kala ia setelah melepaskan pelukannya dan menatap suaminya yang tampak terbengong.


"Aku,,, sayang, kita akan punya anak?" Tanya Dito akhirnya tersadar dengan pria itu mengulurkan tangannya menyentuh perut istrinya.


"Benarkah,," Dito hanya bisa berbicara satu kata, pria itu tampak sulit mengekspresikan kebahagiaannya bahkan heriani malah melihat pria itu tampak sangat panik dan terkejut.


Oleh sebab itu, heriani kembali memeluk suaminya sambil mendaratkan sebuah ciuman di pipi pria itu.


Cup!

__ADS_1


"Ya, kau jadi ayah dan aku jadi ibu, dan kita akan memiliki bayi kecil yang lucu," ucap heriani membuat Dito tidak bisa menahan diri, pria itu memeluk erat istrinya sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak.


Ia bahkan berusaha menahan air matanya, tetapi terlalu sulit melakukannya sehingga air matanya akhirnya berjatu berderai di pipinya.


"Terima kasih sayangku, terima kasih," Kata Dito dengan suara seraknya.


"Ya, aku berencana untuk memeriksa kandungan ke dokter, kapan kau ada waktu luang?" Tanya Heriani.


Mendengar ucapan istrinya, maka Dito langsung menyeka air matanya sebelum dia melonggarkan pelukan mereka dan berkata, "Bagaimana kalau besok sore setelah pulang bekerja?"


"Oke, kalau begitu aku akan melakukan reservasi," ucap heriani yang merasa sangat senang.


"Ya," jawab Dito sambil menarik heriyani ke pangkuannya mencium istrinya sambil memegangi perut perempuan itu. Dia sangat bersemangat bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua.


Heriani yang melihat kelakuan suaminya hanya terdiam, Tetapi setelah beberapa menit, heriyani kemudian berkata, "Bagaimana pekerjaanmu hari ini?"


Pertanyaan itu langsung menghentikan gerakan Dito yang saat itu mencium istrinya, lalu pria itu tersenyum sambil berkata, "berjalan dengan baik," jawab Dito.

__ADS_1


"Baguslah, kau harus semangat bekerja karena sebentar lagi akan ada tambahan satu orang yang akan kau biayai hidupnya!" Kata heriyani.


"Hm,, aku akan semangat, dan mulai hari ini juga Aku akan berusaha supaya ke depannya aku tidak membuat kesalahan apapun lagi yang bisa membuatmu cemas," Kata Dito yang kini merasa bahwa dia benar-benar tidak berguna jadi seorang suami kalau dia masih terus merepotkan istrinya, apalagi saat ini istrinya sedang berada dalam keadaan hamil, yang artinya bahwa perempuan itu sangat rentan mengalami kelelahan.


__ADS_2