Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
251


__ADS_3

Pada tengah malam, Dito yang sudah tidur dari jam 21.00, ia kini terbangun karena alarm yang ia pasang lalu pria itu dengan cepat mematikan alarmnya lalu menatap istrinya yang sedang terlelap.


Dito pun menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya.


Setelah itu, Dito kemudian turun dari tempat tidur Lalu dia pergi ke ruang kerjanya.


Pria itu menyalahkan komputernya dan membuka sistem perusahaan cabang xx, sebelum dia pergi ke dapur untuk membuat kopi yang bisa menemaninya.


Hanya dalam 15 menit, Dito kembali ke ruang kerjanya lalu pria itu duduk di depan komputer sambil memperhatikan komputernya yang tampak seperti dioperasikan oleh seseorang dari jauh.


"Ini aneh," ucap Dito mengambil sebuah berkas yang ia bawa dari kantornya, lalu dia pun mencocokkannya dengan pengamatannya terhadap data-data yang diinput oleh seseorang ke dalam sistem .


"Datanya berbeda dengan yang kudapatkan di perusahaan utama, Apakah ada sesuatu yang salah?" Ucap Dito berusaha mencocokkan data-data yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Dito tiba-tiba menemukan ada sesuatu yang aneh, "ini seperti dua data yang berbeda, semuanya memiliki kesalahan nya masing-masing dan tidak berhubungan satu sama lain. Apakah ini jebakan yang dilakukan oleh keluarga kedua seperti yang dikatakan istriku?" Ucap Dito mengerutkan keningnya, ia kembali memperhatikan dua data yang sangat berbeda itu sampai dia benar-benar menyadari tentang sesuatu.


"Sial!! Ini data yang salah tapi ini juga data yang palsu, data yang kudapatkan dari dokumen rahasia itu ialah data yang sudah direkayasa," ucap Dito sambil menggertakan giginya sebelum dia kemudian menyalakan sebuah komputer lain lalu menginput data-data yang ada di tangannya.


Dito bekerja sepanjang malam sampai pada pagi hari, ketika istrinya terbangun, heriyani terkejut mendapati suaminya masih berada di depan komputer dengan tiga gelas bekas minum kopi sudah berada di atas meja.


"Apa kau begadang mengerjakan semua itu?" Tanya heriani.


"Kau tidak lihat jamnya?" Ucap heriani sambil menunjukkan sebuah jam yang diletakkan di atas meja hingga membuat Dito menyadari bahwa dia telah begadang sepanjang malam.


Melihat raut wajah terkejut suaminya, maka heriani pun menghela nafas, "hah,,, Cepat selesaikan itu, aku akan membuat sarapan untuk kita. Setelah sarapannya selesai, kau harus sarapan bersamaku!" Kata Heryani sebelum dia berbalik pergi meninggalkan ruang kerja suaminya lalu pergi ke dapur membuat sarapan.


Setelah sarapannya selesai, Heryani memanggil suaminya untuk makan bersama sehingga kedua orang itu pun duduk di meja makan dengan heriyani yang berkata, "Kenapa kau begadang sepanjang malam? Apakah pekerjaannya tidak bisa diselesaikan pada siang hari?"

__ADS_1


Heriyani merasa cemas bahwa suaminya mungkin akan jatuh sakit kalau pria itu tidak bisa mengatur waktunya dengan benar dan mengambil banyak jatah istirahatnya untuk bekerja.


Dito memperlihatkan wajah menyesalnya, "Maaf, aku tiba-tiba saja mendapatkan sesuatu yang besar sehingga aku jadi lupa waktu. Ternyata apa yang kau katakan itu benar, keluarga kedua membuat sebuah jebakan untukku, berkas rahasia yang disimpan di komputer Paman kedua ternyata adalah berkeserahan yang palsu.


"Sepertinya dia sengaja membuat itu dan sengaja mempermudah aku untuk membuka dokumennya karena dia ingin aku menggunakan dokumen tersebut untuk melaporkannya pada kakek. Untungnya kau mengajariku untuk menyusup ke sistem perusahaan cabang akses jadi aku bisa mencocokkannya dan menemukan kesalahan mereka yang sebenarnya." Ucap Dito.


"Sudah kuduga, dia ingin kau melaporkan sesuatu yang salah pada kakek supaya kakek tidak bisa lagi mempercayaimu saat mereka bisa membuktikan kebenaran yang sesungguhnya dari apa yang kau laporkan. Kalau begitu, kenapa kita tidak menjebaknya menggunakan jebakan yang mereka buat?" Kata heriyani dengan mata yang bersinar cerah menatap suaminya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Dito.


"Siapkan dua berkas untuk diberikan pada kakek, dan berikan dua-duanya lalu katakan pada Kakek mana yang benar dan mana yang salah." Ucap heriyani langsung dijawab anggukan Dito karena dia kini mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya.


"Kalau begitu, aku akan melakukannya," ucap Dito.

__ADS_1


__ADS_2