Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
193


__ADS_3

"Oh, benarkah?" Ucap Mikael sambil duduk di depan komputer yang digunakan oleh sang pria untuk melakukan pekerjaannya.


"Itu,, Apa yang anda lakukan menggunakan komputer saya?!" Tegas sang pria dengan panik langsung berlari menuju Michael Untuk menghentikan pria tersebut, tetapi sudah terlambat karena Mikael telah membuka sebuah file yang ada di sana.


"Lalu apa ini? Wow ini tersimpan dalam komputer ini sejak 1 bulan yang lalu! Dan kau bilang tadi komputer ini baru digunakan beberapa hari yang lalu?!" Ucap Mikail sambil memandangi pria di depannya dengan tatapan tak sukanya.


Dito yang ada di sana menelan air liurnya menyaksikan kejadian tersebut, dan Dia merasa bahwa apa yang dilakukan Mikail benar-benar sebuah hal yang sangat keren.


Menangkap seseorang pembohong dengan cara yang sangat cerdik!!!


Direktur pun menjadi panik, pria itu berkata, "Tuan, mohon untuk--"


"Jangan bicara lagi! Cepat berikan aku file mentahannya!!" Kata Mikael sembari meletakkan flashdisk di atas meja lalu dia pun berdiri dan mendorong pria yang ada di sana agar duduk di kursi dan agar melakukan copy pada file yang ia inginkan.

__ADS_1


Sang pria yang kini ditekan bahunya agar tetap duduk di kursi menatap ke arah direktur, dan dia tidak tahu harus berbuat apa karena kalau sampai kebusukan mereka terbongkar, maka dia mungkin akan dijebloskan ke dalam penjara karena telah melakukan korupsi.


Sang direktur mengepal kuat tangannya, dan pria itu dengan cepat berpikir harus berkata apa supaya lolos dari situasi tersebut, sehingga beberapa detik kemudian dia malah berteriak, "Jadi kau membohongiku?!! Tadi kau bilang komputernya rusak sehingga laporan mentahannya tak bisa diperiksa!! Pasti kau telah melakukan sesuatu pada laporan itu hingga kau berani membohongiku dan juga orang dari perusahaan utama bukan?!! Cepat serahkan berkasnya lalu Kita lihat nanti apa yang baik untuk menjadi sanksimu!!!"


Michael hanya tersenyum mendengar ucapan sang direktur, karena dia tahu pria itu pasti hanya berkedok saja mengkambinghitamkan bawahannya, Tetapi dia tidak terlalu peduli karena hal tersebut bisa diselidiki nanti.


"Cepat masukkan filenya ke dalam flashdisk ini!!!" Tegas Bimo langsung membuat sang pria yang duduk di kursi kini menggelengkan kepalanya karena tidak mau membuat dirinya berada dalam masalah kalau memberikan file tersebut pada orang dari perusahaan utama.


Melihat pria di depannya sangat bersikuku, maka akhirnya Michael mendorong kursi pria itu ke sudut ruangan lalu mencabut kabel komputer.


Direktur yang melihat hal tersebut tak mampu berkata apa-apa, Dia hanya merasakan kakinya menjadi sangat lemas sehingga dia hanya bisa terduduk di salah satu kursi dalam ruangan itu.


Sementara Dito yang pergi bersama Michael, mereka akhirnya tiba di mobil lalu meletakkan barang-barang yang mereka ambil dan pergi dari tempat itu mengendarai mobil mereka.

__ADS_1


Saat mereka tiba di perusahaan, Dito langsung berpamit pada Michael lalu Dito pun meninggalkan perusahaan menggunakan mobilnya dan pergi untuk menemui istrinya.


Dalam perjalanan, Dito mengambil ponselnya yang ia silen bisa kujasnya dan pria itu melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari istrinya karena memang sudah lewat 20 menit dari waktu yang mereka janjikan untuk bertemu.


Maka Dito langsung menelpon istrinya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Sayang, Apa kau baik-baik saja?" Tanya sang perempuan dari seberang telepon dengan suara yang panik.


"Iya, maaf baru menghubungimu sekarang, tadi aku ada pekerjaan penting, tapi sekarang aku sudah dalam mobil untuk pergi ke kantormu, Apa kau masih di kantor?" Tanya Dito.

__ADS_1


"Aku sudah di rumah sakit, nomor antrian kita sebentar lagi. Jadi langsung saja ke rumah sakit xx." Jawab perempuan dari seberang telepon langsung diakan oleh Dito hingga Dito pun pergi ke rumah sakit xx.


__ADS_2