Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
54


__ADS_3

Melihat kedua bersaudara bertengkar, maka Clarissa langsung menarik sebuah sapu lalu memukul kedua perempuan itu.


Plak!


Plak!


Keduanya langsung menghentikan aksi saling tarik menarik rambut mereka dan mengurusi pantat mereka yang telah terkena pukulan dari sapu.


"Dasar memalukan!! Bisa-bisanya kalian bertengkar seperti ini untuk satu kamar, sudah tahu saja kalau di sini masih ada ibu, harusnya ibu lah yang lebih pantas untuk pergi ke sana dibanding kalian berdua!!" Geram Clarissa menatap kedua putrinya.


Kesya dan wasti duduk bersamaan, lalu Keisha menatap ibunya sembari menggertakan giginya, "ibu ini,, sampai sekarang ibu belum mengganti uangku yang Ibu gunakan tanpa sepengetahuanku, dan sekarang ibu malah berpikir kalau ibu lah yang pantas untuk pergi ke sana menginap?!!" Bentak Kesya benar-benar membuat Clarissa sangat marah sehingga perempuan itu kembali mengayunkan senjata sapu miliknya dan mengenai tulang kering Keisha.

__ADS_1


"Ahh!!" Kesya menjerit keras karena kesakitan pada kakinya.


"Dasar!!! Bisa-bisanya Aku memiliki Putri sepertimu!!!" Geram Clarissa sembari membuang sapu ke arah belakang Lalu perempuan itu kembali duduk di kursi sembari menatap putranya.


"Berikan kuncinya pada ibu, kalian menginap di kamar Ibu saja," kata Clarissa langsung membuat Dito menatap istrinya.


Tadinya, pria itu sudah senang karena istrinya bisa tidur dengan nyaman tapi sekarang malah jadi begini.


Tetapi heriani yang melihat tatapan suaminya langsung tersenyum menganggukkan kepalanya, "berikan kuncinya pada ibu, kita bisa tidur di kamar Ibu karena Ayah juga tidak ada di sini," ucap heriyani.


Sementara Dito, dia langsung menyerahkan kunci kamar itu pada ibunya sembari berkata, "kalau begitu kami akan tidur di sini."

__ADS_1


Meski merasa aneh dengan heriani yang tiba-tiba saja bersikap penurut pada mereka, tetapi Clarissa langsung tersenyum mengambil kunci dari tangan putranya lalu perempuan itu pun berkata, "kalau begitu Tunggu sebentar, Ibu akan mendapatkan pakaian ganti ibu dan membereskan kamarnya untuk kalian."


Setelah berbicara, Clarissa segera masuk ke dalam kamarnya dengan dua putrinya menatap perempuan itu dengan raut wajah penuh kemarahan.


Saat pintu kamar Clarissa tertutup, kedua perempuan yang bersama-sama dengan heriani dan suaminya juga ikut berdiri masuk ke kamar mereka.


Sementara Dito, dia menatap istrinya sembari berkata, "maaf, harusnya kamar itu--"


"Ssttt,,, jangan membicarakannya lagi, Ibu akan merasa bersalah kalau dia masih mendengar kita membicarakan masalah itu," kata heriyani langsung membuat Dito akhirnya menganggukkan kepalanya sembari menahan rasa bersalah dalam hatinya.


Sementara heriyani, perempuan itu segera mengambil remote TV dan menyalakan tv sembari bersorak kegirangan dalam hati.

__ADS_1


'Dasar hidup mertua tidak punya otak, mari kita lihat Bagaimana kau akan diperlakukan di sana Jika pergi ke sana untuk menginap,' ucap heriani dalam hati yang jelas Sudah tahu bagaimana sikap para pelayan di kediaman itu, dan terlebih lagi bahwa kunci kamar itu tidak diberikan untuknya, jadi tidak akan ada yang membela perempuan itu jika dia dibully oleh para pelayan yang ada di sana.


Maka sembari menonton serial TV, heriani sesekali menoleh ke arah kamar dan dia tidak sabar melihat perempuan itu segera pergi ke kediaman utama lalu kembali sambil menangis.


__ADS_2