Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
156


__ADS_3

Ting!


Lift berhenti di lantai 6 sebuah hotel bintang 5 yang terkenal di ibukota.


Heriyani yang sudah berdandan sangat cantik beserta suaminya yang juga berada dalam penampilan berkelas kemudian keluar dari lift lalu keduanya berjalan ke sebuah aula besar.


Heriani pun menyerahkan kartu undangan untuk diverifikasi oleh petugas di sana sebelum dia dan suaminya memasuki aula.


Begitu masuk aula, keduanya langsung diantar ke sebuah meja yang membuat heriani terkejut karena meja mereka berada tepat paling depan bersampingan dengan meja dari nyonya asmiati dan keluarganya.


"Apa tidak salah kalau kita duduk di sini?" Kata Dito berbisik pada istrinya karena dia merasa canggung, sebab Ini pertama kalinya ia menghadiri sebuah pesta lalu duduk di meja paling depan.


"Pelayan yang mengantar kita ke sini, Jadi kalau ada apa-apa, merekalah yang akan bertanggung jawab," jawab heriani sambil melirik ke arah meja keluarga nyonya asmiati yang saat itu masih kosong.


"Ya, baiklah, tapi kau belum menjawab pertanyaanku sih dari rumah, Kenapa acara nyonya asmiati yang seharusnya dilaksanakan beberapa waktu yang lalu malah diundur kayak tanggal ini?" Ucap Dito yang merasa aneh.


"Aku juga tidak tahu, tapi kita akan tahu nanti ketika dia menyampaikan sambutannya. Tapi, daripada itu, orang yang ada di meja ketiga ke sana terus menatap mu!" Kesal Heriani langsung membuat Dito menoleh ke arah meja ketiga dari mereka dan melihat beberapa perempuan tampak memperhatikannya.


Hal itu membuat Dito kembali menatap ke arah istrinya dan segera mengulurkan tangannya memegang tangan istrinya, "sayangku, jangan pikir macam-macam, aku ini suamimu, jadi Tentu saja tidak akan memperdulikan lirikan perempuan lain," Kata Dito sambil mengangkat tangan mereka di atas meja untuk memperlihatkan pada perempuan-perempuan yang meliriknya bahwa dia telah memiliki seorang pasangan yang sangat cantik.


Melihat tingkah suaminya, maka mau tidak mau heriani segera tersenyum dan menatap pria itu dengan tatapan konyolnya, "Baiklah, kalau begitu kau tidak boleh melihat ke sana, cukup lirik aku saja," kata heriani langsung dijawab anggukan Dito dengan penuh kesungguhannya.

__ADS_1


Melihat suaminya yang mengangguk, maka heriyani pun menjadi puas sehingga dia tetap duduk di tempatnya sambil menunggu nyonya asmiati memasuki tempat acara tersebut.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu kini datang hingga semua orang pun berdiri termasuk heriani dan Dito.


Nyonya asmiati bersama-sama dengan keluarganya menyusuri lorong panjang sebelum mereka tiba di meja keluarga lalu mempersilahkan semua orang untuk duduk.


Saat kembali duduk, heriyani menatap suaminya dengan bingung karena ia melihat pria itu hanya menatap ke arahnya.


"Sayangku, Apakah ada yang salah di wajahku?" Tanya heriani dengan tangan terulur langsung mengecek wajahnya.


Tetapi Dito menggelengkan kepalanya dengan pelan, "istriku menyuruhku untuk terus meliriknya, jadi Tentu saja aku harus mematuhi perintah istri ku!" Tegas Dito langsung membuat heriani tak mampu berkata apa-apa.


bukan hanya Heryani, semua orang yang ada di meja bundar tempat mereka duduk pun menatap ke arah Dito dengan rasa tak percaya mereka.


Heriani segera melemparkan senyumannya ke arah perempuan yang baru saja berbicara, "ah,, sebenarnya kami bukan pengantin baru, kami sudah menikah beberapa tahun tapi,, aku rasa suamiku hanya bercanda," ucap Heriani yang merasa bahwa sikap suaminya juga terlalu lebay.


Tetapi, heriani tak mampu berkata apa-apa lagi ketika Dito dengan cepat berkata, "tidak! Aku sama sekali tidak bercanda, aku memang selalu mematuhi ucapan istriku karena dia adalah orang terbaik yang kumiliki."


Semua orang di meja bundar yang mendengarkan ucapan Dito hanya bisa tersenyum dan mereka semua merasa iri pada kemesraan yang masih terjalin antara sepasang suami istri yang sudah menikah beberapa tahun.


Tetapi, salah seorang perempuan yang agak tua yang ada di meja itu tiba-tiba saja merusak suasana dengan berkata, "kalian sudah menikah dalam hitungan tahun, Jadi kalian sudah punya berap.a anak?"

__ADS_1


Pertanyaan itu langsung membuat Dito menatap ke arah perempuan tersebut dengan tatapan tidak sukanya.


Baru beberapa hari yang lalu mereka unboxing, dan sekarang,,,, mau membicarakan soal momongan???


"Maaf, kami belum merencanakan untuk memiliki anak," jawab Dito dengan santai langsung membuat heriani tersenyum dan meramas tangan pria itu. Dia senang karena sekarang suaminya sudah bisa menjawab pertanyaan orang-orang dengan tenang dan dengan jawaban yang tepat.


Sementara semua orang yang mendengar jawaban Dito, mereka menatap ke arah Dito dengan dan heriyani dengan tatapan bingung mereka.


"Kalian sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum punya rencana untuk memiliki anak?!" Ucap salah seorang perempuan kembali memperjelas apa yang baru saja ia dengar.


"Ya," jawab Dito dengan singkat.


"Kalian sudah menikah bertahun-tahun, sekarang sudah waktunya untuk memiliki seorang anak! Kalau kalian masih menunggu lebih lama lagi, nanti kalian tidak akan bisa melihat cucu-cucu kalian kalau memiliki anak di usia yang terlalu tua! Juga, apa selama ini kalian menggunakan obat untuk mencegah kehamilan?!" Tanya seorang perempuan di meja tersebut.


"Kami tidak menggunakan obat!" Jawab Dito dengan polos.


"Ah,, Kalau begitu, Kau selalu membuang milikmu di luar, itu tidak bagus untuk kesehatan!!! Para pria yang melakukan hal itu akan cepat mati!!" Tegas sang perempuan.


Melihat percakapan di meja itu sudah seperti menghakimi mereka, Maka heriyani menjadi sangat tidak senang hingga dia dengan cepat menatap perempuan yang baru saja berbicara.


"Maaf, apapun itu, itu adalah urusan pribadi Kami. Jadi tolong di acara ini kita fokus saja pada acaranya dan tidak perlu fokus pada kami!" Ucap heriani.

__ADS_1


Tampak para perempuan di sana tidak senang, tetapi mereka juga tidak mengatakan apapun meski pada wajah mereka tersirat sekali bahwa mereka tidak menyukai haryani.


Meski begitu, Heryani juga tidak mempedulikan mereka dan hanya menatap ke arah panggung Di mana acara sedang berlangsung.


__ADS_2