
Setelah kembali ke ruangan tempat di tempat kerja, Dito langsung duduk di kursinya sambil menggigit bibir bawahnya mengingat hubungan istrinya dengan Adam.
Setelah beberapa saat duduk, Dito kemudian mengulurkan tangannya mendapatkan ponselnya untuk menelpon istrinya ketika dia sadar bahwa dia tidak boleh membicarakan masalah sensitif di telepon.
Oleh sebab itu, Dito meletakkan ponselnya, lalu dia pun menatap anggota timnya yang sedang sibuk di komputer mereka masing-masing.
"Untuk saat ini kita akan memfokuskan penyelidikan kita terhadap keluarga kedua Romania," ucap Dito membuat semua orang terkejut.
Mereka semua berpikir bahwa Dito berkata seperti itu karena apa yang terjadi di kantin, lalu mereka juga tak menyangka bahwa ternyata Dito adalah orang yang pendendam.
Meski begitu, mereka semua menganggukkan kepala mereka, "kami mengerti." Kata mereka sebelum kembali fokus pada komputer masing-masing.
Melihat semua orang kembali bekerja, maka Dito pun mulai bekerja di komputernya namun beberapa waktu dia terus bekerja, pria itu merasa kesulitan untuk membuka beberapa dokumen yang sepertinya sengaja dikunci.
__ADS_1
'sepertinya nanti saat kembali ke rumah aku harus belajar dari istriku Bagaimana cara yang benar menggunakan komputer,' ucap Dito dalam hati yang jelas mengerti bahwa jika istrinya yang menghadapi kesulitan itu, maka istrinya pasti dengan mudah bisa menyelesaikannya.
Oleh sebab itu, Dito hanya bisa memeriksa dokumen yang bisa ia buka sampai akhirnya jam pulang kerja telah tiba.
Dita meninggalkan kantor dan langsung pergi menjemput istrinya.
Saat tiba di kantor istrinya, Dito mengerutkan keningnya ketika ia melihat istrinya yang berdiri menunggunya sedang berbincang-bincang dengan Adam dan terlihat perempuan itu tertawa lepas di depan Adam.
Terlihat heriyani langsung menatap ke arah mobilnya hingga Dito pun tersenyum keluar dari mobil lalu dia menghampiri istrinya dan juga ada.
"Kenapa Kakak ada di sini?" Tanya Dito pada Adam.
"Perusahaan kita memiliki kerjasama dengan perusahaan heriyani, jadi aku datang kemari untuk membahasnya secara pribadi dan kami baru selesai meeting singkat," ucap Adam membuat Dito menganggukkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya merangkul pinggang istrinya.
__ADS_1
"Kakak sepupu terlalu giat bekerja, bahkan sudah bekerja saja di hari pertama masuk kantor," ucap Dito membuat Adam tertawa kecil.
"He he.. kita harus memberi waktu supaya pekerjaan bisa terselesaikan dengan cepat. Sepertinya kalian sudah mau pulang ke rumah kalau begitu sampai bertemu lagi," kata Adam dijawab anggukan Dito.
Sementara heriyani, Dia berkata, "sampai bertemu lagi kakak ipar."
Setelah Adam pergi, maka Dito langsung menatap istrinya dengan kening berkerut, "kau terlihat sangat dekat dengannya, Apakah sebelumnya kalian pernah bertemu?"
Pertanyaan itu membuat heriani menggelengkan kepalanya, "Ini pertama kalinya kami bertemu, dan ternyata dia orang yang menyenangkan," ucap heriani membuat Dito mengepal kuat tangannya karena tak menyangka bahwa saat ini dia akan mendengar istrinya memuji pria lain.
Padahal, selama dia bersama-sama dengan istrinya, perempuan itu tak pernah terdengar memuji pria lain, tapi kenapa sekarang dia sudah mendengar istrinya memuji pria lain?
Hal itu membuat Dito merasa tidak tenang, namun dia tetap membukakan pintu mobil untuk istrinya sebelum mereka pergi dari tempat itu.
__ADS_1