
Saat Heryani mengerjapkan matanya di tengah malam, perempuan itu terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di pelukan suaminya.
Heriyani mengingat bahwa terakhir kali ia mengetahui dirinya tertidur di kursi pijat, tetapi sepertinya suaminya telah membawanya dari sana.
Saat ia mendongak, ia menatap wajah suaminya, dilihatnya wajah suaminya yang sangat polos sedang terlelap.
Maka heriyani pun merasa gemas dengan wajah suaminya hingga dia mengulurkan tangannya menyentuh pipi pria itu.
'Apa yang kau sembunyikan dariku?' ucap heriyani dalam hati sambil mengusap pipi pria itu sebelum dia perlahan-lahan keluar dari pelukan Dito.
Saat keluar dari pelukan suaminya, perempuan itu mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah kartu nama yang dipegang oleh tangan suaminya hingga heriani pun mengambil kartu nama tersebut.
Heriani mengerutkan keningnya kala ia membaca nama pemilik kartu nama tersebut ialah Aurora Marissa.
'Ini,, jangan-jangan Dia memegang kartu nama ini karena hendak mengakuinya ketika aku bangun, tetapi dia malah ketiduran?' ucap heriyani dalam hati sebelum dia beranjak meninggalkan kamarnya lalu pergi ke ruang serbaguna yang telah disulap menjadi ruang kerja.
Saat tiba di sana, heriyani pun duduk di depan komputernya lalu menggerak-gerakkan jarinya di atas komputer.
Pertama-tama heriyani memeriksa CCTV hotel tempat mereka menghadiri acara yang di adakan oleh nyonya asmiati.
Heriani pun menemukan CCTV toilet lalu mengatur waktunya di sana untuk melihat apakah suaminya benar-benar pergi ke toilet.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, ia melihat suaminya memang datang ke toilet tersebut Namun terlihat suaminya hanya telinga selimut beberapa saat sebelum pria itu melanjutkan langkahnya meninggalkan toilet tersebut.
Dengan kecepatan jarinya, heriani pun mengatur CCTV berpindah ke CCTV yang lainnya hingga dia melihat suaminya memasuki sebuah toilet yang lebih sepi karena jauh dari aula tempat acara berlangsung.
"Di sini tidak ada siapa-siapa," ucap heriyani memperhatikan layar monitornya sampai akhirnya ia melihat seorang perempuan tiba di depan toilet pria yang ditempati oleh suaminya.
Heryani Mengerutkan keningnya, "Bukankah ini perempuan yang menghampiri suamiku ketika dia mengambil makanan?" Ucap heriani sambil memperhatikan layar monitor dan mempercepat rekaman CCTV tersebut.
Setelah beberapa saat, akhirnya ia melihat suaminya keluar dari CCTV dan tampak suaminya berhenti beberapa saat sebelum dia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan perempuan yang sedang bersama-sama dengannya.
Namun heriyani langsung mengepal kuat tangannya dan menggertakan giginya kala ia melihat perempuan yang hendak ditinggalkan oleh Dito malah menahan lengan Dito dengan cara memeluk lengan perempuan itu.
"Perempuan ini mencari mati?!" Geram heriani saat ia melihat perempuan itu memeluk lengan suaminya dan sengaja menempelkan barang pribadinya pada suaminya.
"Apa?! Jadi dia spesialis menggoda suami orang lain?!" Kesal heriani saat ia melihat banyaknya rekaman video perempuan itu menggoda pria-pria tampan dan kayak, bahkan jejaknya keluar masuk hotel sungguh banyak bersama dengan banyak pria.
Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, heriani dengan cepat mengambil semua video tersebut dan menyatukannya menjadi satu, lalu dia pun mereka sebuah perusahaan yang menyediakan jasa pengiklanan di videotron jalanan.
"Dasar perempuan sial itu, lihat Bagaimana aku membuat semua orang mengetahui wajahmu yang suka merayu suami orang!" Geram heriani langsung melakukan pembajakan pada perusahaan tersebut hingga seluruh videotron mereka di jalanan dipenuhi oleh video milik Aurora Marisa.
Heriani bahkan tidak capek-capek untuk memblur wajah pria yang bersama dengan perempuan itu, ia sengaja melakukannya agar semua istri dari para pria tersebut bisa melihat gelagat suami mereka.
__ADS_1
Dengan begitu, perempuan tersebut akan semakin menderita karena digempur oleh para ibu-ibu sosialita.
"Rasakan Kau! Ini akibatnya kalau kau berani mengganggu suamiku!" Geram Heryani sebelum dia menghapus semua jejak digitalnya pada malam hari itu lalu mematikan komputernya dengan nyaman.
Setelah selesai, heriani pun kembali ke kamar dan naik ke ranjang.
Dito yang terganggu oleh seorang perempuan yang menggerak-gerakkan tangannya akhirnya membuka wajahnya dan melihat istrinya tersenyum padanya sebelum perempuan itu menenggelamkan dirinya diperlukan Dito.
"Kau dari toilet?" tanya Dito sambil memeluk erat istrinya dan memperbaiki selimut mereka.
"Ya, dari toilet membasmi kecoa," kata Heryani sambil mengeratkan pelukannya pada suaminya dan tidak mengingat lagi apa yang telah terjadi.
Tetapi Dito yang mendengarkan kata kecoa yang keluar dari mulut istrinya, pria itu langsung menatap istrinya yang ada di pelukannya.
Seketika rasa mengantuknya menjadi hilang, "Kenapa kau tidak bilang kalau di sana ada kecoa? Biar aku yang membasminya," ucap Dito.
"Sudah habis, sekarang ayo tidur," ucap heriyani yang tidak mau lagi turun dari tempat tidur dan terlebih tidak mau lagi keluar dari pelukan suaminya.
Dito yang melihat gelagat manja istrinya hanya bisa terdiam, dan pria itu kembali teringat akan kebohongannya pada istrinya hingga tidak tahan untuk berbicara, katanya, "bolehkah aku mengakui sesuatu sebelum tidur?"
Heriani yang masih mendengarkan ucapan suaminya langsung mengetahui apa yang hendak diakui oleh suaminya, sehingga dia merasa bahwa dia perlu memberi waktu pada pria itu, atau jika tidak, suaminya mungkin tidak tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Heriani mengangkat wajahnya menatap suaminya dan membiarkan pria itu mengatakan Apa yang hendak dikatakan oleh Dito.