
Setelah heriani dan Dito mengisi perut sampai kenyang, kedua orang itu akhirnya berdiri lalu mereka berniat untuk berkenalan dengan semua orang yang ada di sana.
Mereka Menghentikan langkah saat Nyonya Asmiati tiba-tiba menghampiri mereka.
"Apakah kalian mau berkenalan dengan orang-orang di sini?" Tanya nyonya asmiati Langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya.
Heryani lalu berkata "Ya, kami berniat untuk menyapa tamu-tamu di sini, katanya ada Tuan Abas yang datang di sini, Sebenarnya--"
"Ah,, kalau begitu ikuti aku, aku akan memperkenalkannya n kalian padanya. Kebetulan dia adalah keponakan jauh, jadi kalau kalian butuh apa-apa dengannya bisa hubungi saja aku." Kata Nyonya asmiati langsung membuat heriyani tersenyum dan merasa senang dengan Nyonya Abbas yang sangat memperhatikan mereka.
Maka Ketiga orang itu pun pergi menemui pria yang bernama Abbas yang langsung membuat Abbas menyambut ketiganya dengan hangat.
Mereka berkenalan dengan Abbas sebelum Abbas berkata, "aku dengar kemampuan komputermu sangat baik. Nyonya Asmiati sendiri yang mengatakannya dan melihatnya secara langsung."
__ADS_1
Heriyani tersenyum malu, "ah, itu hanya dilebih-lebihkan saja oleh nyonya asmiati," ucap heriyani yang jelas tahu bahwa dalam strategi bisnis kita harus bersikap rendah hati agar bisa menarik semua orang.
Sikap angkuh dan sikap sok paling tahu hanya akan membuat orang menjadi jijik dan tidak akan tertarik untuk bekerja sama.
"Ah, kau begitu beranda hati, aku dengar juga keluarga Romania membuat kalian bekerja di desa?" Tanya Abas yang merasa begitu aneh ketika dia mendengar hal itu dari Nyonya asmiati saat mereka sempat berbincang-bincang.
Orang yang sangat berbakat bukannya ditaruh di posisi yang bagus di perusahaan utama, malah diletakkan di desa menjaga peternakan?
Sebab bagaimanapun, dia ingin mengajari suaminya cara berbincang dengan orang lain, terutama orang yang memiliki pangkat serta pengalaman yang bagus di dalam dunia bisnis agar suatu saat suaminya bisa terbiasa dan memiliki kemampuan bersosialisasi dengan para pebisnis.
Sementara Dito yang melihat kode dari istrinya, Dia pun langsung menatap Abas, "Itu, ya, Kami memang ditugaskan berada di desa, Saya sudah berada di desa beberapa tahun terakhir tetapi karena beberapa waktu terakhir ini perkembangan peternakan di desa semakin bagus maka kami sudah ditarik ke perusahaan utama," ucap Dito.
"Benarkah?" Tanya nyonya asmiati yang sangat terkejut, karena sebelumnya dia menawari kedua orang itu untuk bekerja saja di perusahaannya, tapi tidak menyangka bahwa sekarang keduanya sudah bekerja di perusahaan utama keluarga Romania.
__ADS_1
"Ya, sebenarnya kami akan mulai bekerja beberapa waktu yang lalu, tapi karena ada sebuah hal sehingga saat ini kami belum sempat pergi ke perusahaan utama keluarga Romania." Ucap Dito diangguki oleh heriyani.
"Ah, kalau begitu kita akan sering bertemu karena kami juga ada proyek dengan perusahaan Romania, tapi di departemen mana Kalau ditempatkan?" Tanya Tuan Abbas yang merasa penasaran.
"Saat ini belum didiskusikan karena kakek saya juga meminta supaya saya banyak beristirahat terlebih dahulu, jadi itu sebabnya sampai sekarang saya belum berbicara lebih lanjut dengan kakek saya. Tapi istri saya akan masuk ke bagian it," ucap Dito.
"Benarkah? Posisi Apa Yang Kau dapatkan di sana?" Asmiati pada heriani Yang penasaran Bagaimana keluarga Romania memberikan posisi pada Heryani.
Sementara heriani yang mendengarkan ucapan nyonya Asmiati, dia langsung mengerti bahwa jika dia mengatakan posisi yang rendah, maka perempuan itu pasti akan memaksanya untuk bekerja saja di perusahaan perempuan itu dengan posisi yang lebih tinggi.
Padahal, tugasnya membimbing suaminya belum selesai, Oleh sebab itu heriyani berkata, "belum ada kepastian tentang hal itu, karena kami baru berbincang satu kali tentang masalah tersebut."
"Ahh, begitu," Nyonya asmiati menganggukkan kepalanya lalu mereka kembali berbincang-bincang tentang beberapa hal.
__ADS_1