Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
141


__ADS_3

Heryani menatap suaminya dengan tatapan marah, "kalau kau tidak memperlihatkan punggungmu padaku, cepat keluar dari kamar ini dan jangan masuk ke kamar ini sampai Aku memanggilmu!!!" Bentak heriani langsung membuat Dito menjadi kalang kabut.


🌼🌼🌼


Dito memaksakan diri untuk segera duduk di atas ranjang demi membujuk istrinya, tetapi karena punggungnya yang begitu sakit, maka pria itu kewalahan untuk duduk hingga heriyani hanya bisa memperhatikan suaminya yang tampak sangat menderita.


Hal itu membuat heriyani menjadi semakin kesal sehingga ketika suaminya sudah duduk maka dia langsung mendekati pria itu dan menyibak pakaian suaminya.


Heriani sangat terkejut kalau ia melihat memar yang ada di punggung suaminya begitu besar, sehingga perempuan itu dengan cepat melepaskan pakaian suaminya, "pria sialan itu, aku akan membunuhnya!!" Kesal heriani yang tidak terima atas apa yang menimpa suaminya, terluka karena Andika.


Dito pun melirik istrinya yang ada di belakangnya, dan dia bisa melihat kekhawatiran pada wajah istrinya, "Jangan khawatir, ini tidak separah yang kau pikirkan, Sebenarnya aku,,,"


"Diam!!! Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu," ucap Kadita segera turun dari tempat tidur untuk mengambil ponsel ketika tangannya malah diraih oleh suaminya.


"Aku sungguh baik-baik saja, dokter juga sudah memberikanku salep yang dioleskan ke punggungku, Jadi kau hanya perlu membantuku mengoles salep itu ke punggungku," ucap Dito akhirnya membuat heriyani menganggukkan kepalanya meski saat itu dia merasakan perasaan yang sangat marah di dalam hatinya.

__ADS_1


"Di mana kau menaruh salepnya?" Tanya heriani langsung membuat Dito menunjuk sebuah laci pada meja hingga heriyani pun mendapatkan salep dari laci tersebut.


Setelah itu, heriani duduk di belakang suaminya dan dengan pelan-pelan mengoleskan salep pada luka suaminya.


'Andika, lihat saja bagaimana aku akan menghancurkanmu!! Aku tidak akan membiarkan pria sepertimu berkeliaran bebas setelah melukai suamiku seperti ini!!!' ucap heriyani dalam hati sembari terus mengoleskan salep di luka suaminya dengan begitu hati-hati.


Dito pun terus diam di tempatnya, dia tak bisa berkata apa-apa karena saat ini dia juga menahan rasa sakit karena luka yang ada di punggungnya.


Maka kedua orang itu terus terdiam selama beberapa waktu sampai akhirnya heriyani selesai mengoleskan salep pada luka suaminya.


Ia mengambil sebaskom air hangat dan juga handuk kecil lalu kembali menghampiri suaminya.


Perempuan itu pun menyeka tubuh suaminya karena tentunya suaminya tidak boleh terkena air setelah punggungnya diberi salep.


Dito memperhatikan istrinya yang sedang mengelap tubuhnya, dan dia bisa melihat perempuan itu tampak sangat sedih sehingga dia menarik perempuan itu ke pangkuannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?!!" Gerutu heriani yang merasa kesal pada kelakuan suaminya.


"Jangan khawatir, paha dan tanganku baik-baik saja, hanya punggungku saja yang terluka. Tapi aku sangat ingin memelukmu dengan erat," Kata Dito sembari mendaratkan ciuman di hidung istrinya.


Heriani pun merasakan matanya berkaca-kaca melihat suaminya yang masih memperlakukannya dengan penuh kasih sayang bahkan saat pria itu terluka.


Oleh sebab itu, heriani membalas pelukan suaminya sambil mendaratkan ciuman di dada pria itu hingga meninggalkan sebuah bekas merah di sana.


"Aku sangat ingin marah, tapi aku tidak tahu harus marah pada siapa, di sini hanya ada suamiku yang paling kucintai, Jadi tidak mungkin aku marah padanya," ucap Heryani seketika membuat Dito tersenyum.


"Jangan marah-marah, aku tidak mau melihat istriku berubah menjadi orang yang galak," Kata Dito sembari mencubit pelan pipi istrinya.


Heriani yang merasakan cubitan itu hanya bisa menghela nafas dengan panjang dan dia tidak mengatakan apapun lagi selain mengulurkan tangannya mengambil selimut dan kembali menyelimuti tubuh mereka berdua.


Dito juga membantu perempuan itu memperbaiki selimut hingga keduanya pun berdiam diri dalam balutan selimut.

__ADS_1


__ADS_2