Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
154


__ADS_3

Setelah tiba di kediaman utama keluarga Romania, heriyani dan suaminya langsung pergi ke kamar mereka, namun saat mereka tiba di depan pintu kamar, didapatinya Niko telah menunggu mereka di sana hingga membuat Dito merasa kesal pada pria itu.


Entah kenapa saat ini Dito merasa bahwa sepupu kalimatnya itu tidak benar-benar ingin belajar tentang saham, tetapi pria itu hanya menemui istrinya untuk menggoda istrinya.


Apalagi, saat ini istrinya sudah sangat cantik sehingga membuat Dito menjadi semakin negatif thinking terhadap pria manapun yang ada di sekitar istrinya.


Oleh sebab itu, Dito dengan tatapan kesalnya langsung berkata, "apalagi yang kau lakukan di sini? Istriku sangat lelah selama seharian berada di luar, Jadi dia perlu istirahat."


Setelah berbicara, Dito pun mengulurkan tangannya membuka pintu kamar dan merangkul istrinya untuk memasuki kamar ketika tiba-tiba saja tangan istrinya malah ditahan oleh Niko.


"Tunggu, Aku mau berbicara sesuatu yang sangat penting!" Ucap Niko.


Melihat Niko yang berani menyentuh tangan heriyani, maka Dito menjadi sangat kesal sehingga pria itu dengan cepat mengulurkan tangannya melepaskan genggaman tangan Niko pada tangan istrinya lalu mendorong istrinya ke dalam kamar.


Brak!

__ADS_1


Dito langsung menutup pintu dengan keras sambil melihat istrinya yang tampak sangat bingung menatapnya.


"Kalau mau bicara dengannya, biar bicara saja dari sini, dia bisa mendengarnya keluar," ucap Dito sembari mengulurkan tangannya lalu menarik Heryani ke pelukannya.


Melihat tingkah suaminya yang sangat posesif, maka heriani hanya bisa tersenyum sembari mendengarkan pria di balik pintu yang kini berbicara padanya.


"Aku sudah memutuskan, aku akan keluar dari perusahaan utama asalkan kau mau mengajariku tentang saham!" Tegas Niko dari seberang pintu.


Hal itu langsung membuat heriyani menatap suaminya sambil berbisik pelan, "kau dengar 'kan? Tebakanku tidak pernah melesat," ucap heriani langsung diangguki oleh Dito.


"Baik! Kalau begitu aku akan segera mengurus surat pengunduran diriku dari kantor dan memberitahunya pada kakek," kata Niko sebelum dia berjalan pergi dengan sebuah senyum kemenangan di wajahnya.


'Dasar bodoh, Mana mungkin aku mau meninggalkan perusahaan utama? Nanti setelah aku bisa memprediksi Nilam saham seperti yang dilakukan oleh heriyani, maka aku akan kembali masuk ke perusahaan,' ucap Niko dalam hati.


Ia merasa sangat senang karena dia bisa mengelabui heriani, Oleh sebab itu, saat ia tiba di kamarnya, pria itu segera mengambil ponselnya.

__ADS_1


Niko langsung menelpon ayahnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ada apa?," jawab Johan dari seberang telepon.


"Aku mau mengajukan cuti selama satu bulan, jadi Bisakah Ayah mengatur seseorang untuk menduduki posisiku selama 1 bulan aku tidak masuk ke kantor?" Ucap Dito.


"Cuti 1 bulan? Kenapa kau tiba-tiba ingin cuti dan mengambil waktu yang begitu panjang?" Ucap Johan yang merasa heran dengan keputusan tiba-tiba putranya, padahal beberapa waktu terakhir tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Aku hanya ingin beristirahat selama 1 bulan, Jadi tolong Ayah mengaturnya dan katakan juga pada kakek. Tapi aku ingin cutiku ini hanya diketahui oleh ayah dan kakek saja, untuk orang lain tidak perlu mengetahui bahwa aku sedang cuti biarkan orang-orang tahu bahwa aku keluar dari pekerjaanku," ucap Niko membuat pria di seberang telepon menjadi cemas bahwa putranya mungkin melakukan sesuatu yang buruk lagi sehingga pria itu tiba-tiba berkata demikian.


Oleh sebab itu, Johan berkata, "Jangan membuat masalah seperti yang dilakukan oleh Andika, Aku tidak mau kalau satu persatu Putraku sampai dilengserkan dari keluarga Romania!! Juga, kalau sampai masih ada satu masalah yang terjadi dalam keluarga kita, maka aku tidak yakin kakekmu masih akan melirik keluarga kita!!"

__ADS_1


Niko tersenyum, "Tentu saja tidak, Ayah tidak perlu khawatir apapun, aku tidak akan membuat masalah apapun," ucap Niko dengan penuh keyakinan.


__ADS_2