Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
136


__ADS_3

Prankkk....!


Kekacauan sedang terjadi di kediaman utama keluarga Romania, di mana ada banyak barang yang pecah yang merupakan barang-barang berharga.


Para pelayan yang ada di kediaman tersebut tidak berani mendekati Andika yang sedang mengamuk, mereka hanya terdiam di tempat mereka menunggu pria itu menjadi tenang dan berhenti menghancurkan barang-barang yang ada di sana.


Heryani dan suaminya yang berada di meja makan akhirnya langsung meninggalkan ruang makan lalu mereka mendengar suara gaduh yang disebabkan oleh Andika.


Keduanya langsung naik ke lantai 2 bersamaan dengan semua orang lainnya yang juga pergi ke lantai 2 untuk melihat apa yang terjadi.


Prannnkkk.....!


Prannnkkk.....!


Prannnkkk.....!


Satu persatu barang dihancurkan oleh Andika dengan kemarahan melengkupi seluruh pikiran pria itu.


"Astaga, Apa yang sedang kau lakukan?!teriak ibu Andika yang bernama Salwa.


"Hentikan!!" Teriak Johan pada putranya kalah ia melihat bahwa kekacauan yang dibuat oleh putranya sudah sangat keterlaluan dan bisa jadi membuat tuan besar Romania menjadi semakin marah kalah mengetahui ada banyak barang yang dihancurkan oleh Andika.


Namun Andika yang emosi nya masih meledak-ledak, ia tidak mendengarkan ucapan ayah dan ibunya sehingga dia masih membanting sebuah guci seukuran orang dewasa hingga guci tersebut hancur berkeping-keping di lantai.


Prrannkkkkk!

__ADS_1


Para pelayan menutup mulut mereka dengan kedua tangan dengan seorang pelayan yang tak tahan untuk berkata, "itu guci termahal di ruangan ini, harganya 250 juta!!!"


Dito yang mendengarkan ucapan pelayan itu langsung menoleh ke arah sang pelayan dan tak menyangka bahwa uang senilai 250 juta kini habis menjadi debu hanya dalam waktu yang singkat saja.


"Kakek keterlaluan!" Teriak Andika yang tak terima setelah ia mendapat kabar dari asisten Dean bahwa mulai hari ini dia tidak bekerja lagi di perusahaan utama namun dia dipindahkan ke peternakan di desa menggantikan Dito.


Padahal, dia sudah berusaha menyenangkan hati Tuan besar romania dengan mencari hadiah terbaik untuk pria itu di hari ulang tahunnya, namun sekarang tuan besar Romania masih tetap menukar posisinya dengan Dito? Apakah itu masuk akal?!


Sementara Johan yang melihat putranya, dia langsung mendekati pria itu sambil berkata, "mari bicarakan baik-baik, Memangnya apa yang sudah terjadi?"


Salwa ikut menganggukkan kepalanya dan dengan hati-hati mendekati putranya sembari menjaga kakinya tidak menginjak serpihan-serpihan keramik yang ada di lantai.


"Ayahmu benar, mari bicarakan baik-baik dan tidak perlu merusak barang-barang di rumah ini," ucap Salwa mengulurkan tangannya untuk memegang tangan putranya ketika Andika malah menjauhinya.


Para pelayan dan penjaga yang ada di sana juga sangat terkejut dengan informasi itu, tetapi mereka tidak berani berkata apa-apa dan hanya diam saja ditempat mereka seperti tidak mendengar apa-apa.


Namun heriani yang ada di sana, dia hanya tersenyum mengejek lalu menatap suaminya, "Sayang ayo, kita harus pergi ke perusahaan utama karena mulai hari ini kita juga akan bekerja di sana," ucap Heryani dengan suara yang diporsikan Untuk didengar semua orang yang ada di sana.


Hal itu membuat semua orang terkejut, bahkan seluruh keluarga kedua yang ada di sana memandang tak percaya pada haryani dan Dito yang sudah berjalan pergi meninggalkan ruangan tempat mereka berada.


"A,, apa?" Ucap Salwa dengan raut wajah tak percaya.


"Apakah kakekmu menukar posisimu dengannya?" Tanya Johan pada putranya.


Tetapi bukannya menjawab, Andika malah berjalan pergi meninggalkan ayah dan ibunya menyusul Dito dan heriani.

__ADS_1


Hal itu membuat Johan dan Salwa menjadi panik jikalau Putra mereka tidak bisa menahan emosi hingga melukai kedua orang itu, maka akan ada masalah yang jauh lebih menakutkan lagi.


Johan dan Salwa langsung menyusul Andika hingga mereka menghentikan langkah saat melihat Andika dengan cepat melayangkan tendangan ke arah punggung Dito.


Buk!


Dito yang dipukul dari belakang langsung tersungkur ke depan hingga terjatuh ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?!!" Teriak heriani yang tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Andika.


Heriani hendak menghampiri suaminya untuk membantu suaminya berdiri ketika tiba-tiba saja rambutnya malah ditarik oleh Andika.


"Perempuan sialan!!!" Teriak Andika langsung mendorong heriyani ke arah tembok dan mencekik leher perempuan itu.


"Kau sengaja melakukannya bukan?!! Saat pertemuan dengan kakek tadi pagi, Kau pasti mengatakan sesuatu yang buruk hingga membuat kakek memutuskan semuanya, iya 'kan!!!" Bentak Andika sembari memperkuat cekalannya pada leher heriyani hingga membuat heriani merasa sesak dan kesakitan.


Dito yang melihat itu langsung berdiri lalu dia pun menghampiri Andika dan mendorong Andika menjauhi istrinya.


Heriyani langsung terjatuh dengan tubuh lemas, tetapi untungnya Dito dengan cepat menahan tubuh istrinya dan membawa Heriani ke gendongannya sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya.


Tanpa menunggu lebih lama, maka pria itu langsung berjalan membawa istrinya untuk kembali ke kamar bersamaan dengan lift yang terbuka dan Tuan besar Romania keluar dari lift.


"Ada apa ini?" Tanya tuan besar Romania saat ia melihat heriyani yang tampak pucat di gendongan Dito.


"Maaf kakek, aku harus ke kamar," ucap Dito hanya melewati Tuan besar Romania dan segera pergi ke kamar meninggalkan semua orang yang ada di sana, sebab yang paling penting baginya ialah keselamatan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2