Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
261


__ADS_3

Cup cup cup...


Ciuman bertubi-tubi di daratkan Dito di perut istrinya yang sudah membuncit karena umur kandungan yang sudah menginjak 7 bulan.


"Bagaimana kabarmu junior ku? Kau sehat-sehat saja kan?" Kata Dito sambil menempelkan telinganya ke perut istrinya hingga membuat Heriyani tersenyum dengan kelakuan suaminya.


Duk!


Tiba-tiba saja bayi yang ada di rahim Heryani menendang seolah menjawab pertanyaan Dito hingga membuat Dito Langsung mendongak menatap istrinya.


"Sayangku, bayi kita sangat pintar, dia bahkan tau menjawab pertanyaan ayahnya," Kata Dito sambil terus mengelus perut istrinya.


"Tentu saja dia pintar, dia memiliki orang tua yang juga pintar, jadi dia juga pintar," jawab heriani sambil mengukir sebuah senyuman indah di wajahnya.


"Istriku benar," Kata Dito kembali menempelkan telinganya ke perut istrinya.


Tetapi saat itu, ponsel Dito yang diletakkan di atas meja tiba-tiba saja berdering sehingga Dito pun dengan cepat mengambil ponselnya lalu melihat sebuah panggilan telepon yang berasal dari Agus.

__ADS_1


"Ayah menelepon, aku akan mengangkatnya dulu," ucap Dito dijawab anggukan heriani sehingga Dito pun dengan cepat mengangkat panggilan telepon itu.


"Ya, ayah," jawab dito.


"Acara Gender reveal akan diadakan tanggal berapa?" Tanya pria dari seberang telepon membuat Dito mengerutkan Keningnya.


"Apa yang ayah bicarakan? Kami tidak mengadakan Apa acara apapun," Kata Dito yang memang tidak ingin membuat istrinya kelelahan, bahkan saat ini dia sudah keluar dari perusahaan utama dan kini mengambil alih pekerjaan istrinya di perusahaan milik istrinya Sebab Dia cemas perempuan itu akan kelelahan dan mempengaruhi kehamilannya.


Meski setiap hari heriani berangkat kerja bersama suaminya, tetapi perempuan itu tidak banyak melakukan pekerjaan, Hanya beberapa pekerjaan ringan saja dan selebihnya ialah beristirahat di kantor.


"Ah,, Jadi kalian tidak mengadakan Gender reveal? Lalu kenapa asisten Dean menghubungi ayah untuk mengikuti acara itu?" Ucap Agus dari seberang telepon membuat Dito juga mengerutkan keningnya.


"Ah, begitu," Dito menganggukkan kepalanya pada Heryani sebelum dia kembali fokus pada ayahnya yang sedang berteleponan dengannya, "maaf Ayah, sepertinya acara itu memang diadakan oleh kakek, tetapi kakek tidak memberitahu kami, jadi aku juga belum tahu kapan pastinya, tapi nanti aku akan memberitahu Ayah tanggal pastinya kalau kakek sudah memberitahu kami," ucap Dito.


"Baiklah, kalau begitu ayah akan menunggu kabar darimu," jawab Agus dari seberang telepon.


"Iya ayah, Lalu bagaimana kabar kalian semua di situ?" Tanya Dito.

__ADS_1


"Semuanya baik-baik saja, ibumu setiap hari pergi ke perkumpulan ibu-ibu yang membuat kerajinan tangan, sementara adikmu saat ini sedang sibuk dalam skripsinya. Sepertinya mereka berdua sudah banyak berubah, karena Ayah memberi mereka tekanan. Mereka tidak akan mendapatkan uang dari ayah kalau mereka masih terus membantah, tapi Ayah tetap cemas mereka akan membuat ulah kalau mereka sampai ikut ke acara yang kalian adakan, jadi ayah tidak memberitahukan mereka. Ah,, ayah juga belum mengatakan padamu, kakekmu menelpon ayah dan menyuruh Ayah untuk pergi ke ibukota karena katanya Ada hal penting yang hendak ia bicarakan," ucap Agus.


"Benarkah? Kalau begitu, ini adalah kabar yang baik. Tapi Ayah harus ingat, saat datang ke ibukota nanti, Ayah harus menginap di rumah kami," ucap Dito pada pria di seberang telepon.


"Baiklah, ayah akan menghubungimu nanti saat Ayah akan berangkat ke situ," kata agus dari seberang telepon.


Mereka kemudian berbasa-basi sebentar antara ayah dan anak sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.


Melihat Dito selesai berbicara dengan ayah mertuanya, maka heriani kemudian berkata, "menurutmu, Apa alasan Kakek tiba-tiba saja memanggil Ayah?"


Dito yang mendengarkan pertanyaan istrinya kini memikirkan masalah tersebut, "apa jangan-jangan kakek sudah memaafkan ayah dan berniat untuk memanggil Ayah kembali ke perusahaan utama?" Ucap Dito yang tidak bisa menebak hal lain selain masalah tersebut.


"Ya,, mungkin saja seperti itu, atau mungkin ada sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan cabang yang ada di luar kota yang mungkin membuat kakek memanggil Ayah," kata heriyani.


"Semoga saja bukan masalah yang besar," ucap Dito sambil menghela nafas, dia tidak mau kalau sampai ayahnya semakin dikucilkan dari keluarga Romania sebab bagaimanapun, meski ayahnya sudah gagal menjadi seorang Putra dan suami serta ayah yang baik, tetapi dia tetap ingin ayahnya bisa berubah dan menata kembali kehidupannya.


Heriyani pun menganggukkan kepalanya, "Aku harap juga begitu."

__ADS_1


🪶Bocoran bab berikutnya tersedia eksklusif di YouTube dengan tager #noveltoraja. silahkan mampir jika sudah tak tahan membaca kelanjutannya🤭


__ADS_2