
Ting!
Heriani dan suaminya yang kini keluar dari lift berjalan ke arah pintu apartemen mereka.
Setelah masuk ke apartemen, heriyani langsung duduk di sofa sambil mengangkat kakinya ke atas meja karena terasa begitu pegal meski hanya berdiri beberapa saat.
Hal itu membuat Dito menjadi khawatir hingga dia pun ikut duduk di samping istrinya lalu membantu perempuan itu melepaskan mantelnya.
"Mau ku pijat?" Tanya Dito sambil berjalan ke arah tempat menggantung mantel lalu menggantung mant di sana Meski saat itu tatapannya masih sesekali melirik ke arah istrinya.
"Aku baik-baik saja, hanya kakiku sedikit pegal karena tadi banyak berdiri di kantor." Jawab heriani membuat Dito mendekati istrinya lalu dia pun memijat kaki istrinya dengan lembut.
Sambil dipijat, heriani kemudian berkata, "Bagaimana pekerjaanmu di kantor?"
Dito tersenyum senang, "semuanya berjalan dengan lancar, baru saja tadi Aku mengeluarkan dua orang dari perusahaan yang sudah melakukan korupsi besar-besaran terhadap uang perusahaan. Ah,, tadi pun aku sudah diangkat menjadi karyawan tetap!" Kata Dito dengan suara yang begitu bersemangat menceritakan pencapaiannya pada istrinya.
Heriyani turut senang dengan cerita suaminya sehingga dia berkata, "baguslah kalau begitu, Mungkin sebentar lagi suamiku akan diangkat ke posisi yang lebih tinggi."
__ADS_1
Dito mengangguk, "Terima kasih sayangku, lalu Bagaimana dengan pekerjaanmu dan pembangunan perusahaanmu?" Tanya Dito yang merasa penasaran dengan kinerja istrinya di perusahaan barunya.
"Semuanya juga berjalan dengan lancar, dan minggu depan adalah minggu ini adalah minggu terakhir perusahaan mengganti rugi semua kerugian karena videotron yang rusak beberapa waktu yang lalu. Jadi ke depannya semuanya akan berjalan dengan normal dan kupastikan omset perusahaan akan meningkat 5 kali lipat dari biasanya. Minggu depan aku juga akan mempekerjakan beberapa orang tambahan untuk pengembangan sistem perusahaan," kata heriyani.
"Bagus, Aku harap kedepannya semuanya berjalan dengan lancar untuk kita berdua, juga untuk calon anak kita," ucap Dito yang merasa sangat senang dan bahagia untuk situasi mereka saat ini.
Heriani mengangguk puas bersamaan dengan ponsel Dito yang berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Makan tanpa basa-basi, Dito memperbaiki posisi duduknya dan meletakkan kaki istrinya di atas pahanya dengan satu tangan memijat kaki istrinya dan tangan yang lain memegang ponsel di dekat telinganya.
"Halo ayah," jawab Dito pada orang di seberang telepon.
"Kau ada di mana?" Tanya Agus dengan suara yang panik membuat Dito merasa khawatir bahwa mungkin saja terjadi sesuatu pada orang di seberang telepon.
__ADS_1
"Aku ada di rumah, Memangnya ada apa? Ayah terdengar sangat?" Tanya Dito.
"Baru saja kantor polisi menghubungiku, katanya Kesya ditangkap di sana karena laporan beberapa perempuan yang berkata kalau dia telah menjadi perusak hubungan dalam rumah tangga mereka!" Jawab Agus dari seberang telepon membuat Dito langsung menatap istrinya.
"Itu,, Aku akan segera mengurusnya," ucap Dito yang tak menyangka bahwa ternyata kabar Kesya Yang dilaporkan ke kantor polisi karena kasus perselingkuhan akan begitu cepat ia dengar.
"Selesaikan masalah ini dengan baik dan jangan sampai kakekmu mengetahuinya, kalau sampai kakekmu mengetahuinya, maka Ayah tidak bisa lagi mengharapkan kesempatan untuk bertemu dengan kakekmu! Juga, jangan sampai adikmu dipenjara karena kalau ia masuk ke dalam penjara, maka keluarga kita akan sangat dipermalukan!" Ucap Agus dari seberang telepon yang kini tak tahu lagi harus berbuat apa kalau sampai kabar putrinya masuk ke penjara tersebar di mana-mana.
"Ayah, Sebenarnya aku tidak bisa membantu Kesya keluar dari penjara, karena dia sendiri yang mencari perkara dengan tidur bersama laki-laki yang telah beristri! Lagi pula, orang-orang itu bukanlah orang-orang biasa, mereka memiliki kekuasaan dan istri-istri mereka berasal dari keluarga bermartabat, jadi aku tidak tahu Apakah aku bisa membantu banyak atau tidak," jawab Dito membuat Agus yang ada di seberang telepon kini menyurutkan keningnya.
"Apa katamu?! Dia tidur dengan pria bersuami?!" Tanya Agus yang awalnya mengira bahwa putrinya mungkin hanya difitnah atau hanya ada kesalahpahaman saja.
"Ya, dia sendiri yang telah mengakui segalanya dan bahkan mencari masalah dengan istri dari pria yang tidur bersama-sama dengannya, ia secara terang-terangan menghina perempuan itu sehingga sulit untuk membebaskannya!" Tegas Dito.
"A,, apa?!! Lalu Mengapa kau baru mengatakannya sekarang?! Seharusnya dari awal kau menghubungi ayah supaya ayah bisa membereskan masalah ini dengan cepat, bukan sampai menunggu dia masuk penjara!!" Tegas Agus dari seberang telepon.
"Maafkan Aku Ayah," ucap Dito.
__ADS_1
"Hah!! Sekarang matilah Kita, keluarga kita sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk bangkit!!" Ucap Agus dengan frustasi.