
"Hah,,, ibu akan menelponnya," ucap Clarissa sembari berdiri lalu perempuan itu mengambil ponselnya yang diletakkan di meja TV dan menekan-nekan layar ponselnya.
🌼🌼🌼
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya Bu," jawab seorang pria dari seberang telepon langsung membuat Clarissa memasukkan panggilan telepon itu ke dalam mode speaker agar kedua putrinya bisa mendengar percakapan mereka.
"Kau ada di mana?" Tanya Clarissa langsung membuat Keisha yang tadi berdiri di ambang jendela kini berjalan duduk di kursi dan ikut mendengarkan percakapan ibunya dengan kakaknya.
"Kami ada di kediaman utama keluarga Romania, nanti sebentar lagi baru ke situ," jawab pria dari seberang telepon langsung membuat 3 perempuan yang ada di sana mengerutkan kening mereka masing-masing.
__ADS_1
Kenapa Dito ada di kediaman utama?
"Apa yang kau lakukan di situ? Apakah kakek kembali memanggilmu?" Tanya Clarissa yang begitu penasaran.
"Ahh,, tidak, tapi terakhir kali ketika kami datang ke ibukota, kakek bilang bahwa mulai sekarang kami akan tinggal di kediaman utama saat kami datang di ibukota. Sekarang aku dan istriku sedang ada di kamar, Kami sedang memasukkan pakaian kami ke dalam lemari sebelum pergi ke situ menghampiri ibu." Jawab Dito dari seberang telepon.
"Mulai sekarang kalian tinggal di situ?" Tanya Clarissa dengan raut wajah tak percayanya mengetahui bahwa Dito dan heriani benar-benar sudah diizinkan masuk ke kediaman utama.
Kesya dan wasti yang ada di sana pun sangat terkejut, dan keduanya menggertakan gigi mereka masing-masing karena merasa kesal dengan keberuntungan dua orang itu.
"Ya, kami akan tinggal di sini, tapi nanti aku akan berusaha berbicara dengan kakek supaya dia juga mengizinkan kalian masuk ke rumah ini. Ah,, Kami membawa oleh-oleh dari desa, tunggu sebentar baru kami membawakan kalian ke situ," kata pria dari seberang telepon.
Meski saat itu Clarissa merasa kesal, Tetapi dia tetap berkata, "Baiklah, kalau begitu kami akan menunggu di sini."
__ADS_1
Setelah berbicara, Clarissa dengan menahan amarahnya menekan tombol reject pada ponselnya lalu menghela nafas dengan kasar.
"Sial!!!" Kesya langsung mengumpat dengan kesal, "harusnya akulah yang lebih layak masuk ke dalam kediaman utama, tapi kenapa sekarang marah perempuan menjijikkan itu yang ada di sana bersama-sama dengan kakak? Bagaimana bisa perempuan desa itu mengalahkan aku yang memiliki darah asli keturunan keluarga Romania???!" Geram Kesya sembari memukul pahanya sendiri.
Wasti yang ada di sana pun cukup kesal tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan memilih diam dalam kekesalannya.
Sementara Clarissa, dia mengHela nafas, "Ibu juga mau pindah ke sana, tapi bahkan para pelayan tidak memperlakukan kita dengan baik, apalagi para sepupu-sepupu kalian itu, dan terlebih kakek kalian yang sangat sulit dihadapi dan ditemui!!!" Kesal Clarissa yang sama sekali tidak memiliki ide untuk menaklukkan keluarga Romania agar mereka bisa tinggal di sana.
Pada akhirnya ketiga perempuan itu hanya bisa terdiam di tempat mereka dan larut dalam pikiran mereka masing-masing karena merasa kesal atas keberuntungan Dito dan heriani.
Sampai beberapa saat terdiam, wasti tiba-tiba saja memiliki sebuah ide cemerlang hingga Wasti dengan semangat menatap dua orang perempuan di depannya.
"Aku punya ide, aku punya ide brilian supaya kita bisa pindah ke kediaman utama!!!" Ucap wasti dengan penuh semangat langsung membuat dua orang yang ada di sana segera menatap perempuan itu.
__ADS_1
"Ide apa yang kau miliki?" Tanya Clarissa.
"Ya, cepat katakan ide mu!" Tegas Kesya yang sudah tidak sabar untuk mengetahui apa ide perempuan itu, dia berharap ide perempuan itu bisa benar-benar membuat mereka masuk ke kediaman utama keluarga Romania.