Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
190


__ADS_3

Saat Dito tiba di kantor, dia memarkir mobilnya bersamaan dengan manajernya yang juga memarkir mobil di samping mobilnya.


Meski begitu, Dito Tidak mengenali mobil manajernya sehingga dia hanya dengan percaya diri keluar dari mobil lalu berjalan untuk meninggalkan parkiran.


Tetapi Dito menghentikan langkahnya ketika pria itu mendengar suara dari belakang yang dikenali Dito sebagai suara manajernya.


"Hei! Kau!" Panggil sang Manager langsung membuat Dito berbalik menatap managernya sambil melemparkan sebuah senyuman.


"Selamat pagi Pak Manager, Saya minta maaf karena tadi saya tidak mengenali kalau itu adalah mobil bapak," kata Dito.


Sang Manager menyipitkan matanya, ia berbalik menatap mobilnya yang ada di samping mobil Dito, pria itu bisa melihat bahwa mobil Dito tidaklah ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mobil miliknya sehingga pria itu dengan percaya diri mengangkat dagunya tinggi-tinggi sambil berjalan menghampiri Dito.

__ADS_1


"Kau sebagai bawahan harus selalu mengingat apa yang menjadi milik atasanmu supaya nantinya kau tidak melakukan kesalahan seperti saat ini, bisa-bisanya kau lebih duluan turun dari mobilmu dibanding manajermu sendiri!" Tegas sang pria langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.


"Saya mengerti Pak, kalau begitu lain kali saya pasti akan mengingat mobil bapak," Kata Dito sambil mengikuti manajernya yang kini berjalan memasuki gedung perusahaan.


Mereka mengantri di depan lift sampai akhirnya lift kosong tersedia, lalu semua orang masuk ke dalam.


Manajer dan Dito adalah yang terakhir masuk ke dalam lift, namun saat mereka masuk, lampu merah sebagai pertanda bahwa please kelebihan muatan langsung menyala.


Oleh sebab itu, Dito langsung keluar dari lift untuk membiarkan semua orang naik lebih dulu.


Dito yang mendengar keperkataan pria itu langsung kebingungan menatap sang pria karena dia tak menyangka bahwa pria di depannya mengenalinya, Padahal dia melihat posisi pria itu sudah jauh lebih tinggi darinya, jadi orang-orang akan merasa aneh kalau mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


Tetapi Dito belum sempat berkata apapun saat sang pria sudah memberikannya kode agar kembali masuk ke lift, "Silahkan Tuan," kata pria tersebut akhirnya membuat Dito menganggukkan kepalanya lalu dia masuk ke dalam lift karena dia takut bahwa jika dia masih tinggal tinggal maka pria itu akan mengatakan sesuatu yang lebih membuatnya ketahuan.


Tetapi ketika mereka sudah berada dalam lift, seorang pria yang berdiri di samping Dito lalu berkata, "aku lihat tanda pengenalmu, kau seorang pegawai magang, sementara pria yang tadi adalah seorang pegawai kontrak, tapi kenapa dia memanggilmu tuan muda dan memiliki sikap yang sangat sopan padamu? Jangan-jangan kau seorang tuan muda dari keluarga kaya raya?"


Pertanyaan pria itu langsung membuat Dito terdiam menatap sang pria, Tetapi beberapa detik kemudian dia berkata, "ah,, Sepertinya dia salah mengenaliku, aku bukan tuan muda seperti yang dia katakan."


Sang Manager yang ada di dalam lift menganggukan kepalanya, "benar sekali, mana ada tuan muda yang bekerja sebagai seorang magang di perusahaan besar, dan tidak memiliki mobil! Ah,, aku lupa, hari ini kau sudah memiliki mobil namun itu hanyalah mobil kelas rendahan yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang tuan muda yang berasal dari keluarga kaya raya," kata manajer tersebut langsung membuat semua orang kini terdiam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Mereka semua menunggu sampai lift tiba di lantai tujuan mereka masing-masing lalu satu persatu orang keluar dari lift sehingga hanya tinggal beberapa orang saja yang masih menunggu untuk tiba di lantai tujuan mereka.


Karena lift sudah agak kosong, maka sang manajer pun bersandar ke dinding lift sambil berkata, "hah,, hari ini akan menjadi hari yang sibuk."

__ADS_1


Dito yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun, tapi dia sekarang merasa cemas bahwa apa yang dikatakan manajernya mungkin benar-benar akan menjadi kenyataan sehingga Dito merasa takut bahwa hari ini dia tidak bisa menemani istrinya untuk melakukan check up di rumah sakit.


'Pokoknya Hari ini aku harus bekerja keras supaya semua pekerjaanku bisa selesai lebih awal, aku harus menemani istriku ke rumah sakit dan melihat sendiri bagaimana perkembangan bayi kami!' tegas Dito dalam hati yang begitu bersemangat menemani istrinya pergi ke rumah sakit.


__ADS_2