Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
129


__ADS_3

Sementara heriyani, dia hendak berbicara ketika tiba-tiba saja seorang perempuan berkata, "biar aku dan suamiku yang memeriksa keaslian lukisannya."


🧓🧓🧓


Setelah berbicara, eunike dan suaminya pun berjalan ke arah depan untuk menghampiri lukisan yang sedang diperdebatkan oleh semua orang.


Orang-orang yang ada di sana pun tidak mengenali eunike dan suaminya hingga mereka merasa heran kenapa kedua orang itu mengajukan diri untuk memeriksa lukisannya.


Tapi berbeda dengan anggota utama keluarga rohmania, karena mereka mengenal kedua orang itu hingga tuan besar Romania pun berdiri menyambut keduanya.


"Sudah lama tidak bertemu, Aku tidak berpikir kalian berdua akan datang kemari," kata Tuan besar Romania langsung menyalami kedua orang itu.


"Tentu saja kami harus datang, ini adalah ulang tahun Paman, Jadi kami pasti meluangkan waktu," kata Kristo sembari melemparkan senyuman pada pria di depannya.


"Haha,, kalau begitu Terima kasih sudah datang, aku senang melihat kalian di sini," ucapkan besar Romania.

__ADS_1


"Terima kasih juga Paman. Selamat ulang tahun untuk paman, ah,, Kami akan melihat lukisan ini untuk memastikan keasliannya," ucap Eunike langsung diangguki oleh Tuan besar Romania hingga eunike dan Kristo memeriksa lukisan yang ada di hadapannya.


Heriani pun memperhatikan kedua orang itu, dia tidak menyangka bahwa kedua orang yang tadinya ia lihat hanya bersikap datar saat orang-orang menyanyikan lagu Selamat ulang tahun pada Tuan besar Romania ternyata sikapnya begitu hangat.


Tapi Heryani tidak mengatakan apapun dan hanya memperhatikan kedua orang itu meniti lukisan yang sudah dibingkai.


Semua orang pun terdiam menatap kedua orang itu dan mereka semua penasaran Apakah lukisan itu akan dikatakan asli atau tidak.


Dan setelah beberapa saat, eunike pun menatap Tuan besar Romania sambil berkata, "ini lukisan asli."


Sementara tuan besar Romania, pria itu pun menatap ke arah Dito dan Heryani dan dia merasa bersalah pada kedua orang itu Sebab Dia tahu eunike dan kristo bukanlah orang yang bisa berbohong tentang masalah seperti itu.


Apalagi sampai memiliki alasan untuk membela Heryani dan Dito, maka tuan besar Romania pun dengan sangat menyesal berkata, "maafkan kakek dan semua orang yang ada di sini, kami tidak tahu kalau lukisan ini benar-benar asli. Dari dulu kakek sudah mengharapkan lukisan ini, tetapi Nyonya asmiati tidak pernah mau memberikan lukisan miliknya pada orang lain, apalagi jika mau menjualnya. Tapi sekarang lukisannya datang dari kalian berdua Ini adalah sebuah berkat yang tak ternilai."


Dito yang melihat keadaan sudah mulai berubah pun kini menganggukkan kepalanya, "sama-sama kakek, lagi pula ini hanya,,," Dito menghentikan ucapannya ketika dia hendak menyebut itu sebagai hadiah kecil saja, sebab tentunya hadiah tersebut bukanlah hadiah yang kecil dan mereka akan terlihat sombong jika dia masih mengatakan hadiah itu sebagai hadia kecil dari mereka sehingga di setelah beberapa saat, Dito melanjutkan ucapannya dengan berkata, "istriku lah yang memberikan hadiah itu untuk."

__ADS_1


Heriani yang mendengarkan itu langsung mempererat rangkulannya pada suaminya sambil menatap suaminya, "apa yang kau bicarakan? Ini hadiah dari kita berdua, bukan hanya hadiah dariku," kata Heryani langsung membuat ban besar Romania tersenyum dengan kelakuan kedua orang itu.


"Tidak sia-sia kakek menjodohkan kalian berdua, kalian berdua memang saling sangat menyayangi satu sama lain," ucap Tuan besar Romania merasa sangat senang atas apa yang terjadi di hari itu.


Sementara Andika yang duduk di tempatnya, pria itu mengepal kuat tangannya dan dia benar-benar tak percaya bahwa Nyonya asmiati lebih memilih memberikan lukisan itu pada heriani dan suaminya ketimbang pada dia yang sudah menawarkan berbagai hal pada perempuan itu.


Dia menggertakan giginya sambil berdiri lalu dia meninggalkan acara pesta dengan perasaan yang begitu kesal.


Begitu meninggalkan ruangan pesta, asistennya langsung menghampirinya dan terlihat jelas pria itu tampak takut pada Andika.


Benar saja, asisten tersebut belum mengatakan apapun ketika Andika langsung melayangkan sebuah tinju keras ke arahnya hingga menyukai wajahnya.


Buk!


"Dasar kau tidak berguna! Bisa-bisanya Kau kecolongan dan tidak melihat lukisan itu di dalam bingkai yang disediakan oleh kedua orang itu! Kau lalai menjalankan tugasmu hingga membuatku terlihat seperti lelucon di depan kedua orang itu!" Bentak Andika pada asistennya.

__ADS_1



__ADS_2