
Setelah mendengarkan ucapan sang pelayan, maka tanpa membuang waktu, heriani segera berdiri lalu dia membereskan barang-barang mereka sebelum menarik sebuah koper dari belakang.
"Biar aku yang membawanya," ucap Dito mengambil alih koper dari tangan istrinya.
Heriyani pun tersenyum menatap ketiga perempuan yang berdiri menatap mereka dengan tatapan kesal.
"Kami pergi dulu, semoga tidur Kalian juga nyenyak," kata heriani benar-benar membuat 3 perempuan yang ada di sana merasa sangat kesal tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah kepergian kedua orang itu.
Dito pun menatap Ibunya dan kedua saudaranya, "Kami pergi sekarang," kata pria itu diangguki oleh Clarissa dengan raut wajah datarnya.
Dia tidak puas!!!!
__ADS_1
Tetapi Heriani begitu puas melihat perempuan di depannya yang dengan susah payah menganggukkan kepalanyaz lalu dia pun tersenyum keluar bersama dengan suaminya dan mengikuti seorang pelayan yang menunjukkan jalan untuk mereka.
Baru saja Ketiga orang itu pergi, Wasti dengan kesal segera menutup pintu dengan keras.
Brak!!
"Sial!!" Geram perempuan itu sembari berjalan ke arah kursi lalu dia duduk di sana dengan wajah yang begitu murung.
Sementara mereka, masih harus tetap tinggal di tempat itu meratapi nasib mereka tinggal di rumah yang minim fasilitas.
"Benar-benar menyebalkan, entah kapan kita bisa tinggal di rumah itu,, padahal aku sudah lelah setiap hari berada di tempat ini!" Kata Kesya dengan wajah cemberutnya menatap ke arah jendela di mana dia bisa melihat kediaman besar yang ada di depan rumah mereka.
__ADS_1
Sangat mewah namun hanya bisa dipandang, Sebab mereka pun tak berani menginjakkan kaki mereka di kediaman itu kecuali atas persetujuan tuan besar atau adanya acara-acara besar hingga mereka bisa menyelinap kesana.
"Hm, Aku harap aku segera menikah dengan seorang pria kaya raya yang bisa membawaku pergi dari tempat ini. Aku mau menikah dengan orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi daripada keluarga Romania supaya aku bisa memandang rendah mereka saat sudah menjadi menantu keluarga kaya raya," kata wasti dengan wajah yang ditekuk menatap ke arah kediaman utama keluarga Romania.
Clarissa yang melihat kedua putrinya sedang bermimpi konyol hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu perempuan itu pun berdiri dan dia masuk ke dalam kamar untuk beristirahat meski hatinya benar-benar tidak puas atas apa yang terjadi pada hari itu.
Sementara itu, heriani dan Dito yang sedang membawa koper mereka ke kediaman utama keluarga Romania, saat itu para pelayan yang ada di sana terkejut melihat pelayan senior mereka malah pergi secara pribadi menjemput kedua orang itu.
Mereka berbisik-bisik satu sama lain, tetapi mereka Langsung menghentikan bisikan mereka saat pelayan senior menatap Mereka memberi peringatan supaya tidak berbuat macam-macam.
Heriyani tersenyum melihat semua pelayan yang sudah mati kutu, mereka terus mengikuti pelayan yang berjalan di hadapan mereka sampai tiba di depan sebuah pintu kamar, lalu mereka diberikan kunci oleh pelayan tersebut.
__ADS_1
"Ini kunci kamar kalian, tuan besar sendiri yang memberikan kamar ini pada kalian jadi boleh memakainya kapan saja saat kalian datang ke rumah ini. Ahh, Jika ada yang kalian perlukan, tolong langsung beritahu pada pelayan yang ada di sini supaya mereka menyiapkannya untuk kalian," kata pelayan itu dengan menahan kekesalannya dalam hati Sebab di mereka benar-benar tidak Sudi melayani orang-orang di depan mereka, namun tidak punya pilihan lain selain melakukan perintah dari tuan mereka.