Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
182


__ADS_3

Heriani yang pergi menemui seorang klien mendapatkan sebuah panggilan telepon yang berasal dari Niko.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Halo," Jawab Heryani.


"Hei, Jam berapa kita bertemu hari ini?" Tanya pria dari seberang telepon yang mana dia sudah tidak sabar untuk bertemu heriyani dan belajar cara menganalisis saham dengan benar.


"Ah, aku belum tahu, karena hari ini aku sudah mulai bekerja jadi tentunya akan sulit bagiku membagi waktu, nanti akan kubari lagi kapan aku ada waktu," jawab heriani yang merasa bahwa hari ini Dia tidak punya waktu untuk bertemu pria itu, karena dia sangat sibuk dan malam harinya dia tidak mau meninggalkan suaminya.


"Uh, apa di jam makan siang kau juga sibuk?" Tanya Niko.


"Ya, aku ada makan siang perusahaan, jadi Tentu saja kita tidak bisa bertemu." Ucap heriyani.


"Oh, Ya sudah, aku akan kembali menelponmu besok," kata pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri lalu heriani menyimpan kembali ponselnya.


'Dia pasti sangat tidak sabar untuk mengetahui rahasianya,' ucap heriyani dalam hati yang sebenarnya beberapa waktu terakhir dia memang terus menunda-nunda pertemuan mereka hanya untuk membuat pria itu kesal.

__ADS_1


Maka, heriani yang berada dalam taksi, ia tersenyum sepanjang jalan sampai akhirnya mobil mereka tiba di sebuah perusahaan yang mana perusahaan.


Heriyani turun dari mobil lalu melangkah masuk ke perusahaan tersebut dan melihat perusahaan yang ada di sana, perusahaan yang besar.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang resepsionis sambil melemparkan senyumannya pada heriyani kala ia melihat penampilan Heryani yang tampak sangat berkelas.


"Saya ingin bertemu dengan Manager Megan," kata Heryani.


"Baiklah kau mas saya bisa menghubunginya, tapi apakah sebelumnya Anda sudah membuat janji?" Tanya resepsionis itu.


Heryani menjawab, "Untuk saat ini belum, Tapi tolong hubungi Nona Megan bahwa saya berasal dari jasa iklan--"


Ucapan resepsionis itu langsung membuat heriani menyipitkan matanya, Jelas-jelas ia melihat perempuan di depannya menyimpan kebohongan di matanya, sehingga heriani pun menganggukkan kepalanya lalu dia meninggalkan resepsionis tersebut dan memilih duduk di salah satu sofa yang terletak di lobby.


Heriani duduk di sana sambil mencari informasi tentang Megan supaya ketika Megan lewat di lobi, dia langsung mengenali perempuan itu.


Sang resepsionis yang melihat heriani tampak tenang memainkan ponselnya juga tidak terlalu peduli, perempuan itu kembali duduk di kursinya lalu mendapatkan ponselnya.


Setelah mendapatkan ponselnya, resepsionis tersebut mengirim pesan pada Megan, *di lobi ada seseorang yang mencari Nona Megan, katanya dia dari jasa pengiklanan. Kalau tidak penting, usahakan untuk meninggalkan hotel tanpa melewati lobi, dia menunggu di sini.*

__ADS_1


Setelah mengirim pesan tersebut, resepsionis pun meletakkan ponselnya lalu dia melanjutkan pekerjaannya tanpa perduli lagi pada heriyani.


Namun setelah beberapa saat, resepsionis itu kembali berdiri ketika ia mendapat alarm bahwa ada seseorang yang memasuki lobby perusahaan sehingga dia berdiri dan terkejut melihat seorang pria tampan yang kini berdiri di hadapannya.


"Aku datang untuk bertemu Nona Megan," ucap pria itu langsung membuat sang resepsionis menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, silakan masuk,, saya akan langsung menghubunginya," ucap Sang Perempuan langsung dijawab anggukan pria tampan tersebut hingga Dia berjalan menuju lift.


Heriani yang mendengarkan percakapan kedua orang itu langsung tersenyum miring, sehingga dia dengan cepat berdiri dan berjalan menghubungi pria tampan yang masih sementara berjalan ke arah lift.


"Permisi," kata heriani langsung membuat pria yang dibicarai oleh heriyani kini menghentikan langkahnya lalu menatap heriani.


Pria itu sedikit mengangkat alisnya ketika ia melihat heriyani, karena saat itu heriyani sangatlah cantik dan terlihat seperti perempuan dengan pendidikan yang tinggi.


"Ada yang bisa kubantu?" Tanya pria tersebut.


"Ya, Aku juga mau menemui Nona Megan, bolehkah kita bersama-sama?" Tanya heriani langsung membuat sang pria menganggukkan kepalanya.


Tetapi, resepsionis yang melihat hal itu dan mendengarkan percakapan Heryani langsung berdiri untuk menghampiri dua orang itu demi mencegah mereka.

__ADS_1


'Dasar perempuan itu! Bsa-bisanya Ia menggunakan kecantikannya untuk mendapatkan sesuatu?' Kesal resepsionis itu berjalan terburu-buru menghampiri dua orang tersebut.


__ADS_2