
"Apa yang kalian lakukan bersama-sama?" Tanya Marwan yang tak menyangka bahwa putranya akan bergaul dengan cucu ke-6 keluarga Romania.
😟😟😟
"Memangnya ada apa Kalau kami bersama-sama?" Tanya Adam.
"Ada apa?!" Marwan menatap Dito dengan tatapan tak sukanya lalu lanjut lagi berbicara, katanya, "kau bilang ada apa? Pria ini adalah pria dari keluarga ketiga yang merupakan keluarga buangan di keluarga Romania, dan kau adalah seorang pewaris utama keluarga Romania. Jadi kau tidak usaha memberi dia peluang untuk berada di dekatmu, Karena dia hanya merancangkan kelicikan untuk membuatmu jatuh supaya dia bisa menguasai posisimu!!"
Melihat ayahnya yang tak menahan diri untuk menghina Dito, maka Adam menjadi sangat kesal pada ayahnya sehingga Adam berkata, "Ayah ini terlalu aneh, Bagaimana bisa Ayah berkata seperti itu pada adik sepupu? Dia tetaplah bagian dari keluarga Romania, lagi pula dia tidak seperti keluarga kedua yang menyimpan kebusukan mereka di belakang kakek!"
__ADS_1
Marwan sangat terkejut mendengar ucapan putranya karena dia tak menyangka bahwa pria itu akan membela Dito "Kau berani membelanya di depanku?!" Bentak Marwan.
Adam tetap bersikap tenang menatap ayahnya, "aku hanya membela yang baik," ucap Adam sebelum dia mengulurkan tangannya memegang tangan Dito lalu menarik pria itu menuju ruangannya.
Marwan yang melihat itu langsung menggertakkan giginya, "Anak itu benar-benar bodoh, bisa-bisanya dia tidak menyadari bahwa Dito adalah salah satu saingannya!" Gerutu Marwan Yang beberapa waktu terakhir ini sangat cemas karena Tuan besar Romania mulai melirik Dito sehingga dia cemas bahwa suatu saat Dito akan melengserkan posisi putranya.
Sementara Adam yang mengajak Dito ke dalam ruangannya, kedua pria itu segera duduk.
"Tidak perlu cemas, ayahku memang seperti itu, tapi lama-lama dia tidak akan mengingatnya lagi. Tapi aku dengar sekarang kau ditugaskan menjadi kepala tim khusus untuk menyelidiki setiap transaksi yang terjadi di perusahaan utama maupun di perusahaan cabang, dan kalian bekerja secara rahasia?" Tanya Adam.
__ADS_1
Dito tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "benar sekali, kami mulai dibentuk beberapa hari yang lalu dan saat ini kami masih mengumpulkan dokumen-dokumen secara rahasia. Kakek juga berkata bahwa kedepannya kami akan mendapatkan tempat khusus yang terpisah dari perusahaan supaya kami bisa bekerja dengan nyaman," ucap Dito.
"Itu bagus sekali, kalau begitu aku mohon padamu untuk memulai penyelidikannya dari keluarga kedua, karena mereka sebenarnya selama ini memiliki banyak hal gelap yang mereka simpan, tetapi mereka sangat pandai menyembunyikannya sehingga tidak ada satupun pejabat perusahaan yang mengetahuinya, dan karena kalian adalah tim khusus maka aku yakin kalian pasti bisa menyelidikinya." Ucap Adam yang merasa khawatir bahwa keluarga kedua sudah melakukan banyak penggelapan dana perusahaan yang membuat perusahaan menjadi rugi secara besar-besaran.
Dito pun menganggukkan kepalanya, "yang kau katakan itu benar, kalau begitu nanti aku akan fokus pada mereka terlebih dahulu." Ucap Dito.
"Baguslah, kalau begitu nanti kalau kau membutuhkan bantuanku, cukup menelponku saja. Nomor ponselku sudah ada di istrimu," ucap Adam membuat Dito sedikit mengepel kuat tangannya karena dia tidak mengerti Mengapa Adam dan istrinya bisa tampak sedekat Itu dan bagaimana istrinya membantu seorang pria yang selama ini tinggal di luar negeri.
Juga, Dito mengetahui pasti bahwa istrinya tidak pernah bertemu dengan Adam sebelumnya, jadi bagaimana bisa mereka berkenalan?
__ADS_1
Meski begitu, Dito tetap menganggukkan kepalanya, "terima kasih, kalau begitu Sekarang aku harus pergi dulu karena jam istirahat telah usai," ucap Dito dijawab angggukan Adam sehingga Dito pun segera pergi meninggalkan ruangan Adam dengan perasaan cenat-cenut.
🧑🎄🧑🎄🧑🎄..