
Bip bip bip...
Heriani memasukkan sandi pintu apartemen mereka dengan Dito yang memperhatikan perempuan itu.
Setelah pintunya terbuka, heriani pun mendorong pintu tersebut secara perlahan-lahan.
Dito sangat terkejut ketika ia melihat taburan bunga mawar di lantai dan juga lilin-lilin kecil portable yang dinyalakan di sana serta keadaan apartemen itu yang berada dalam kondisi gelap.
"Wah,," heriyani berpura-pura terkejut sambil memegang tangan suaminya lalu keduanya pun memasuki ruangan tersebut.
"Kenapa di sini ada banyak bunga mawar?" Ucap Dito yang merasa heran dengan orang yang membuang-buang kelopak bunga mawar seperti itu.
Heriyani yang mendengarkan ucapan suaminya hanya bisa menghela nafas dan menahan diri agar tidak mengatakan kekesalan nya pada suaminya, dan dia terus menarik suaminya hingga mereka tiba di ruangan paling dalam dan melihat dekorasi yang lebih mengejutkan lagi.
"Indah sekali, sepertinya ini disiapkan untuk kita karena mereka tahu kita adalah suami istri." Kata heriani sembari menoleh melihat suaminya yang saat itu juga menatapnya.
"istriku lebih indah daripada dekorasi di sini, tapi kenapa apartemennya dipenuhi bunga mawar?" Ucap Dito sambil menatap ke segala arah dan tempat itu memang dipenuhi bunga mawar merah dan juga aroma mawar merah yang membuat Dito menjadi semakin aneh.
"Entahlah," ucap heriyani akhirnya berjalan lagi menarik suaminya mengelilingi tempat itu hingga mereka menghentikan langkah saat secara tiba-tiba ada sebuah robot yang berjalan ke arah mereka.
"Robot yang sangat imut," kata heriyani memperhatikan robot berbentuk anjing sampai robot tersebut menjulurkan lidahnya yang mana Di sana ternyata terdapat sebuah kertas berwarna merah yang dilipat berbentuk hati.
"Sepertinya Dia menyuruh kita mengambil kertasnya," ucap heriyani mengulurkan tangannya mengambil kertas tersebut persamaan dengan anjing lucu itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Heriani kemudian berbalik menatap suaminya, "Bagaimana kalau kau yang membukanya?" Ucap heriani langsung membuat Dito mengulurkan tangannya mengambil kertas berbentuk hati dan kemudian membukanya secara pelan-pelan.
Heriani pun memperhatikan kertas berwarna merah itu, dan dia penasaran apa yang tertulis di sana Sebab Dia hanya menyuruh seseorang untuk membuatkan kejutan romantis untuk sepasang suami istri.
Jadi bagaimana orang itu mengaturnya, heriani juga tidak tahu apapun karena waktunya yang terlalu buru-buru hingga Dia tidak punya kesempatan untuk menjelaskan keinginannya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kertas yang ada di tangan Dito kini terbuka dengan sempurna lalu kedua orang itu pun membaca tulisan yang ada di sana.
*Nyonya silakan masuk ke pintu dengan gambar hati berwarna merah dan Tuan silakan masuk ke pintu yang diberi gambar hati berwarna putih.*
Setelah membaca tulisan itu, Heryani dan Dito saling bertatapan satu sama lain sebelum menoleh ke arah seluruh ruangan dan melihat bahwa setiap pintu yang ada di sana memang telah diberikan masing-masing stiker berbentuk hati dengan warna yang berbeda-beda.
"Aku harus pakai pintu yang ada di sana," ucap heriyani menunjuk sebuah pintu yang diberikan stiker hati berwarna merah.
Oleh sebab itu, Dito langsung menggenggam erat tangan istrinya, "sayang, Bagaimana kalau sebenarnya semua ini rencana seseorang? Bagaimana kalau keluarga kedua merencanakan sesuatu pada kita berdua Dan mereka sengaja memisahkan kita?" Ucap Dito dengan nada suara khawatir.
Melihat suaminya yang terlalu khawatir, maka heriani mau tidak mau Akhirnya tersenyum dan mengulurkan tangannya mencubit perut suaminya.
"Kau ini,, sekarang kau jadi lebih waspada, tapi kewaspadaanmu menjadi berlebihan sekali. Keluarga kedua tidak mungkin bisa masuk ke tempat ini karena mereka tidak akan mengetahui sandi apartemennya, juga mereka belum tahu kalau apartemen ini diberikan untuk kita," ucap heriyani meyakinkan suaminya.
"Ah,, begitu," Dito mengganggu kan kepalanya lalu dia pun melepaskan genggaman tangannya pada istrinya dan membiarkan heriani memasuki sebuah pintu yang diberi stiker hati berwarna merah.
Sebelum memasuki pintu, heriani melambaikan tangannya pada suaminya sebagai kode agar pria itu segera masuk ke pintu yang dituju oleh pria itu.
__ADS_1
Dito pun menganggukkan kepalanya lalu dia berjalan ke arah pintu yang harus ia masuki, setelah berdiri di depan pintu ia melihat heriani sudah menghilang dari pandangannya karena telah masuk ke ruangan lain.
'Aku harap ini baik-baik saja,' ucap Dito sebelum dia mengulurkan tangannya memegang handle pintu lalu membuka pintu tersebut.
Saat membuka pintu kamar, Dito mendapati ruangan tersebut sangatlah terang, berbeda dengan ruangan yang baru saja ia tempati, lalu di sana juga ada seorang pria berjas hitam yang langsung membungkukkan badannya memberi hormat pada Dito.
"Silakan masuk tuan," ucap pria itu langsung membuat Dito menyipitkan matanya.
"Di ruangan yang ditempati istriku itu, apakah di sana laki-laki atau perempuan?" Tanya Dito yang merasa cemas kalau yang ada di sana mungkin laki-laki.
Tetapi sang pria yang kini berdiri tegap di depan Dito segera menjawab, "di sana ada teman saya yang merupakan perempuan, jadi Tuan tidak perlu khawatir apapun. Silakan kemari supaya saya membantu Tuan untuk bersiap," ucap pria di depan Dito.
"Bersiap untuk apa?" Tanya Dito kebingungan.
"Tuan besar Romania menyuruh kami menyiapkan kejutan untuk kalian berdua, jadi tentu saja kami belum bisa memberitahukannya," kata Sang pria sembari mengambil sebuah setelan jas yang telah Ia siapkan hingga membuat Dito mengerutkan keningnya.
'Jadi ini berasal dari kakek?' ucap Dito akhirnya mau bekerja sama dan membiarkan pria di depannya membantunya berganti pakaian dan mengurus beberapa hal lainnya.
Sembari berganti pakaian, Dito pun memperhatikan ruangan tersebut, yang merupakan sebuah kamar yang sangat luas di tengah-tengah kamar itu ada sebuah ranjang berukuran king size dan juga bar mini, serta kolam renang yang tembus ke balkon.
Tiga hal itu langsung membuat Dito terdiam di tempatnya karena tak menyangka bahwa apartemen yang mereka dapatkan benar-benar memiliki fasilitas mewah.
"Apakah ini kamar utama di apartemen ini?" Tanya Dito.
__ADS_1
"Benar sekali, Ini adalah kamar utamanya, di lantai 2 juga masih ada kamar lain, tetapi memiliki kamar dengan ukuran yang lebih kecil dari kamar ini." Jawab sang pria yang bersama-sama dengan Dito.