
"Memangnya kau pikir ada perusahaan yang mau menerima mereka saat melamar pekerjaan dan perusahaan melihat mereka berasal dari universitas kecil?!! Pokoknya Kami bertiga akan tetap tinggal di sini, hanya kau saja yang akan pergi ke kota m!?!" Tegas Clarissa.
🫁🫁🫁
Agus yang tidak tahan lagi akhirnya melototkan matanya ke arah istrinya, dan dia berdiri sembari mengangkat tangannya untuk menampar perempuan itu ketika dia menyadari bahwa anak pertama dan menantunya ada di situ.
Maka dia langsung menurunkan tangannya sembari menggertakan giginya, "kau perempuan bodoh!! Lebih baik mereka berdua lulus dari universitas kecil daripada jika kalian tinggal di sini membuat keonaran setiap hari hingga membuat kita tidak memiliki muka untuk bertemu dengan ayah!!!" Teriak Agus pada perempuan di depannya.
Sementara heriani yang melihat itu, dia mengerutkan keningnya lalu dia pun berkata, "aku rasa apa yang dikatakan ibu itu benar, tidak bagus kalau mereka berdua lulus dari universitas kecil."
Ucapan heriyani sangat mengejutkan Clarissa karena dia tidak menyangka bahwa heriyani akan membelanya, sehingga perempuan itu menatap ke arah heriani dan melihat perempuan itu lanjut lagi berbicara.
__ADS_1
"Aku bukan ingin mencampuri urusan ayah dan ibu, tapi sebaiknya mereka bertiga tetap tinggal di sini, tapi untuk mengawasi, bagaimana kalau Ayah mempercayakannya pada suamiku? Aku yakin suamiku pasti bisa menjaga mereka bertiga di sini." Ucap Heryani langsung membuat CLarissa menganggukkan kepalanya.
"Benar!! Kami akan tetap tinggal di sini, ini demi kedua Putri kita dan juga biar Putra pertama kita yang mengawasi Kami bertiga jika kau benar-benar tidak mempercayai kami!!!" Tegas Clarissa.
Agus yang mendengarkan itu menahan emosinya, lalu dia pun kembali duduk di kursinya sembari menatap ke arah putranya yang saat itu sedang membisikkan sesuatu di telinga clarisan.
"Apa yang baru saja kau katakan? Jangan bilang kau ingin kita tinggal di sini?" Tanya Dito yang sebenarnya tidak apa-apa jika mereka tinggal di tempat itu, tetapi yang menjadi permasalahan adalah dia sudah tahu bahwa Ibunya dan kedua saudaranya tidak menyukai istrinya, jadi dia tidak mau kalau istrinya sampai setiap hari ditindas oleh ke-3 orang itu.
Meski mereka juga akan pergi ke desa, tetapi tetap saja, satu bulan lagi dia berharap mereka akan segera pindah ke ibukota dan tinggal di situ, jadi dia tidak mau jika sampai istrinya harus menderita di rumah.
Dia sudah menggunakan kemampuan peretasnya hingga mengetahui bagaimana wasti tidak membayar uang kuliahnya selama beberapa waktu hingga Bagaimana pengeluaran ketiga perempuan itu.
__ADS_1
Sangat besar dan sangat berfoya-foya, padahal penghasilan keluarga mereka hanya cukup cukup saja.
"Hah,,," Agus menghela nafas, "itu ada benarnya, tapi aku tetap tidak percaya jika mereka harus tinggal bertiga di sini!!!" Tegas Agus.
"Bagaimana kalau memasang CCTV di rumah ini? Dengan begitu, ayah bisa melihat apa saja yang mereka lakukan di rumah," ucap Heryani.
Clarissa langsung melototkan matanya menatap heriyani, dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh perempuan itu, ia hendak mengelak ketika Dito lebih dulu berbicara.
"Apa yang dikatakan istriku itu benar, ayah bisa memantau kapan mereka keluar dari rumah dan kembali ke rumah, Jadi kalau Kesya dan wasti terlambat pulang ke rumah, ayah bisa langsung menelpon Di mana mereka berada. Kalau Ayah merasa repot, biar aku yang membantu Ayah mengawasi mereka," ucap Dito.
"Baiklah, kalau begitu ayah akan mencobanya selama 1 bulan saja, tetapi jika dalam satu bulan mereka bertiga kembali membuat masalah, maka ayah akan datang kemari menjemput mereka bertiga untuk pergi ke kota m!!" Tegas Agus.
__ADS_1
Heriyani yang mendengarkan itu langsung tersenyum dalam hati, 'rasakan Kalian bertiga, lihat Bagaimana aku akan membuat kalian menderita tanpa adanya uang di tangan kalian!!'