Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
152


__ADS_3

Srasshhh.....!!


Srasshhh.....!!


"Ha ha ha.... Wajahmu memerah!!" Tawa heriani yang saat itu, ia dan suaminya sedang berdiri bersama-sama di bawah shower dengan heriyani yang menatap suaminya.


"Jangan bercanda, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dito memeriksa tubuh istrinya kalau kalau ada luka pada tubuh istrinya yang disebabkan olehnya.


"Tentu saja baik-baik saja,, tapi tidakkah kita membuat satu ronde lagi?" Tanya heriani sambil memeluk suaminya hingga membuat Dito merasakan hasratnya kembali naik.


Tetapi pria itu menahan diri sambil berkata, "kau akan kelelahan nanti," ucap Dito sembari mematikan shower lalu mengambil handuk dan menyelimuti istrinya.


"Hm, kau yakin tidak mau?" Tanya heriani memperhatikan suaminya yang sedang memakai handuk.


"Sudah berapa ronde, Aku tidak mau kau malah jatuh sakit karena lelah, ini juga sudah malam, kita harus makan malam," Kata Dito merangkul istrinya keluar dari kamar mandi hingga membuat heriani agak kecewa.


Tetapi dia sadar bahwa apa yang dikatakan suaminya itu memang benar, lagi pula dia juga sudah merasa sakit di seluruh tubuhnya karena lelah dan terutama pada bagian pribadinya.

__ADS_1


Oleh sebab itu, heriani hanya menurut saja pada suaminya yang si kini membantunya berganti pakaian sebelum mereka keluar dari apartemen.


"Ada restoran di dekat sini, Ayo kita ke sana," kata heriani yang sebelum-sebelumnya sudah mencari tahu informasi seputar apartemen tempat mereka berada.


Dan tentunya kau mahal pertama yang ia lakukan adalah mencari tahu fasilitas apa saja yang ada di sekitar apartemen tersebut dan terlebih fasilitas apa saja yang disediakan di apartemen itu.


"Baiklah," ucap Dito.


Maka setelah berjalan sekitar 10 menit, mereka akhirnya memasuki sebuah restoran yang merupakan restoran bintang 5.


"Kami pesan satu set menu ini dan juga yang ini," ucap heriani ketika dia dan suaminya telah memutuskannya.


"Baik Nona," jawablah lain yang bertugas di sana sebelum meninggalkan haryani dan Dito untuk menyiapkan pesanan kedua orang itu.


"Sayang, apakah mulai sekarang kita akan tinggal di rumah baru itu?" Tanya Dito pada istrinya ketika pelayan telah meninggalkan mereka.


"Hm,," heriyani berpikir sesaat sebelum lanjut berkata, "bagus juga kalau kita tinggal di situ, jadi tidak perlu setiap hari harus bertemu dengan keluarga kedua di rumah. Tapi kita harus melakukan reservasi sedikit, Jadi mungkin agak lama, kecuali kalau kau tidak keberatan kita menempati rumah itu dengan desain yang saat ini, nanti kita bisa perlahan-lahan mengatur sesuai keinginan kita,"

__ADS_1


Dito menganggukkan kepalanya, "aku rasa menempatinya sekarang adalah pilihan yang terbaik, lagi pula aku tidak mau setiap hari kau terus diincar oleh sepupu ke-5," ucap Dito yang merasa kesal setiap kali ia mengingat bagaimana Niko terus saja mencari waktu untuk berbicara dengan istrinya.


"Baiklah, kalau begitu kita bisa tinggal di sana, tapi untuk malam ini kurasa kita harus kembali ke kediaman utama." Ucap heriani yang jelas tahu bahwa orang-orang perlu waktu untuk membersihkan semua dekorasi kejutan yang ada di apartemen.


Dito mengganggukan kepalanya, "istriku benar," ucap Dito sambil melemparkan senyumnya pada perempuan di depannya.


Maka semua kedua orang itu pun membincangkan beberapa masalah mengenai dekorasi apartemen mereka sampai akhirnya mereka selesai makan.


Setelah makan, heriani berjalan ke arah kasir dan membayar makanan mereka.


Namun ketika ia berbalik untuk menghampiri suaminya agar mereka pergi dari tempat itu, heriani mengerutkan keningnya saat ia tidak mendapati suaminya di manapun.


Heriani akhirnya bertanya pada sang pelayan, "Apakah kau melihat Ke mana perginya suamiku?"


"Ah, barusan saya lihat naik ke lantai 2" jawab pelayan tersebut langsung membuat heriani pergi ke lantai.


Saat heriani tiba di lantai 2 perempuan itu terkejut saat ia melihat suaminya sedang menarik seorang perempuan.

__ADS_1


__ADS_2