Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
131


__ADS_3

Setelah acara ulang tahun tuan besar Romania, maka semua orang pun meninggalkan hotel, termasuk Kadita dan Dito yang juga kembali ke kediaman utama keluarga Romania.


Begitu tiba di kediaman, keduanya langsung dicegat oleh keluarga pertama dan kedua Romania yang memberi mereka tatapan tidak baik.


"Bukankah kalian berdua perlu menjelaskan Bagaimana kalian mendapatkan lukisan itu?!! Tidak mungkin Nyonya asmiati memberikan lukisan itu secara cuma-cuma Bukan?!!" Tegas Andika menatap heriani dan Dito dengan semua orang yang ada di sana juga memberikan tatapan yang sama.


Dito yang melihat semua orang mengintimidasi mereka berdua, ia langsung merangkul istrinya dan menarik istrinya mundur beberapa langkah.


"Kalian, tidakkah kalian lelah dari pesta? Mari bicarakan hal lainnya Besok saja," ucap Dito.


"Apa katamu?!! Ini adalah masalah yang penting! Jadi tidak mungkin ditunggu sampai besok!!!" Bentak Niko merasa kesal pada dua orang yang ada di depannya.


Dito pun menghela nafas, lalu dia menatap istrinya karena dia juga penasaran Bagaimana istrinya mendapatkan lukisan itu sehingga dia tidak bisa berkata apa-apa selain istrinya yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan pada mereka.


Heriani pun tersenyum pada semua orang, "kalau kalian penasaran, kenapa tidak menemui Nyonya Asmiati dan menanyakannya? Aku yakin kalau aku yang menjawabnya, kalian tidak akan percaya meski aku memberikan kalian bukti!!" Ucap heriani yang jelas tahu apa yang ada di pikiran sama orang di depannya.


Mereka semua hanya ingin mencari kesalahan nya, bukannya mencari kebenaran atau fakta yang sesungguhnya!

__ADS_1


Tuan pertama keluarga Romania langsung memberikan tatapan tajam pada heriani sambil berkata, "Kau!! Beraninya orang dari keluarga ketiga berbicara seperti itu pada kami!! Memangnya kau pikir kau--"


"Sayang berhenti!" Ucap Nyonya pertama keluarga Romania memperingatkan suaminya kala ia melihat mobil milik tuan besar Romania kini telah tiba di halaman rumah.


Maka semua orang pun mengalihkan perhatian mereka pada mobil Tuan Besar Romania dan tidak mengingat lagi kemarahan mereka pada Heryani.


Heriani dan Dito juga ikut berbalik, lalu mereka melihat tuan besar Romania turun dari mobil dan berjalan ke arah mereka dengan sebuah senyuman indah di wajahnya.


"Apa kalian sengaja berdiri di luar rumah untuk menungguku?" Tanya tuan besar Romania dengan suara yang begitu hangat.


Mendengar ucapan Tuan besar Romania, maka semua orang berlomba-lomba menyanjung Tuan besar Romania dengan Dito dan heriani yang hanya diam saja di tempat mereka tanpa ada sedikitpun niat untuk mencari muka.


Dito pun menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Terima kasih kakek, tapi sebenarnya kami tidak mengharapkan hadiah apapun."


Keluarga pertama dan kedua yang mendengarkan ucapan Dito langsung memperlihatkan wajah tidak suka mereka, Sebab mereka berpikir bahwa Dito hanya mengatakan itu untuk semakin mencari muka di hadapan Tuan besar romaninya.


"Jangan berkata seperti itu,, terakhir kali kalian berdua sudah menolak hadiah dari kakek, jadi hadiah kali ini tidak boleh kalian tolak!" Ucap tuan besar Romania sembari mengulurkan tangannya menepuk pelan bahu Dito sebelum pergi meninggalkan semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


Begitu Tuan besar Romania menghilang dari pandangan semua orang, maka keluarga pertama dan kedua langsung berbalik menatap hari Yani dan Dito dengan tatapan tak suka mereka.


Mereka semua Tidak menyangka bahwa sebelumnya kedua orang itu juga pernah diberikan hadiah oleh Tuan besar Romania, namun keduanya menolaknya!


"Kalian!! Bagus sekali sekarang kalian mulai mengambil perhatian Kakek, tetapi lihat saja, aku akan membuat kalian menyesal!!" Geram Andika yang sangat marah pada kedua orang di depannya.


Harusnya dialah yang mendapat perhatian dari Tuan besar Romania karena seharusnya dialah yang menghadiahkan lukisan 3 miliar itu pada tuan besar Romania.


"Dasar keluarga ketiga penjilat, kalian akan menyesal setelah hari ini!!" Ucap Niko menyambung ucapan Annisa sebelum pria itu berbalik memasuki rumah dengan raut wajah misalnya.


Semua orang pun mengikuti Niko hingga hanya Heryani dan Dito yang tertinggal di luar.


"Sayang," ucap Dito segera menatap Heryani.


"Ya?" Jawab heriyani dengan sebuah senyuman diberikan pada suaminya.


"Bukankah kau harus menceritakan Bagaimana caramu mendapatkan lukisan itu?" Tanya Dito.

__ADS_1


"Ahh,, Tentu saja aku harus menceritakannya pada suamiku, tapi akan ku ceritakan di kamar, Ayo kita pergi ke kamar," ucap heriani segera menarik suaminya ke dalam rumah.


__ADS_2