
Bab 236 sudah di perbaiki ya.. maaf atas ketidaknyamanannya, otor sala copas🤭 Jadi boleh balik kebab 236 sebelum baca bab ini ya🙏
⌨️⌨️⌨️
Setelah meninggalkan kantor istrinya, Dito yang sedang menyetir mobil menuju ke apartemen mereka kini menatap ke arah istrinya yang tampak tenang memainkan ponselnya.
Dito masih kepikiran tentang interaksi istrinya dengan Adam hingga membuat pria itu menggigit bibir bawahnya dengan keras.
Dito berusaha menahan diri untuk tidak bertanya, karena dia cemas mungkin istrinya akan tersinggung sehingga pria itu tak sadar bahwa dia telah menggigit bibir bawahnya dengan begitu keras hingga membuatnya jadi terluka.
Saking berusahanya Dito memalingkan fokusnya dari apa yang sedang ia pikirkan, pria itu tidak menyadari ketika heriani telah menatapnya dan mengerutkan keningnya melihat bibir suaminya yang tampak kemerahan karena terus digigit oleh suaminya.
"Sayangku," kata heriyani mengulurkan tangannya memegang lengan suaminya hingga membuat Dito akhirnya tersadar.
Dito menatap istrinya sambil berkata, "ada apa?"
__ADS_1
"Bibirmu berdarah!" Kata heriyani langsung mengambil tisu dan mendekat ke suaminya lalu menyelap bibir suaminya.
Dito pun terkejut, ia langsung menatap ke arah cermin dalam mobil dan melihat bahwa bibirnya memang berdarah tanpa ia sadari.
"Apa yang kau pikirkan sampai menggigit bibirmu hingga berdarah seperti ini?" Tanya heriani yang merasa heran dengan suaminya.
Dia jarang sekali melihat suaminya menggigit bibir bawahnya kecuali kalau pria itu sedang menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
"Ah,, itu,, bukan apa-apa," ucap Dito berbohong dengan nada suara yang begitu gelisah dan takut.
Oleh sebab itu, heriani menatap suaminya dengan tatapan meniti, "jangan menyembunyikan sesuatu dariku, cepat katakan yang ada di pikiranmu!!" Tegas Heryani Membuat Dito memegang erat setir mobil.
Dia berada dalam kehidupannya untuk bertanya, karena dia takut membuat istrinya tersinggung dan juga takut jawaban istrinya akan melukai dirinya.
Melihat tingkah suaminya, maka heriyani menghela nafas dengan kasar, "kau tidak boleh menyembunyikan apapun dari istrimu yang sedang hamil, jadi cepat katakan sebelum aku menjadi marah!!" Vegas heriani langsung membuat Dito kalang kabut.
__ADS_1
"Sayang,, ah,, anu,, aku hanya kepikiran Bagaimana caramu bisa berkenalan dengan Adam?" Tanya Dito.
"Hanya itu sajakah?" Tanya balik heriani sambil memperhatikan suaminya hingga membuat Dito semakin gugup dengan tingkah istrinya.
"Uh,,,, Sebenarnya aku cemburu melihatmu begitu dekat dengan Adam, dan Kenapa juga kau harus memujinya di depanku?" Tanya Dito akhirnya menatap istrinya dengan tatapan yang mengandung kecemburuan hingga membuat heriyani tertawa kecil.
"Ha ha.. Tadi siang adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya, Tapi sebelumnya aku sempat menghubunginya dan mengirim sesuatu ke emailnya, namun tak menyangka bahwa ternyata ia membalasnya. Beberapa waktu yang lalu aku tak sengaja membuka internet dan melihat di pasar gelap ada sebuah penjualan penjualan informasi perusahaan tempat Adam sedang magang, jadi aku menghubungi Adam dan memberitahukan masalah tersebut padanya sekaligus membantunya memperbaiki masalah kebocoran informasi. Tapi tadi ketika aku bertemu dengannya, dia memang pria yang hangat dan dia juga menceritakan bagaimana dia membelamu di perusahaan, jadi aku senang padanya karena dia tidak seperti sepupu sepupumu yang lain." Ucap heriyani memuji Adam hingga membuat Dito semakin kesal saja.
Oleh sebab itu, Dito kembali lagi berkata, "kau memujinya lagi, jangan-jangan kau menyukainya?"
Ucapan suaminya benar-benar membuat heriani tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha... Kau sangat lucu, bagaimana bisa aku menyukainya ketika aku sudah memiliki pria sempurna di sisiku? Aku hanya memujinya karena aku mengatakan yang sebenarnya tentang pria itu, bukan berarti aku menyukainya. Lagi pula Sekarang aku sedang mengandung, seorang istri yang sedang mengandung tidak boleh berbohong pada suaminya," ucap heriyani membuat Dito akhirnya menatap istrinya dengan tatapannya tertuju pada tangan istrinya yang mengelus perut.
Maka, Dito akhirnya menganggukkan kepalanya sambil menatap lagi ke arah jalanan, "Aku percaya pada istriku," kata Dito dengan perasaan yang begitu lega.
__ADS_1