
Begitu tiba di lantai 3, heriani melangkahkan kakinya sembari memperhatikan desain di ruangan itu.
Namun perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia melihat sesuatu yang sangat mengganggu mata di tempat itu sehingga dia kemudian menarik suaminya supaya pria itu sedikit membungkuk ke arahnya.
"Ada apa?" Tanya Dito yang saat itu jantungnya berdegup amat kencang sebab Ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan kakeknya untuk makan malam bersama-sama, padahal sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah satu meja makan dengan pria itu.
"Siapa perempuan yang ada di lukisan itu?" Tanya heriani yang tidak tahu tentang perempuan itu.
Padahal, dia sudah mencari berbagai informasi tentang keluarga Romania, tetapi di seluruh sudut internet, tidak ada satupun wajah perempuan itu terpampang yang menyangkut tentang keluarga Romania sehingga dia penasaran dengan sosok pada lukisan tersebut.
Apalagi, lantai 3 tersebut didesain seperti ruangan pada bangunan-bangunan tua yang bernuansa serba putih, sehingga lukisan perempuan yang terlihat gelap itu sangat mengacau di tempat tersebut.
"Ahh,, itu adalah lukisan nenek buyut keluarga Romania, dia adalah pelopor suksesnya keluarga Romania sehingga lukisannya dipajang di tempat ini, dan juga lantai 3 ini dibangun khusus untuknya," jawab Dito yang pernah mendengar cerita tentang nenek buyut tersebut dari ayahnya.
__ADS_1
"Ahh, begitu," heriani mengganggukan kepalanya sembari terus melangkahkan kakinya dan memperhatikan tempat di mana mereka berada hingga mereka tiba di sebuah pintu besar berwarna keemasan yang kemudian membukakan pintu untuk mereka berdua.
Heriani dan Dito langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, dan mereka melihat di tengah-tengah ruangan yang besar itu ada sebuah meja makan yang telah diisi oleh berbagai makanan di atas meja tersebut.
Tetapi mereka tidak menemukan tuan besar Romania sehingga Dito pun menatap istrinya, "di sini tidak ada kakek, mungkinkah dia terlambat?" Ucap pria itu sembari terus melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.
Tetapi heriani menghentikan langkahnya dan dia pun menarik suaminya agar ikut berhenti, "kita duduk dulu di sana," kata heriyani yang saat itu melihat sebuah sofa yang terletak di salah satu sudut ruangan itu sehingga mereka pun pergi ke sana.
Keduanya duduk di sana selama beberapa menit sampai akhirnya Dito pun mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya sembari berbisik pelan, katanya, "tadi asisten Dean mengatakan kalau kakek sudah menunggu kita di sini, tapi ternyata tidak ada kakek. Menurutmu apa yang harus kita lakukan?"
Meski agak canggung rasanya untuk terus menunggu di tempat itu, tetapi Dito tetap menganggukkan kepalanya dan menyerahkan semuanya pada istrinya hingga Mereka pun duduk bersama-sama di tempat itu sembari sesekali bercerita tentang hal-hal random yang ada di kepala mereka.
Kadangkala keduanya tertawa hingga membuat suasana tegang di tempat itu menjadi cair dan heriyani pun berusaha tetap menjaga suaminya agar tidak merasa bosan menunggu.
__ADS_1
Sebab dia tahu bahwa suaminya mungkin merasa bahwa Tuan besar hanya mempermainkan mereka atau mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk di kediaman itu terhadap mereka yang berani menginjakkan kaki mereka di rumah tersebut.
Sementara di sebuah ruangan lain, tuan besar Romania yang tiba-tiba mendapatkan tamu baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan tamu tersebut sehingga tamu itu pun diantar keluar dari ruangannya oleh asisten tuan besar Romania.
Saat itulah, Dean kemudian menghampiri tuan besar Romania sembari berkata, "tuan muda Dito dan istrinya sudah berada di lantai 3 menunggu Anda."
"Ahh,, akulah hampir lupa dengan mereka, Ayo ke sana," ucap Tuan besar Romania segera berdiri lalu pria itu pun bergegas memasuki lift untuk pergi ke lantai 3.
Di dalam lift, tuan besar Romania menatap Dean yang ada di sampingnya sembari berkata, "apa yang mereka lakukan sekarang?"
"Mereka duduk di sofa dan berbincang-bincang, sepertinya mereka menunggu tuan besar," ucap Dean langsung membuat tuan besar menganggukkan kepalanya.
"Atur supaya ketika aku masuk mereka tidak menyadari kehadiranku," kata Tuan besar Romania langsung di iyakan oleh Dean.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Dean.