
Hari ini, Dito sudah sembuh total, memar di punggungnya juga sudah tidak ada lagi dan pria itu sudah mulai berolahraga ringan.
Hal itu membuat heriani menjadi lega dan membiarkan pria itu melakukan apapun yang disukai oleh Dito sementara dia hanya menghabiskan waktunya menggunakan komputer untuk mencari banyak informasi mengenai perkembangan-perkembangan bisnis.
Ketika Dito kembali dari olahraga paginya, pria itu menatap istrinya yang duduk di sofa sambil memegang komputer.
"Sayang, Bagaimana kalau hari ini kita pergi melihat apartemen baru kita?" Tanya Dito langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya lalu heriani meletakkan laptop yang ada di pahanya dan menghampiri suaminya.
"Kalau begitu, ayo mandi bersama," ucap heriani langsung membuat Dito tercengang di tempatnya.
"Mandi,, mandi bersama?" Tanya Dito yang tak menyangka bahwa istrinya akan mengajaknya untuk mandi bersama, padahal perempuan itu tak pernah mau memperlihatkan tubuhnya padanya.
"Ah, ya,, aku tidak usah mandi, nanti saja di apartemen," kata heriyani segera mendorong suaminya ke kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi.
Setelah itu, heriani mengambil ponselnya dan menelepon seseorang yang bertugas di apartemen mereka agar menyiapkan beberapa hal untuknya dan suaminya.
__ADS_1
Setelah selesai, Heryani meletakkan ponselnya dan dia melihat jam bahwa kalau mereka segera berangkat, maka kejutan itu belum selesai disiapkan sehingga dia pun memikirkan sesuatu yang lain.
Saat suaminya sudah selesai berganti pakaian, heriyani pun menatap suaminya sambil berkata, "terakhir kali kita batal menghadiri jamuan makan malam Ibu, jadi bagaimana kalau kita singgah dulu ke rumah ibu untuk makan siang dan sekaligus membawa makan siang untuk mereka barulah kita pergi ke apartemen?"
Ucapan istrinya langsung diangguki oleh Dito hingga kedua orang itu pun keluar dari kamar, dan saat keluar dari kamar heriyani melihat Niko kembali berdiri di depan kamar mereka.
Dito pun menatap Niko sambil berkata, "bukankah tadi sudah kukatakan padamu supaya tidak berdiri di depan pintu kamar kami?"
Niko yang dibicarai tidak memperdulikan Dito, tetapi pria itu malah menatap heriani sambil berkata, "adik ipar, kumohon padamu, Aku akan melakukan apapun, pokoknya yang kau minta akan kulakukan asalkan kau mau membantuku belajar bagaimana cara memprediksi saham!!!"
Melihat pria di depannya tampak sangat putus asa, maka heriyani pun akhirnya menganggukkan kepalanya, "aku akan membantumu, tapi ada syaratnya." Ucap heriyani.
"Tentu saja, Apa syarat yang kau inginkan?" Tanya Niko.
"Keluarlah dari perusahaan utama!" Ucap heriyani sangat mengejutkan Niko karena dia tak menyangka bahwa perempuan itu menginginkannya keluar dari perusahaan utama.
__ADS_1
Jika dia keluar maka hanya tinggal ayahnya saja yang bekerja di perusahaan utama, sebab kakaknya juga telah dikembalikan ke desa, dan kalau hal itu terjadi maka akan sulit bagi keluarga mereka untuk bertahan di perusahaan.
Bisa jadi nantinya keluarga ketiga lah yang menguasai perusahaan Itu, sebab heriyani dan suaminya juga akan bekerja di sana dan mereka adalah orang paling muda dari keluarga Romania yang bekerja di sana setelah ayahnya.
Heryani yang melihat pria di depannya enggan untuk menjawab, dia akhirnya tersenyum sambil berkata, "semua pilihan ada di tanganmu."
Setelah berbicara, heriani pun menarik suaminya meninggalkan Niko dengan Dito yang kebingungan Mengapa istrinya berkata seperti itu pada Niko.
Saat kedua orang itu sudah berada dalam taksi meninggalkan kediaman Romania, maka Dito pun menatap istrinya, "Kenapa tadi kau berkata seperti itu? Kenapa kau mau Niko keluar dari perusahaan?" Tanya Dito.
Heriani menatap suaminya, "tidak baik kalau dia ada di perusahaan, kalau dia ada di perusahaan dan kita masuk ke sana, dia akan mempersulit kita, terutama mempersulitmu." Ucap heriyani yang hanya ingin menciptakan lingkungan yang nyaman untuk di suaminya bekerja.
Sebab bagaimanapun, dia tahu dia tidak bisa selamanya terus melindungi suaminya dan memperhatikan apapun yang dilakukan oleh suaminya, apalagi jika sudah bekerja, itu akan sulit bagi mereka untuk membagi-bagi waktu.
Sementara Dito yang mendengarkan ucapan istrinya, pria itu tampak terdiam selama beberapa saat sebelum dia berkata,."tapi, Aku tidak yakin dia mau meninggalkan perusahaan utama."
__ADS_1
"Dia akan meninggalkannya," kata heriyani dengan sangat yakin.
Melihat istrinya yang sangat yakin, maka Dito tidak berkata apapun lagi dan hanya membiarkan saja istrinya karena dia juga tidak tahu apa-apa mengenai hal tersebut sebab saat ini dia baru belajar akan banyak hal.