
"Perempuan yang tadi berbicara dengan kalian datang kemari dan mengatakan bahwa kalian hendak membawa pulang makanan pada daftar menu tersebut dan kalianlah yang akan membayarnya," ucap sang kasir.
🦠🦠ðŸ¦
Ke-3 perempuan yang ada di depan kasir langsung melototkan mereka, Dan beberapa saat kemudian Kesya berbalik menatap ibunya, "sialan, perempuan jelek itu menjebak kita!!!" Ucap Kesya yang tak percaya bahwa heriyani berani melakukan hal seperti itu pada mereka.
Clarissa dan Wasti tak mampu berkata-kata lagi, namun saat itu beberapa petugas keamanan sudah menghampiri mereka hingga membuat ketiganya ketakutan.
Wasti langsung memeluk lengan ibunya sembari berkata, "daripada kita ditangkap dan dibawa ke kantor polisi, lebih baik membayarnya saja. Aku tidak mau dipermalukan jika kita bertiga sampai dibawa ke kantor polisi, apalagi jika ayah mengetahui hal ini, dia akan semakin marah!!!"
Clarissa pun menggertakan giginya, lalu perempuan itu membuka dompetnya dan melihat bahwa hanya ada beberapa uang di sana.
"Uang Ibu tidak cukup, di sini hanya tinggal 2 juta saja," ucap Clarissa langsung membuat kedua putrinya kini tak mampu berkata apa-apa lagi.
"Aku,, aku punya uang," ucap Kesya akhirnya mau tidak mau membuka dompet miliknya dan mengeluarkan uang senilai rp500.000 dari dompetnya lalu memberikannya pada ibunya.
Karena masih belum cukup, maka Clarissa dan Kesya pun menatap ke arah wasti hingga membuat wasti menggelengkan kepalanya.
Tentu saja dia tidak mau mengeluarkan uangnya untuk membayar makanan di tempat itu, sebab uangnya masih lebih berguna untuk hal-hal lain daripada digunakan untuk sekedar membayar makanan.
__ADS_1
"Sial!!" Kesyq langsung menarik tas wasti lalu mengambil dompetnya dari sana.
Wasti pun menjadi heboh, sebab uang di sana ialah uang tabungannya yang hendak ia gunakan untuk membeli sebuah iPhone, namun ketika dia berusaha untuk menggapai Kesya yang membuka dompetnya, wasti langsung dicegah oleh Clarissa hingga membuat Kesya dengan mudah melihat uang di dalam dompet Wasti.
"Kau!!!" Kesya menggertakan giginya sembari menarik lempar-lembar uang dari dalam dompet tersebut yang mana jumlahnya lebih dari 10 juta.
Clarissa pun sangat terkejut, dia tak menyangka putrinya memiliki uang sebanyak itu, padahal setiap hari perempuan itu meminta uang padanya.
"Anak kurang ajar!!" Teriak CLarissa langsung memukuli wasti hingga membuat wasti tersungkur ke lantai dan berusaha melindungi diri dengan kedua tangannya.
Plak plak plak!!
"Apa katamu?!! Kau menabung uang untuk membeli ponsel sementara setiap hari kau meminta uang begitu banyak pada ibu?!! Anak kurang ajar,!!!" Bentak Clarissa terus memukuli putrinya dengan Kesya yang kini membayar makanan mereka.
Setelah membayar, Kesyq kemudian menyimpan dompet Wasti kembali ke tas perempuan itu lalu dia menatap sekelilingnya di mana orang-orang memperhatikan mereka hingga dia menjadi sangat malu.
Dia pun mengulurkan tangannya menarik lengan ibunya, "selesaikan masalahnya di rumah, sekarang ayo kita pergi," ucap Kesya membuat wasti merasa lega bahwa dia tidak dipukuli lagi oleh ibunya yang kini ditarik oleh Kesya keluar dari restoran tersebut.
Namun saat ini tetapan matanya tertuju pada tasnya yang dibawa oleh saudara perempuannya, dia menggertakan giginya sembari mengikuti kedua orang itu.
__ADS_1
Saat mereka sudah tiba di luar, barulah Kesya menatap wasti dan mengulurkan tangannya memukul lengan wasti dengan keras.
Plak!!
"Dasar kau!! Dari mana kau mendapatkan semua uang itu untuk kau tabung? Aku jelas tahu, setiap hari kau berbelanja bersamaku menggunakan semua uang yang diberikan oleh ibu, jadi dari mana uang-uang yang kau tabung ini?!!" Bentak Kesyqa pada wasti langsung membuat wasti terdiam di tempatnya dan perempuan itu mengatup erat-erat giginya karena tidak mau salah berbicara.
"Ayo katakan!!" Bentak Clarissa pada putrinya yang mana ia merasa bahwa putrinya menyembunyikan sesuatu dari mereka.
Wasti tetap mengatup erat-erat giginya sembari menggelengkan kepalanya dengan mengepal kuat tangannya.
"Jadi kau tidak mau berbicara? Kalau begitu, aku akan memaksamu berbicara!" Kesal Kesyaa langsung menghampiri wasti untuk memukul wasti ketika pasti dengan cepat terduduk di tanah.
"Baiklah!! Itu uang yang diberikan oleh ibu untuk membayar uang kuliah, aku me--"
Buk!!!
Satu tendangan dari Clarissa langsung membuat wasit tersungkur di tanah sembari meneteskan air matanya.
"Anak sialan! Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu?!!!" Bentak Clarissa Yang tak habis pikir dengan kelakuan putrinya
__ADS_1