
Tok tok tok...
"Masuk!" Ucap pria dari dalam ruangan langsung membuat sang asisten membuka pintu ruangan lalu membiarkan heriyani dan Dito memasuki ruangan CEO.
Begitu masuk, mereka Langsung di sambut tatapan tidak senang Marwan yang sangat kesal melihat keluarga ketiga berada di perusahaan tersebut.
'Keluarga ketiga ini benar-benar berbahaya, mereka berhasil menyingkirkan keluarga kedua dan sekarang berada di perusahaan utama, aku menjadi cemas bahwa dia juga akan menyingkirkan aku dari posisiku!' ucap Marwan dalam hati sambil mengambil dokumen yang sudah ia siapkan lalu pria itu pun berdiri.
"Duduklah," perintah Marwan langsung membuat heriani dan Dito segera pergi ke arah sofa lalu mereka duduk di sana bersamaan dengan Marwan yang juga sudah duduk di kursi tunggal.
Pria itu meletakkan berkas di atas meja yang mana berkas tersebut ialah berkas yang telah Ia siapkan sesuai dengan perintah dari ayahnya meski Dia sedikit mengubahnya.
"Dua berkas itu masing-masing untuk satu orang, kalian akan bekerja mulai hari ini. Tapi sebelum itu, aku peringatkan pada kalian, Jangan membuat kekacauan di perusahaan dan jangan memberitahu siapapun tentang identitas kalian sebagai bagian dari keluarga Romania!" Perintah Marwan.
Hal itu membuat heriyani mengerutkan keningnya menatap pria yang ada di hadapannya, "Kenapa kami tidak boleh mengatakannya? Ada banyak orang yang telah mengetahui kami sebagai bagian dari keluarga Romania, terkhusus orang-orang yang datang ke ulang tahun Kakek, jadi aku rasa akan sulit bagi kami untuk mengelaknya di depan orang-orang tersebut!" Kata heriyani langsung membuat Marwanmenyipitkan matanya menatap perempuan tersebut.
__ADS_1
'Perempuan ini memang tidak mudah. Dia sangat arogan, dan terlebih kearoganannya didukung oleh otaknya yang pintar, Padahal dia hanya berasal dari desa. Aku jadi semakin penasaran dengan perempuan ini,' ucap Marwan dalam hati.
"Kalian bisa mengatakan hal tersebut pada orang yang menghadiri acara ulang tahun keluarga, tapi untuk orang yang tidak hadir, kalian tidak perlu menggambarnya! Sekarang pergilah dari sini!" Perintah Marwan sambil berdiri lalu pria itu pun kembali ke meja kerjanya meninggalkan Dito dan heriani.
Dito langsung mengambil berkas yang ada di atas meja lalu pria itu pun berdiri bersama istrinya dan pergi keluar dari ruangan CEO.
Saat mereka berada dalam lift, heriani menatap suaminya sambil berkata, "Bagaimana menurutmu tentang perintah dari CEO itu? Apa menurutmu kita tidak perlu memberitahukan identitas kita?"
Pertanyaan dari istrinya langsung membuat Dito mengerutkan keningnya beberapa saat sebelum dia berkata, "kalau nanti kita berbohong, dan akhirnya akan ketahaun oleh orang-orang yang hadir di pesta ulang tahun Kakek, maka akan ada hal yang lebih rumit lagi, orang mungkin akan terkejut."
Yang satu untuk suaminya yang mana suaminya ditempatkan di bagian pemasaran hingga membuat kening haryani berkerut.
'Sepertinya Tuan besar Romania ingin membuat suamiku memulai dari dasarnya dulu untuk perlahan naik ke atas, kalau seperti ini, maka suamiku tidak perlu mengungkapkan identitasnya pada orang lain karena dia pun tidak akan terlalu banyak bertemu dengan orang-orang penting,' ucap heriani dalam hati sambil mengangkat wajahnya menatap suaminya.
"Kau berada di bagian penasaran, jadi tidak perlu katakan pada orang-orang kalau kau adalah keluarga ketiga Romania, nanti kalau ke posisimu sudah lebih naik lagi baru kita lihat untuk mengatakan identitasnya atau tidak," ucap Heryani.
__ADS_1
"Baik sayangku," ucap Dito mengambil berkas dari tangan heriyani, sementara heriyani pun membaca berkas yang diperuntukkan untuknya.
Perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia mendapat jabatan sebagai asisten dari salah seorang pria yang membuatnya menatap cemas ke arah suaminya.
'Dia pasti akan marah,' ucap heriyani dalam hati saat ia membaca jabatan yang diberikan padanya.
Lagi baru punya lagi kok mah dia sudah menyelidiki tentang orang-orang di jabatan tersebut, dan yang lebih parahnya lagi, di sana tidak ada perempuan, karena setiap kali ada perempuan yang bergabung di sana mereka semua akan langsung mengundurkan diri dari perusahaan karena terkena kasus pelecehan yang dilakukan oleh pria yang menjadi kepala divisi di sana.
"Ada apa?" Tanya Dito saat melihat istrinya menatapnya tetapi tidak mengatakan apapun.
Heriyani berkata, "Aku menjadi asisten dari seorang pria ber--"
"Apa?!!" Dito sangat terkejut, dan wajah pria itu langsung terlihat sangat khawatir serta tampak sangat tidak terima dengan jabatan yang diberikan pada istrinya.
"Apa kau tidak senang?" Tanya Heryani.
__ADS_1