
"Ahh,, semoga dia cepat sembuh. Oya, Di mana rumah kalian?" Tanya Nyonya asmiati langsung membuat heriyani menatap ke arah suaminya.
"Kami tinggal di jalan xx," jawab Dito.
"Kalau begitu kita ke jalan xx," ucap nyanyo asmiati diikuti oleh sang supir yang membawa mobil.
Nyonya asmiati pun mengambil sebuah paper bag yang selalu ia sediakan di mobilnya lalu memberikannya pada heriyani, "ini adalah jaketmu yang tertinggal di rumahku," kata nyonya asmiati langsung membuat heriani mengganggukan kepalanya mengambil paper bag itu, namun dia mengerutkan keningnya ketika dia merasa bahwa paper bag itu jauh lebih berat dari yang seharusnya.
Namun saat ia hendak membuka untuk memeriksanya, Nyonya asmiati langsung memegang tangan Heryani dan menghentikannya, "buka lah nanti Saat Kau tiba saja, Ini adalah ucapan terima kasihku karena kau sudah membantu perusahaan. Ahh, sebenarnya aku juga ingin membicarakan masalah perusahaan dengan mu, aku ingin mengajakmu bergabung dengan perusahaan kami. Bagaimanapun, kami membutuhkan keahlian yang kau miliki untuk membuat perusahaan kami semakin jauh lebih baik," ucap Nyonya asmiati langsung membuat Dito mengerutkan keningnya karena tidak mengerti mengapa Nyonya asmiati berkata seperti itu pada Istrinya.
__ADS_1
Sementara haryani, dia melirik suaminya selama beberapa detik sebelum kembali menatap nyanya asmiati, "maaf sekali, Tapi saat ini Kami sedang mengelola peternakan di desa, dan minggu depan kami harus kembali ke sana. Juga, aku tidak bisa terlalu lama berjauhan dengan suamiku karena tidak ada yang mengurusnya," ucap heriyani.
Nyonya Asmiati mengganggukan kepalanya, dan dia mengerti dengan kecemasan perempuan itu, tetapi dia memiliki sebuah ide lain dalam pikirannya sehingga perempuan itu kembali lagi berbicara, "Kalau begitu, bagaimana kalau kalian berdua bekerja di perusahaanku? Aku menjanjikan royalti yang sangat tinggi untuk kalian." Ucap Nyonya asmiati yang benar-benar berharap heriani bisa dia tarik ke perusahaannya.
Tetapi sekali lagi, heriani menolak permohonan perempuan itu dengan berkata, "Maaf sekali, tapi sebenarnya kami sudah berjanji untuk menyukseskan peternakan di desa, jadikan tidak bisa meninggalkannya sebelum janjiku dan suamiku pada Kakek kami bisa tertepati."
"Ini,, kalau begitu terima kasih untuk undangannya," kata heriyani dengan kilatan mata yang penuh semangat melihat undangan yang ada di tangannya.
"Ya, kalian harus datang ke rumah aku menyiapkan tempat khusus untuk kalian. Tapi, Di mana rumah kalian?" Tanya Nyonya ismiati ketika mereka telah tiba di jalan xx dan saat ini mobil terus melaju dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Dito yang ada di depan pun menunjuk sebuah rumah sehingga mobil itu pun menepi di jalanan dan membuat Nyonya Asmiati mengerutkan keningnya.
"Bukankah ini kediaman keluarga Romania?" Tanya nyonya asmiati yang jelas ingat kediaman tersebut Sebab Dia pernah datang ke tempat itu menghadiri sebuah acara.
"Ah, ya, suamiku adalah cucu keluarga Romania, tetapi karena dia ditugaskan mengelola peternakan, maka Nyonya asmiati mungkin tidak pernah bertemu dengannya di acara-acara keluarga kami," ucap heriani.
"Benarkah??" Nyonya asmiati terkejut mengetahui bahwa ternyata orang yang bersama-sama dengan mereka berasal dari keluarga Romania, tetapi bisa-bisanya heriani yang memiliki kemampuan yang begitu bagus untuk memajukan sebuah perusahaan malah dibuang ke desa untuk mengelola peternakan??? "Aku sungguh tidak bisa mempercayai ini, kalian benar-benar berasal dari keluarga Romania??"
Heriani mengganggukan kepalanya dengan pelan, "benar," jawab Heriani.
__ADS_1