
"Mereka semua, tolong tangkap mereka semua, mereka semua telah melakukan penggelapan dana di peternakan ini!!!" Ucap heriani dengan suara yang keras hingga membuat semua orang yang melakukan unjuk rasa mendengar ucapan perempuan itu.
⚡⚡⚡
Hal itu membuat semua orang terkejut.
"Apa?!! Bagaimana bisa kau memanggil polisi untuk menangkap kami?!!"
"Benar!! Kalian pemilik peternakan ini benar-benar tidak bersyukur!! Padahal kami sudah mengabdi selama bertahun-tahun lamanya!!!"
Heriani yang mendengarkan itu menggelengkan kepalanya dengan ketidaktahumaluan orang-orang di sana, "kalian semua, kemarin adalah terakhir kalinya aku bersabar menghadapi kalian, jadi hari ini biarkan hukum yang menyelesaikan masalah ini. Sebagai informasi juga, bahwa Pak Darson yang kalian banggakan itu telah ditangkap!!!" Ucap heriyani sembari menatap sinis pada orang-orang yang ada di sana.
__ADS_1
Dito yang mendengarkan itu pun mendekati istrinya, "sayang, tidak perlu membawa polisi dalam masalah ini, mereka semua punya keluarga di rumah, kalau mereka ditahan di polisi lalu Siapa yang menjaga keluarga mereka?" Ucap Dito yang merasa cemas,sebab selama dia berada di situ beberapa kali orang-orang yang ada di sana membawa anak-anak mereka dan tentunya dia merasa tidak tertega pada anak-anak tersebut jika harus kehilangan orang tuanya.
Heriani yang mendengarkan ucapan suaminya langsung menatap pria itu sembari berkata, "jangan khawatir, mereka tidak akan dipenjara, mereka akan dibebaskan, hanya saja kita harus membuat mereka keluar dari peternakan ini supaya tidak membuat keributan."
Dito menganggukkan kepalanya, lalu dia pun menatap sang polisi sembari berkata, "mohon bantuannya."
Para polisi itu menganggukkan kepala mereka lalu mereka hendak menangkap semua orang-orang itu tetapi para orang-orang yang tadi melakukan unjuk rasa kini telah bubur dari tempat itu.
Heriani hendak berbicara dengan para polisi yang ada di sana, tetapi melihat suaminya masih ada di sana maka dia pun menatap suaminya sembari berkata, "aku haus."
Dia merasa sangat hangat dengan suaminya yang selalu memperhatikannya, Padahal dia melakukan itu hanya agar suaminya pergi sebentar sembari ia berbicara dengan para polisi.
__ADS_1
Setelah melihat punggung suaminya menghilang dari pandangannya, maka heriani pun menatap kepala polisi yang ada di sana sembari berkata, "kerugian peternakan kami sudah terlalu banyak karena orang-orang itu, jadi saya ingin masalah ini ditindak dengan tegas dan tidak ada ampun bagi mereka yang telah melakukan penggelapan uang peternakan. Seseorang dari perusahaan utama juga akan mengurus masalah ini, jadi tolong kerjasamanya."
"Baik, kami mengerti," jawab sang kepala polisi.
Setelah berbicara dengan polisi, maka heriyani pun menyusul suaminya ke dapur, dan ketika dia tiba, dia melihat suaminya sementara menekan-nekan tombol pada blender karena pria itu membuatkan minuman dingin untuknya.
"Bagaimana pembicaraanmu dengan polisi? Kau tidak sampai membicarakan mereka bukan?" Tanya Dito.
Ucapan suaminya benar-benar membuat heriani mengepal kuat tangannya sebab dia ingin memenjarakan orang-orang itu untuk memberi efek jera dan juga contoh bagi orang-orang di tempat itu bahwa siapapun yang melakukan kesalahan harus menanggungnya.
Namun sekarang, dia merasa dilema lagi ketika melihat suaminya benar-benar berhati baik dan membela orang-orang itu.
__ADS_1
Oleh sebab itu, heriani duduk di kursi sembari berkata, "tidak akan dipenjara kalau mereka mengembalikan semua uang peternakan yang telah mereka ambil."