
Begitu tiba di luar rumah, Dito baru melepaskan perempuan paruh baya itu sehingga Sang Perempuan langsung runtuh di tanah sambil menangis tersedu-sedu.
Dito pun ikut duduk di tanah sambil meramas rambutnya dalam keadaan frustasi, dia tidak menyangka bahwa ternyata adiknya sudah terlalu jauh berubah, bahkan sikapnya sudah sangat keterlaluan.
"Hu hu hu,,,, bisa-bisanya perempuan itu menyempahiku, dia sudah merebut suamiku dan sekarang,,, hiks,, hiks,,, keluarga ini keterlaluan, aku akan menuntut kalian!!" Teriak Sang Perempuan sambil menatap ke arah Kesya yang berdiri di dalam rumah sambil menatap jijik padanya.
"Hai perempuan tua, kalau kau berani maka pergilah laporkan aku! kujamin kau yang akan masuk penjara karena sudah menerobos masuk ke dalam rumah kami!!" Kata Kesya menantang perempuan yang sedang duduk bersama dengan Dito.
Hal itu membuat Dito semakin menggertakkan giginya lalu dia pun menatap perempuan paruh baya yang ada di dekatnya, "Nyonya silakan kembali, kalau Nyonya mau melaporkan masalah ini ke polisi maka Nyonya bisa melakukannya, aku akan menjadi saksi untuk membela nyonya!" Ucap Dito sangat mengejutkan Sang Perempuan paruh baya, bahkan Kesya bersama Clarissa dan wasti juga sangat terkejut mendengar ucapan Dito.
__ADS_1
"Kau,, kau tidak membela perempuan itu?" Tanya perempuan paruh baya sambil meneteskan air matanya.
"Ya, dia sudah berbuat salah, maka dia harus menanggung konsekuensi dari kesalahannya, jadi tolong hubungi saya kalau anda mau melaporkan ini ke polisi," ucap Dito sambil membantu Sang Perempuan paruh baya untuk berdiri sebelum dia mengantar perempuan itu ke mobilnya.
Saat tiba di mobil, perempuan paruh baya masih menatap Dito dengan tatapan senduhnya, "aku akan membawa perkara ini ke kantor polisi, dia dan suamiku akan kujebloskan ke dalam penjara! Mereka harus membayar denda yang besar atas pengkhianatan yang telah mereka lakukan!" Tegas perempuan paruh baya tersebut.
Setelah mengantar perempuan paruh baya itu, maka Dito kembali ke rumah dengan tangan terkepal kuat dan emosi sudah meluap sampai ke ubun-ubunnya.
Clarissa yang melihat putranya kembali ke dalam rumah kini langsung menghampiri putranya, "putraku, Terima kasih sudah datang menyelamatkan adikmu dan membawa pergi perempuan itu keluar, Ibu tidak tahu apa yang akan terjadi seandainya kau tidak ada di sini. Tadi ibu sedang membersihkan di luar dan lupa mengunci pintu karena ibu buru-buru saat mengingat masakan ibu di dapur," ucap Clarissa.
__ADS_1
Dito yang mendengarkan ucapan ibunya, pria itu menatap ibunya beberapa detik sebelum dia berbalik menatap 2 perempuan yang lain yang kini telah duduk di sofa, di terlihat wasti menunduk sementara Kesya menatapnya dengan dengan dagu terangkat tinggi seolah-olah perempuan itu sama sekali tidak takut atas apa yang telah terjadi.
"Sepertinya kau tidak bisa diberitahu ya?" Kata Dito sambil berjalan ke arah sofa lalu dia duduk di sofa di depan Kesya menatap Kesya dengan tatapan tak sukanya.
Sementara Kesya yang dibicarai oleh Dito, dia menghela nafas dengan kasar sebelum berkata, "kakak tidak perlu ikut campur urusan apapun tentangku, karena aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri! Lagi pula hanya perempuan tua, aku tinggal bilang pada suaminya supaya dia menceraikan perempuan itu lalu semuanya akan beres!"
Mendengar ucapan Kesya, maka Dito menjadi sangat marah sehingga dia berkata, "kukatakan padamu, kalau sampai Nyonya yang tadi datang ke rumah ini melaporkanmu ke polisi, maka aku akan berdiri di samping Nyonya tersebut dan akan mengabaikanmu yang merupakan adik kandungku sendiri!
"Kau sudah terlalu banyak melakukan kesalahan dan diberitahu pun kau tidak memperlihatkan rasa menyesal mu, bahkan kau berani-beraninya membantah orang yang jauh lebih tua darimu, jangan-jangan selama ini kau juga sering membantah ibu?!" Tegas Dito sambil menatap ibunya dengan Clarissa yang langsung menundukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia tidak mau menjawab pertanyaan putranya.
__ADS_1