
"Ya, Aku juga mau menemui Nona Megan, bolehkah kita bersama-sama?" Tanya heriani langsung membuat sang pria menganggukkan kepalanya.
💰💰💰
"Tentu saja, ayo," kata pria itu mempersilahkan heriyani untuk lebih dulu memasuki lift.
Herianipun dengan senang melangkah untuk masuk ke arah lift saat tiba-tiba saja lengannya dicekal oleh seseorang hingga membuat heriani menatap ke belakang dan melihat perempuan yang merupakan resepsionis di tempat itu sedang menahan lengannya.
Pria tampan yang ada di sana juga sangat terkejut, ia langsung mengulurkan tangannya memisahkan tangan heriani dan tangan resepsionis sambil berkata, "Apa yang kau lakukan?"
Resepsionis langsung berdiri dengan tenang sambil menatap sopan ke arah pria yang ada di depannya, "Maaf sekali, Tetapi Nona ini tidak bisa masuk, karena dia datang untuk menawarkan jasa iklan bagi Nona Megan, itu sebabnya tadi saya melarangnya untuk naik ke lantai atas. Tapi tak menduga, dia bukannya mendengar malah memanfaatkan anda untuk membawanya pergi menemui Nona Megan, padahal Nona Megan pasti tidak senang kalau perempuan ini menemuinya!" Kata resepsionis.
__ADS_1
Pria tampan yang ada di sana mengiritkan keningnya lalu dia menatap heriani, "benarkah?" Tanya pria tampan pada heriani.
Heriani menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil berkata, "ya, tadi aku memang menghampirinya, tetapi aku belum berbicara sampai selesai dan dia sudah memotong ucapan ku dengan berkata bahwa Nona Megan tidak bisa ditemui karena dia sedang melakukan meeting penting, tapi ternyata resepsionis ini membohongiku.
"Aku disuruh menunggu di sini sampai Nona Megan selesai meeting, sementara kau yang baru saja datang langsung disuruh untuk memasuki lift, Bukankah ini tidak adil? Ah,, lagi pula aku berasal dari perusahaan yang menyediakan jasa iklan yang saat ini bekerjasama dengan perusahaan ini. Kami hendak mendiskusikan beberapa hal mengenai kerjasama kami, tetapi resepsionis ini begitu tidak sopan memperlakukan seseorang!" Kata heriyani langsung membuat wajah sangat resepsionis menjadi pucat, karena tak menyangka bahwa heriyani akan mengatakan hal tersebut pada pria yang ada di depannya.
Padahal, pria itu ialah salah satu klien perusahaan mereka yang sering datang ke tempat itu untuk berdiskusi mengenai kerjasama mereka, Jadi kalau pria itu melihat kelakuan buruknya, maka bisa-bisa pria tersebut membatalkan kerjasama dengan perusahaan dan mungkin akan menjadi malapetaka baginya.
Oleh sebab itu, sang resepsionis dengan cepat berkata, "tidak! Jelas tidak seperti itu! Perempuan ini hanya mengaku-ngaku saja, perusahaan kami sama sekali tidak memiliki kerjasama dengan perusahaannya!"
Sementara pria tampan yang ada di hadapan heriyani, dia yang mengambil berkas kerjasama dua perusahaan itu langsung membukanya dan memang melihat tanda tangan kedua perwakilan perusahaan di sana.
__ADS_1
Setelah itu, dia langsung menutup berkas tersebut karena tidak sopan untuk membaca dokumen kesepakatan antara kedua perusahaan sehingga pria tampan itu mengembalikannya pada Heriani.
"Jadi Kau berasal dari perusahaan iklan Narada?" Tanya sang pria langsung membuat heriani mengganggukan kepalanya.
Heriani kemudian mengulurkan tangannya pada pria yang ada di depannya karena dia berpikir bahwa membuat koneksi dengan pria itu tentulah hal yang sangat baik, "benar sekali, aku adalah CEO baru di perusahaan Narada kreatif!" Ucap heriyani langsung membuat sang pria tampan menganggukkan kepalanya lalu dia pun menerima jabatan tangan heriyani.
"Namaku christian, aku manajer di perusahaan DC," jawab pria tersebut.
Heriani tersenyum sambil menarik tangannya dari jabatan tangan pria itu lalu dia berkata, "senang berkenalan denganmu,"
"Senang juga berkenalan dengan mu," ucap christian sebelum dia mengalihkan tatapannya pada resepsionis yang ada di depannya, "sepertinya perusahaan ini tidak terlalu baik, aku mungkin harus berpikir lagi untuk bekerja sama dengan perusahaan ini!" Ucap christian mengejutkan heriyani dan juga resepsionis yang ada di sana.
__ADS_1
Heriani terkejut bahwa hanya dengan alasan perlakuan resepsionis maka pria itu menolak untuk kerjasama dengan perusahaan tempat ia berada, padahal perusahaan tersebut adalah perusahaan besar dan posisi pria di depannya hanyalah seorang manajer, bukan sebagai penentu mutlak sebuah keputusan dalam perusahaan.
Apalagi, membatalkan sebuah kerjasama dengan perusahaan besar, itu pasti akan merugikan perusahaan mereka!