Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
110


__ADS_3

Heriani yang meninggalkan restoran kini kembali ke kediaman utama keluarga Romania dengan perasaan yang kesal karena pertemuannya hari ini dengan pria pemilik hotel sudah gagal total gara-gara Clarissa dan kedua putrinya.


Perempuan yang tiba di kediaman utama keluarga Romania itu langsung duduk di meja makan dan dia pun menikmati makan siangnya ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Heriyani langsung mengecek ponselnya dan melihat bahwa ternyata yang menelponnya adalah suaminya sehingga perempuan itu dengan cepat mengangkat panggilan teleponnya.


"Halo sayangku," jawab Heriyani.


"Halo sayang, Apa kau sudah makan siang?" Tanya Dito dari seberang telepon.

__ADS_1


Heriyani tersenyum sambil berkata, "Aku sedang makan siang, bagaimana denganmu?"


"Aku sudah selesai makan siang, Lalu bagaimana pertemuanmu dengan pria pemilik hotel yang mau bekerja sama dengan kita?" Tanya Dito dari seberang telepon langsung membuat heriani menghela nafas dengan kesal.


"Hah,,, tidak berjalan dengan baik, karena ketika aku di restoran untuk membahas masalah kerjasama itu, ibu dan kedua adik ipar tiba-tiba saja datang di sana dan mengacaukannya. Mereka bahkan menuduhku berselingkuh dengan pria itu hingga menyiramku dengan air!" Kesal heriani tidak ingin menutupi apapun yang dilakukan oleh ketiga orang itu padanya, sebab dia ingin suaminya mengetahui segala sesuatunya agar pria itu menjadi lebih bijak lagi saat memutuskan sesuatu untuk membela siapa pun.


"Apa?! Bagaimana bisa mereka berpikir seperti itu? Hah,, sudahlah, kau tidak perlu memperdulikan omongan mereka, tapi kau baik-baik saja kan?" Tanya Dito dengan nada suara yang cemas.


"Aku baik-baik saja, tapi aku hanya heran mereka bilang kalau mereka memiliki rumah baru. Apakah kakek sudah memutuskan memberikan rumah untuk mereka?" Tanya heriani yang terus kepikiran dengan hal itu.


"Baguslah, kalau begitu semangat dalam pekerjaanmu dan aku akan menunggumu sampai kau kembali ke mari," kata heriyani.


Dari seberang telepon, Dito berjawab, katanya, "Baiklah sayang, kalau begitu sampai ketemu nanti di hari Minggu."

__ADS_1


"Ok sayang," jawab heriani sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


Heriani pun melanjutkan makan siangnya sampai ia selesai makan siang lalu perempuan itu naik ke kamarnya dan melihat-lihat layar ponselnya.


Heriyani mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah postingan baru Kesya yang ada di akun Instagram perempuan itu.


Foto perempuan itu berdiri di depan sebuah rumah mewah yang kemudian diberi caption, *rumah baru keluarga kami, semoga rumah ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kami sekeluarga.*


Heriani langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedari tadi men-scroll layar ponselnya saat ia membaca caption tersebut.


'rumah baru? Kenapa aku tak percaya kalau mereka bisa memiliki rumah baru? Bahkan rumah ini, setidaknya bernilai miliaran,' ucap heriyani dalam hati langsung meletakkan ponselnya lalu perempuan itu pun duduk di depan komputer sembari melakukan penelusuran.


"Atas nama siapa rumah itu?" Ucap heriani sembari memperhatikan kode alamat pada pagar rumah di mana Keisha berdiri lalu dia pun mencari tahu informasi tentang pemilik Rumah itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkannya, heriyani benar-benar mengerutkan keningnya, "rumah ini awalnya milik kakek, lalu diberikan pada mereka? Perubahan kepemilikan rumah dilakukan tadi pagi?" Ucap heriani benar-benar tak percaya bahwa Tuan besar Romania benar-benar membelikan mereka rumah setelah Apa yang dilakukan oleh ketiga orang itu.


'tapi kalau seandainya rumah ini memang diberikan pada keluarga mereka, Maka seharusnya nama yang tertera pada pemilik Rumah ini ialah nama ayah mertua, tapi kenapa jadi nama Clarissa yang ada di sana?' heriani benar-benar merasa janggal dengan hal itu.


__ADS_2