Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
47


__ADS_3

"Iya benar, pakaian seharga 2 juta itu, sangatlah memboros-boroskan uang, pakai saja pakaian seharga 50.000 yang ada di pasar loak!!!" Ketus Clarissa.


🧑‍🦯🧑‍🦯🧑‍🦯


Tetapi Dito yang mendengarkan ucapan dua perempuan di depannya, diq5 benar-benar tak percaya dengan cara mereka bersikap terhadap heriyani.


"Kenapa kalian memarahi istriku? Memangnya kenapa juga kalau dia membeli pakaian seharga 2 juta menggunakan uangku? Kami adalah suami istri, apa Yang kumiliki juga menjadi miliknya, jadi Tentu saja dia bisa menggunakannya. Lagi pula, apa yang iya kenakan Itu hadiah pemberian dariku, apakah kalian mengatakan bahwa seleraku sangat buruk memilihkan pakaian untuk istriku hingga dia tak pantas memakainya?" Tanya Dito yang benar-benar tak percaya dengan keluhan keluarganya Padahal dia pikir keluarganya memperlakukan istrinya dengan sangat baik.


Tapi sekarang? Sama sekali berbeda!!!


"Aa,, apa? Kakak benar-benar membelikan baju itu sebagai hadiah untuknya??" Tanya wasti yang kini ingin menetaskan air matanya Sebab Dia sendiri pun belum pernah menerima hadiah yang bernilai banyak dari kakaknya, tetapi perempuan asing itu, sudah dibelikan pakaian yang sangat mahal???


"Ya, tentu saja yang aku yang membelikannya," ucap Dito sembari berjalan ke arah istrinya dan mengambil alih nampan yang ada di tangan istrinya.

__ADS_1


Wasti yang melihat sikap kakaknya itu benar-benar meneteskan air matanya, "hisk,, hiks,, kaka!! Hiks,, hiks,, Kakak bahkan tidak pernah membelikanku barang dengan harga yang mahal tapi kenapa kakak malah memberikan perempuan asing itu barang yang begitu mahal? Padahal aku adalah adik kandung Kakak, aku dan kakak memiliki hubungan darah, berbeda dengan perempuan itu, dia hanya perempuan dari desa yang sangat jelek!!! Memasuki keluarga kita pun karena dipaksa, tapi kenapa Kakak malah lebih menyayangi dia dibanding aku?!!" Bentak Wasti yang benar-benar tidak terima dengan kelakuan kakaknya.


Dito yang mendengarkan ucapan adiknya terkejut dengan ucapan adiknya, sehingga pria itu mengerutkan keningnya menatap adiknya sembari berkata, "Apa maksudmu kakak tidak pernah membelikanmu sesuatu yang mahal? Setiap kali kau ulang tahun Aku selalu mengirim uang pada ibu untuk dibelikan hadiah untukmu, Apakah uang itu tidak cukup???"


ucapan putranya langsung membuat Clarissa tersentak kaget sehingga perempuan itu hendak berbicara ketika wasti lebih dulu berbicara darinya.


"Hanya barang murahan seharga 100.000. Apakah itu sebanding dengan baju yang kakak belikan untuk istri Kakak yang memiliki harga 2 juta?!!" Teriak Wasti sembari menyikapi matanya membuat Kesya yang ada di sana juga sangat marah menatap kakaknya.


"Uangnya Ibu gunakan untuk hal lain yang lebih penting!!!" Sela Clarissa.


"Apa?!!" Wasti menatap ibunenya dengan rasa tak percaya hanya bahwa ternyata kakaknya bukan tidak mengiriminya uang dalam jumlah yang banyak tetapi ibunya justru mengorupsi uang itu!!!


Kesya yang ada di sana juga menatap ibunya sembari berkata, "Bagaimana denganku?! Setiap aku ulang tahun, aku hanya dibelikan cake saja tanpa ada perayaan lain. Apakah ibu juga mengambil uang yang diberikan oleh Kakak untukku?!!"

__ADS_1


Melihat dua putrinya menyerangnya, maka Clarisa menghembuskan nafas dengan kasar lalu dia menatap putranya dengan tatapan enggannya untuk berbicara.


"Ibu kejam!!!" Teriak Wasti sembari meraih gelas yang terletak di atas meja lalu melemparkannya ke lantai hingga pecah berkeping-keping.


Prankk!!!


"Aku tidak mau tahu, pokoknya ibu harus mengembalikan uang yang telah dikirimkan oleh Kakak untukku!!!" Teriak pasti sembari berjalan meninggalkan dapur dengan perasaan marahnya diikuti oleh Keyla.


"Aku juga! Pokoknya Ibu harus mengembalikan uang milikku!!!" Teriak Keyla sembari membanting pintu kamarnya lalu perempuan itu pun menangis di dalam kamarnya.


Sementara Clarissa, dia terdiam di tempatnya dan tak tahu lagi harus berkata apa-apa, bahkan untuk mengangkat wajahnya menatap heriyani dan Dito pun dia tidak berani melakukannya.


"Hah,, sayang, ayo," kata heriani ketika dia melihat perempuan di depannya sudah tidak berkutik lagi di tempatnya dan Dia merasa bahwa pertunjukan hari itu sudah cukup sehingga dia bersama-sama dengan suaminya pun pergi dari dapur.

__ADS_1


__ADS_2