Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
48


__ADS_3

Setelah pertengkaran di dapur, maka heriyani tidak mengatakan apapun lagi dan dia hanya bersiap untuk menemui kakek mereka hingga ketika keduanya telah siap untuk pergi, heriyani menatap ke arah ke clarissa yang saat itu masih sementara membersihkan dapur.


"Apakah tidak masalah meninggalkannya seperti itu?" Tanya heriani yang sebenarnya tidak kasihan pada perempuan itu, tetapi dia hanya ingin melihat reaksi suaminya terhadap ibunya.


Dito menghembuskan nafasnya dengan berat, "bagaimana lagi, sesekali ibu harus mendapatkan pelajaran supaya dia mengerti bahwa apa yang selama ini ia lakukan itu tidak baik. Ayo kita pergi," ucap Dito langsung diangguki oleh heriyani hingga kedua orang itu pun pergi meninggalkan kediaman keluarga mereka dan pergi menuju kediaman utama keluarga Romania.


Saat berjalan ke arah kediaman utama, heriyani menyipitkan matanya memikirkan sesuatu hingga perempuan itu akhirnya mengangkat wajahnya menatap suaminya sembari berkata, "hadiah untuk kakek, kita hanya perlu dua minggu lagi untuk menyiapkannya, jadi apa yang harus kita lakukan?"


"Hm,, aku hampir melupakan tentang hadiah untuk kakek karena kita terlalu sibuk, Bagaimana kalau kita membahasnya setelah makan malam ini?" Tanya Dito langsung dijawab anggukan heriani.

__ADS_1


Maka keduanya terus melangkah menuju rumah utama hingga mereka tiba di kediaman utama dan para pelayan yang ada di sana terkejut melihat kedatangan mereka berdua.


Seperti kebiasaan bahwa para pelayan tidak menghormati keluarga mereka sebab keluarga mereka memiliki status lebih rendah daripada pelayan, karena telah dibuang ke rumah kumuh yang ada di belakang rumah, maka para pelayan mengangkat dagu mereka tinggi-tinggi saat berhadapan dengan mereka.


Hal itu sangat membuat heriyani tidak senang melihat kelakuan mereka. Tetapi dia berusaha menahan dirinya dan menunggu saat yang tepat untuk memberikan peringatan pada semua pelayan-pelayan itu.


Melihat ekspresi istrinya yang tampak tidak tenang, maka Dito pun bertanya pada perempuan itu, katanya, "Apa kau baik-baik saja?"


Dito yang mendengarkan itu langsung menepuk-nebok bahu istrinya sembari berkata, "di masa lalu ayahku membuat kesalahan yang begitu besar sehingga keluarga kami bahkan hampir diusir dari keluarga Romania, tetapi seorang kepala pelayan berusaha membela keluarga kami sehingga demi nama kepala pelayan itu maka kami pun dipindahkan ke rumah paling belakang.

__ADS_1


"Meski begitu, masih ada banyak aturan yang harus dipatuhi oleh keluarga kami seperti tidak boleh menganggap status lebih tinggi daripada pelayan yang ada di rumah ini, bahkan di awal-awal ketika kami dipindahkan ke sana para pelayan seringkali datang menyuruh kami untuk melakukan sesuatu bagi mereka." Cerita Dito mengenang masa-masa kelam keluarga mereka saat ayahnya baru pertama kali melakukan kesalahan besar terhadap keluarga besar Romania.


Heriani sangat penasaran dengan kesalahan apa yang begitu besar yang telah dilakukan oleh ayah dari pria itu, tetapi dia tidak menanyakannya di tempat itu sebab dia tahu bahwa masalah itu bukan masalah yang bisa dibicarakan di sembarangan tempat sehingga dia menahan rasa penasarannya lalu berniat untuk menanyakannya nanti ketika mereka hanya berdua saja.


Tepat ketika mereka memasuki rumah, Dean langsung menyambut mereka dengan ramah.


"Selamat datang, tuan besar sudah menunggu kalian di lantai 3," ucap Dean langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya bersama-sama dengan Dito lalu mereka memasuki lift.


Beberapa pelayan yang melihat sikap Dean terhadap kedua orang itu langsung mencibir Dean.

__ADS_1


"Dasar bodoh, mau-maunya dia melayani orang-orang rendahan itu!!"


"Benar, asisten Dean memang selalu saja bersikap seperti itu terhadap semua orang yang datang di rumah ini, Padahal dia seharusnya tahu mana yang perlu dihormati dan mana yang tidak perlu dihormati!!"


__ADS_2