Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
91


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar, Dito langsung menarik haryani kepelukannya tanpa memperdulikan orang-orang yang lalu lalang di sekitar mereka.


Heriani pun membalas pelukan suaminya dan menebuk-nepuk punggung pria itu, "suamiku hebat bisa menahan amarahnya," ucap heriani yang tadinya sudah cemas bahwa mereka mungkin akan diusir dari rumah sakit jika Dito sampai marah-marah di kamar ibunya.


Dilarang membuat keributan di Rumah Sakit.


Dito yang mendengarkan ucapan istrinya merasa lebih baik, hingga pria itu kemudian melepaskan pelukan mereka dan menatap heriani yang juga menatapnya.


"Aku tidak habis pikir dengan mereka. Hah,,,,,," Dito menghela nafas dengan berat, "mereka benar-benar tidak berpikir saat melakukan sesuatu," ucap Dito dengan kesal.


Melihat suaminya yang sangat emosi terhadap ketiga perempuan dalam kamar, maka heriani pun menarik pria itu ke salah satu kursi yang terletak di koridor rumah sakit.


"Tunggu di sini sebentar," ucap heriani sebelum meninggalkan suaminya lalu heriyani pun pergi ke mesin penjual minuman.


Dia mendapatkan minuman kaleng dari mesin tersebut dan kembali menghampiri suaminya, "minum ini," kata heriyani memberikan minuman yang ia beli pada suaminya.


"Terima kasih," ucap Dito menerima minuman tersebut, lalu dia pun meneguknya sampai habis.

__ADS_1


Heriani duduk memandangi suaminya, sampai pria itu menatap ke arahnya.


"Sekarang aku merasa lebih baik, Ayo kita pergi," ucap Dito sembari memegang tangan istrinya, lalu kedua orang itu pun meninggalkan rumah sakit.


Ketika keduanya berdiri di trotoar untuk menunggu taksi, Dito pun menatap istrinya, "belum ada tanda-tanda persiapan ulang tahun Kakek, sepertinya ulang tahun Kakek tidak dirayakan di rumah, " ucap Dito.


"Ahh,, aku lupa memberitahumu, kakek merayakan ulang tahunnya di hotel keluarga. Ada sekitar 500 undangan yang datang, dan orang-orang tidak bisa masuk tanpa kartu khusus. Tapi sepertinya keluarga akan dibebaskan untuk masuk, namun mungkin kakek akan melarang ibu dan kedua adik ipar untuk masuk ke tempat acara," ucap heriani.


"Ahh,, mereka juga tidak usah pergi, nanti malam membuat kekacauan di sana. Lagipula, apa yang mereka lakukan kemarin benar-benar membuat Kakek sangat marah," Kata Dito sembari menatap ke arah taksi yang lewat lalu dia pun melambaikan tangannya menyetop ke taksi tersebut.


Sayangnya, taksi tersebut tidak berhenti karena memiliki penumpang sehingga mereka tetap berdiri di sana sampai beberapa saat kemudian sebuah mobil mewah tiba-tiba saja berhenti di depan mereka.


"Kalian mau ke mana?" Tanya nyonya asmiati.


"Ah, kami hendak pulang ke rumah," jawab heriani.


"Masuklah, biarkan aku mengantar kalian," uca perempuan itu langsung membuat heriyani melambaikan tangannya ke arah nyonya asmiati.

__ADS_1


"Tidak, kami bisa naik taksi," ucap heriyani.


"Tidak perlu naik taksi, lagi pula aku hanya keluar jalan-jalan menggunakan mobil, tidak punya arah dan tujuan," kata nyonya asmiati akhirnya membuat heriyani menatap suaminya untuk mendapatkan pendapat dari pria itu.


Dito yang ditatap pun langsung berkata, "sepertinya ada hal yang hendak dibicarakan, kalau begitu kita tidak bisa menolaknya."


Heriani segera menganggukkan kepalanya, lalu mereka pun naik ke mobil tersebut dengan Dito yang duduk di kursi depan, sementara heriyani duduk di samping nyonya asmiati.


"Apakah dia suamimu?" Tanya Nyonya asmiati sembari memperhatikan Dito, dan dia bisa melihat bahwa pria itu tampan dan wajahnya menyiratkan bahwa dia adalah orang yang baik.


"Ah ya, dia adalah suamiku yang pernah ku ceritakan," jawab heriani.


"Oh ya, Kenapa kalian ada di rumah sakit?" Tanya nyonya asmiati yang merasa penasaran Mengapa kedua orang itu berdiri di depan rumah sakit menunggu sebuah taksi.


"Ibu mertuaku masuk rumah sakit,jadi kami datang membawakannya makanan," ucap Heriyani.


"Ahh,, semoga dia cepat sembuh. Oya, Di mana rumah kalian?" Tanya Nyonya asmiati langsung membuat heriyani menatap ke arah suaminya, dan dia merasa agak cemas untuk mengatakannya mereka tidak dianggap di keluarga Romania.

__ADS_1


Apalagi, perusahaan keluarga Romania dan keluarganya asmiati pernah bekerja sama sehingga pasti mengenal keluarga Romania.


Dan yang lebih menyedihkannya lagi, bahwa cucu keluarga Romania yang diperkenalkan ke umum hanyalah cucu-cucu yang berasal dari anak pertama dan anak kedua sehingga Dito yang berasal dari anak ketiga keluarga Romania tak diketahui oleh orang-orang.


__ADS_2