Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
94


__ADS_3

Andika berpikir, 'aku melihat perempuan itu berada di kediaman Nyonya asmiati, Bahkan dia terlihat sangat akrab dengan Nyonya asmiati, jangan-jangan dia juga mengetahui bahwa kakek mengincar sebuah lukisan yang ada di kediaman Nyonya asmiati??'


🎡🎡🎡


Sembari duduk di sofa di dalam kamarnya, Andika memikirkan masalah itu, dan dia cemas Jika saja Nyonya asmiati yang sangat akrab dengan perempuan bernama heriyani, Mungkin saja akan mendapatkan lukisan itu.


'Sial!!' Andika menggertakkan giginya sembari mengambil ponselnya, lalu pria itu pun menghubungi asisten tuan besar Romania.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.


Tut tut Tut...

__ADS_1


"Kenapa dia mereject panggilanku?" Kesal Andika sembari menari ponsel dari telinganya lalu pria itu kembali menekan tombol panggil pada nomor asisten kakeknya.


Bayu yang saat itu ditelepon oleh Andika kembali mereject panggilan teleponnya, lalu pria itu pun menyerahkan sebuah berkas pada tuan besar Romania.


"Dari tadi ponselmu terus berdering, Apakah ada sesuatu?" Tanya tuan besar Romania yang tidak biasanya dia melihat asistennya tidak mengangkat panggilan teleponnya.


"Ahh, ini panggilan telepon dari istri saya, tadi sebelum keluar rumah dia memesan untuk dibelikan sesuatu," ucap Andika sembari menonaktifkan ponselnya lalu pria itu pun terus melayani Tuan besar Romania yang sedang memeriksa beberapa berkas.


"Kau harus lebih mengutamakan istri mu, pergilah terima panggilan teleponnya," ucap Tuan besar Romania akhirnya membuat Bayu keluar dari ruangan tuan besar Romania dan mengaktifkan kembali teleponnya.


Baru saja diaktifkan, panggilan telepon dari Andika langsung masuk ke hp-nya.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan teleponku dan malah menonaktifkan ponselmu?!!" Bentak Andika pada Bayu langsung membuat Bayu mengepal kuat tangannya.

__ADS_1


"Maaf sekali tuan muda, tadi saya sedang berada di ruang kerja tuan besar Romania, jadi saya tidak mungkin menerima panggilan telepon dari tuan muda. Tapi apa yang membuat tuan muda menelepon saya?" Tanya Bayu dengan tatapan sesekali melirik ke arah belakangnya sebab dia takut mungkin ada seseorang yang mendengarkan pembicaraannya.


"Aku ingin menanyakan soal lukisan yang diinginkan oleh Kakek, apakah kau memberitahu seseorang tentang lukisan itu selain aku?!" Tanya Andika.


Bayu mengerutkan keningnya, dan dia tidak mengerti mengapa pria di seberang telepon bertanya hal itu padanya, namun dia tetap menjawab pria itu, katanya, "sama sekali tidak, saya hanya memberitahunya pada tuan muda saja. Bahkan tuan muda pertama yang bertanya pada saya pun tak saya beritahu."


"Benarkah? Kalau begitu bagus, sekarang lanjutkan pekerjaanmu dan jangan lupa menginformasikan apapun informasi terbaru padaku!!" Tegas Andika dari seberang telepon.


Baik Tuan," jawab Bayu kemudian mengakhiri panggilan telepon itu lalu dia pun berbalik untuk kembali menghampiri Tuan besar Romania.


Namun dia menghentikan langkahnya ketika melihat dua orang pelayan berdiri di depan pintu ruang kerja tuan besar Romania dengan wajah yang pucat pasi serta tangan gemetar memegang sesuatu di tangan mereka.


"Apakah itu pesanan tuan besar Romania?" Tanya Bayu langsung membuat kedua pelayan menganggukkan kepala, mereka lalu menyerahkan barang tersebut pada pria di depan mereka.


Baru saja Bayu mengambil barang tersebut, kedua pelayan itu langsung berlutut di lantai dan mereka pun dengan tubuh yang gemetar tidak tahu harus berkata apa.


"Apa yang kalian lakukan?!! Apakah ada masalah?!!" Tanya Bayu yang merasa aneh dengan sikap kedua pelayan itu.

__ADS_1


Tidak mungkin mereka berlutut padanya tanpa ada sebuah alasan.


__ADS_2