
Bab 225. Istri idaman para suami
Di keesokan harinya, ketika heriani terbangun, ia mendapati suaminya masih tertidur sambil memeluknya.
Perempuan itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya mengelus pipi suaminya dengan pelan karena dia cemas pria itu mungkin akan terbangun lebih awal, sementara alarm yang mereka setel setiap pagi belum juga berbunyi.
Namun hanya beberapa menit saja, alarm yang disetel untuk berbunyi pada jam 07.00 setiap paginya kini telah membangunkan Dito hingga Dito membuka matanya.
Dito merasa senang karena dia langsung melihat istrinya, namun dia dengan cepat duduk mematikan alarm sebelum dia kembali memeluk istrinya.
"Kapan kau bangun?" Tanya Dito sambil mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir istrinya.
"Baru beberapa menit yang lalu," jawab heriani dengan tangan terulur memeluk leher suaminya.
"Lalu kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Dito.
"Tidak apa-apa, lagi pula alarmnya baru saja berbunyi, tapi kita harus bangun sekarang atau kita akan terlambat ke kantor," ucap Heriani yang jelas tahu jika mereka berlama-lama di tempat tidur Maka nanti akan semakin sulit bagi mereka untuk bangun.
Oleh sebab itu, keduanya akhirnya turun dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Sementara dalam perjalanan ke kantor, ponsel heriani tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Heriyani langsung memeriksa ponselnya dan dia mengerutkan keningnya melihat panggilan telepon yang berasal dari Niko.
Maka heriyani tersenyum sambil mengangkat panggilan telepon itu, "halo?" Ucap Heryani.
"Sebenarnya kapan kita akan bertemu dan mendiskusikan tentang perjanjian kita?!" Tegas seorang pria dari seberang telepon yang sudah semakin kesal, karena dia pun sudah dituntut untuk kembali masuk bekerja sebab waktu liburnya telah habis.
"Ah,, Bagaimana ya, tapi aku masih sangat sibuk, Bagaimana kalau minggu depan?" Ucap heriyani yang sebenarnya hanya bermain-main saja dengan pria yang ada di seberang telepon.
"Apa?! Sudah berapa kali kau mengundur waktu pertemuan kita! Apakah kau serius atau tidak?!" Bentak pria dari seberang telepon.
"Ada apa?" Tanya Dito.
"Telepon dari Niko, tidak terlalu penting untuk dibahas." Jawab heriani dengan acuh tak acuh sambil melihat ke arah depan di mana mobil mereka sudah berbelok masuk ke dalam sebuah gedung.
Setelah mobil berhenti, heriyani mengambil tasnya, lalu dia menatap suaminya, "berikan Aku ciuman Sebelum turun dari mobil," ucap heriani sambil melebarkan senyumnya hingga membuat Dito akhirnya tersenyum lalu dia pun mendekati istrinya dan mencium bibir perempuan itu dengan lembut.
__ADS_1
"Bekerja jangan terlalu lelah, penting kan kesehatanmu dan juga kesehatan bayi kecil kita," ucap Dito dijawab anggukan heriani
"Tentu saja, kalau begitu sampai jumpa nanti sore," ucap heriyani.
"Ya, biarkan aku membukakan pintu mobil untukmu," Kata Dito sambil membuka pintu mobilnya lalu dia pun keluar membuka pintu mobil untuk istrinya.
Setelah punggung istrinya menghilang dari pandangannya, Dito kembali masuk ke mobil lalu memajukan mobilnya meninggalkan gedung tempat perusahaan istrinya berada.
Dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba saja ponsel Dito berdering hingga pria itu pun memeriksa ponselnya yang mana ternyata panggilan telepon itu berasal dari kakeknya sendiri.
Dito sangat terkejut karena tidak menduga bahwa pagi itu kakeknya akan menelponnya, Oleh sebab itu Dito menenangkan dirinya sebelum dia mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo Kakek," ucap Dito.
"Kau ada di mana?" Tanya pria dari seberang telepon.
"Aku sedang di perjalanan menuju ke kantor, baru saja mengantar istriku bekerja," jawab Dito.
"Bagaimana keadaan istrimu dan calon cicitku?" Tanya Tuan besar Romania.
__ADS_1
"Semuanya baik, kakek tidak perlu khawatir," jawab Dito.
"Baguslah kalau begitu, tapi aku dengar adikku membuat masalah lagi? Dia ada di kantor polisi?!" Tanya tuan besar Romania sangat mengejutkan Dito.