Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
207


__ADS_3

Michael dan Dito masih berada dalam keadaan cemas mereka terkait file-file yang hilang itu sampai ketika manajer mereka tiba di kantor dan langsung memanggil mereka berdua ke ruangannya.


Dito dan Mikael saling bertatapan satu sama lain selama beberapa saat sebelum keduanya mengikuti sang Manager ke ruangan Manager tersebut.


Begitu tiba di ruangan Manager, mereka bisa melihat berkas-berkas yang telah mereka kerjakan sudah dimasukkan ke dalam tempat sampah.


"Kalian berdua pergi masukkan sampah-sampah itu ke mesin penghancur kertas!" Perintah sang Manager mengejutkan Michael dan juga Dito yang berdiri di depan manajer.


"Mengapa manajer menyuruh kami menghancurkan semuanya? Di berkas-berkas itu tercatat semua kecurangan yang dilakukan oleh anak perusahaan, jadi seharusnya ini kita teruskan ke atasan untuk di tindaklanjuti agar perusahaan kita tidak semakin rugi dengan perbuatan tercela orang-orang yang tidak bertanggung jawab!" Ucap Dito dengan tegas.


Mendengar Dito yang sudah berani berbicara dengannya, maka sang Manager mengangkat wajahnya menatap Dito sebelum dia tersenyum mengejek, "Kau adalah anak magang di sini, jadi jangan banyak berbicara atau mungkin aku akan mengeluarkanmu dari perusahaan ini!!" Ancam sang manajer sebelum dia memindahkan tatapannya pada Michael.

__ADS_1


"Kau juga, kau belum memiliki jabatan apapun di perusahaan ini, jadi sebaiknya jangan mencari gara-gara dan biarkan saja masalah ini selesai sampai di sini!!! Kalau aku sampai melihat kalian berdua masih mencoba-coba untuk melakukan sesuatu dan mengurusi masalah ini, maka tidak ada satupun dari diantara kalian yang akan selamat!!!" Tegas Darson.


Dito yang mendengarkan ucapan pria itu kini menggertakan dirinya, lalu dia menoleh ke arah Michael dan melihat Mikael tampak tidak berniat membantah ucapan sang manajer, pria itu malah berjalan ke arah tempat sampah lalu mengambil semua dokumen yang ada di sana.


Melihat itu, Dito menjadi sangat kesal sehingga dia pun mengepal kuat tangannya melihat seniornya yang telah berjalan keluar dari ruangan Manager membawa semua dokumen-dokumen untuk dihancurkan.


Sang Manager yang melihat Dito masih ada di ruangannya kini berdecak kesal, "orang yang bijak mengerti di mana tempatnya, tetapi orang yang sok bijak tidak akan mengerti meskipun sudah diberitahu berkali-kali!!!" Kata Sang Manager sebelum dia kembali tertunduk mengabaikan Dito.


Dito akhirnya menghela nafas lalu dia keluar dari ruangan sang Manager menyusul Mikael yang sudah berjalan ke arah mesin penghancur kertas.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Mikael.

__ADS_1


"Kita tidak boleh menghancurkan ini, ini adalah bukti yang penting untuk menegakkan keadilan!! Orang yang sudah melakukan pencurian di perusahaan harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya!!" Tegas Dito.


"Hah,,,," Mikael menghela nafas dengan panjang, "kita hanya bawahan di sini, kita tidak bisa melakukan apapun kalau kita tidak mendapat izin dari manajer, dan nasib pekerjaan kita ada di tangan manajer!!" Ucap Mikail memberi ceramah pada Dito agar pria itu mengerti bahwa mereka tidak bisa membantu atasan mereka atau jika tidak, mereka harus keluar dari perusahaan.


"Manajer tidak akan mengeluarkan kita, aku jamin itu!!" Ucap Dito sambil mengambil semua berkas yang ada di sana Lalu dia pun membawa berkas itu kemeja kerjanya dan meletakkannya di dalam lemari.


Michael yang melihat itu tidak mengatakan apapun, dia hanya berjalan ke meja kerjanya dalam keadaan frustasinya, karena dia juga sangat kesal pada manajer mereka, Tetapi dia tidak bisa melakukan apapun sebab nasib pekerjaannya berada di tangan manajernya.


Sementara pria yang duduk di samping meja kerja Dito, ia kini menatap Dito yang selesai menaruh semua dokumen ke dalam lemari, "jangan terlalu arogan, kau di sini hanya anak magang, manajer bisa mengeluarkanmu kapanpun dia mau," ucap sang pria langsung membuat Dito menatap pria tersebut.


"Hah,, tapi aku tidak bisa, aku harus melindungi perusahaan ini karena perusahaan ini adalah,,," Dito menghentikan ucapannya ketika dia sadar bahwa dia hendak mengatakan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan keluarganya.

__ADS_1


Hal tersebut membuat senior Dito mengangkat kedua alisnya memperhatikan Dito dengan seksama, "perusahaan ini adalah perusahaan apa?" Tanya sang senior.


Dito menggeleng dengan pelan, "tidak, bukan apa-apa," ucap Dito berbalik membelakangi seniornya.


__ADS_2