
Brak!!
Pintu kamar di sebuah wisma di dobrak oleh para polisi.
"Angkat tangan!!" Teriak salah seorang polisi sambil menodongkan pistolnya ke arah dua orang pria yang tengah menikmati pizza yang baru saja mereka pesan.
Dua pria itu sangat terkejut sehingga mereka dengan cepat melepaskan potongan pizza yang ada di tangan mereka lalu mengangkat tangan mereka dengan perasaan panik mereka.
Para polisi yang lain yang melihat dua orang itu telah mengangkat tangan langsung menghampiri dua orang itu dan memborgol mereka.
"Bawa mereka!" Perintah pemimpin tim yang ditugaskan untuk menangkap Rendy dan temannya yang telah melakukan pencemaran nama baik terhadap heriyani.
Maka, Rendy dan temanya langsung dibawa pergi dari sana, sementara para polisi langsung mengobrak-abrik kamar tersebut untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin berguna dalam penyelidikan mereka.
Polisi pun menemukan dua buah ponsel yang ada di sana dan sebuah laptop bersama dengan beberapa pakaian dan barang-barang lainnya yang tanpa ragu-ragu polisi langsung mengangkut semuanya ke kantor polisi.
Begitu tiba di kantor polisi, 2 pria itu langsung berada di ruangan interogasi yang berbeda, dengan Rendy yang kini duduk bersama seorang polisi yang memegang berkas-berkas.
"Ada banyak sekali pertanyaan di sini, kau mau bercerita terlebih dahulu atau mau menjawab pertanyaanku satu persatu?" Tanya sang polisi sambil memperlihatkan berkas tebal yang ada di tangannya.
Rendy yang melihat itu hanya terdiam saja Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata, "Aku ingin pengacara, biarkan Aku menelpon pengacaraku!"
Polisi tersenyum, "tentu saja kau boleh menelepon pengacaramu, Tetapi setelah kau menjawab jawab semua pertanyaan ini barulah kami akan memberi kesempatan untuk berbicara dengan pelajaranmu!" Tegas sang polisi lalu dia kemudian mulai menanyakan satu persatu hal yang ada di daftar pertanyaan yang akan diberikan pada Rendy.
Tetapi Rendi yang mendengarkannya, Dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin menjawab satupun pertanyaan polisi.
__ADS_1
Lagi pula, Rendy yakin Niko akan membantunya dalam kasus ini, sebab pria itu pasti tidak ingin terseret Jika dia sampai mengatakan nama pria tersebut pada polisi yang ada di sana.
Sikap Niko membuat sang polisi menjadi sangat kesal sehingga dia pun segera keluar dari ruangan dan menghampiri rekan kerjanya yang bertugas untuk mengawasi emosi Rendy.
"Bagaimana pengamatanmu?" Tanya sang polisi pada rekannya yang saat itu sementara menatap Rendi lewat layar monitor.
"Dia tidak akan berbicara, dia pasti akan selalu seperti itu sampai pengacaranya datang," ucap sang pria membuat polisi yang baru saja keluar dari ruangan interogasi kini menggertakan giginya.
"Hah,, sial!!" Gerutu sang polisi bersamaan dengan ponselnya yang tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Polisi melihat layar ponselnya dan dia mengerutkan keningnya mendapati sebuah nomor anonim tiba-tiba saja menghubunginya.
"Ini aku, Niko, cucu kelima keluarga Romania, Bisakah kita bertemu sebentar?" Tanya Niko dari seberang telepon.
Sang polisi sangat terkejut, karena ia tak menyangka bahwa suatu saat dia yang hanya merupakan seorang polisi biasa kini akan mendapat lirikan dari salah satu cucu keluarga Romania.
Oleh sebab itu, sang polisi dengan semangat berkata, "Tentu saja Tuan.
"Kalau begitu satu jam lagi di restoran xx," ucap pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
Setelah teleponnya ditutup, maka sang polisi menghela nafas sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu dan menyuruh seseorang untuk mengawasi mengawasi Rendy.
__ADS_1
Setelah meninggalkan kantor polisi, sang polisi langsung pergi menggunakan pakaian yang paling bagus yang ia miliki sebelum pergi ke tempat pertemuan yang telah diucapkan oleb Niko.
Setelah 1 jam lamanya, akhirnya pria itu tiba di tempat pertemuan, dan dia langsung diarahkan oleh salah seorang petugas di sana untuk pergi ke ruangan VIP yang terletak di lantai 2.
Setelah tiba di ruang VIP, sang polisi merasa begitu bersemangat ketika di depannya ia melihat salah satu cucu keluarga Romania yang sering masuk ke pemberitaan publik.
"Duduklah," kata Niko dengan santai langsung membuat sang polisi segera duduk di tempat yang telah disediakan untuknya.
"Ada apa Tuan tiba-tiba saja memanggil saya yang hanya seorang polisi kecil?" Tanya sama polisi yang begitu penasaran Ada hal apa yang membuat dia tiba-tiba dilirik oleh cucu keluarga Romania Sebab Dia belum mengetahui identitas korban Rendy yang merupakan menantu keluarga rumahnya.
"Kasus yang sedang kau tangani tentang dua peretas itu, aku ingin kau membiarkannya saja!" Ucap Niko bersamaan dengan seorang pria yang masuk ke dalam ruangan membawa sebuah koper berisi uang tunai yang membuat sang polisi sangat terkejut.
Dia tak menyangka bahwa dia akan mendapatkan uang sebanyak itu dengan sebuah hal kecil yang perlu ia lakukan.
"Apa kau bisa?" Tanya Niko pada pria di depannya.
Pria yang ada di depan Niko pun mengepal kuat tangannya, dan dia tahu kasus yang saat ini mereka hadapi ialah kasus yang banyak diberitakan media, tetapi melihat tumpukan uang yang ada di hadapannya, Dia merasa bahwa dia hanya perlu melakukan sedikit hal untuk mencegah para wartawan mendapatkan kasus yang sebenarnya.
"Apa yang tuan muda inginkan?" Tanya sang polisi untuk memperjelas keinginan pria di depannya.
"Aku tidak perduli Apakah dua orang itu masuk penjara atau tidak, yang kuinginkan hanya kau melindungi Namaku saja, jangan sampai terbawa masalah ini. Kau juga harus menjauhkan alat elektronik dari kedua orang itu, Sebab mereka adalah peretas yang bisa melakukan apapun dengan sebuah ponsel ataupun komputer!" Ucap Niko membuat sang polisi merasa sangat senang.
Itu hal yang mudah, langsung saja memasukkan dua orang itu ke dalam penjara dengan sebuah alasan singkat supaya nama Niko tidak terseret dalam masalah tersebut.
Lalu meskipun sang polisi tidak mengetahui bagaimana sebenarnya hubungan Niko dengan kasus itu, dia dengan percaya diri berkata, "tentu saja, tuan muda Tenang saja, semuanya akan berjalan sesuai keinginan anda."
__ADS_1
"Bagus!" Ucap Niko yang merasa senang dengan kerjasama pria yang ada di depannya.
🦠Bocoran bab berikutnya ada di YouTube ya... Cukup klik #noveltoraja untuk menemukannya.