
"Ada apa Ayah mengumpulkan kami semua di sini? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Johan pada ayahnya Sebab Dia tidak sabar untuk melihat orang yang akan di tendang keluar dari perusahaan karena sudah memfitnah mereka melakukan penggelapan dana perusahaan.
"Ya, Ini masalah yang sangat penting, ini tentang masalah penggelapan dana perusahaan." Kata Tuan besar Romania memberi kode pada asistennya agar pria itu segera membagi berkas-berkas yang telah mereka siapkan.
Maka berkas itu pun dibagi, dengan Dito yang tidak mendapatkan berkas, tetapi heriyani mendapatkannya dengan cepat melihat berkas itu.
"Sayang, Apa kau yang menyusun sendiri laporan ini?" Tanya heriani pada suaminya karena dia merasa bahwa laporan yang dibuat suaminya sangat bagus bahkan sangat terapi dan dia membaca kalimat-kalimat yang ada di sana kata-katanya tersusun dengan sangat bagus.
"Ya," jawab Dito sambil tersenyum membuat heriyani merasa sangat senang.
__ADS_1
"Kau sangat pandai, kata-katanya tersusun rapi, tapi kenapa laporan ini berisi laporan Paman kedua yang melakukan penggelapan dana perusahaan?" ucap heriyani sambil mengangkat wajahnya menatap johan yang saat itu juga masih sementara membaca berkas-berkas yang ada di tangannya.
Marwan yang juga membaca berkasnya, pria itu tersenyum senang dan dia tidak menyangka bahwa ternyata keluarga kedualah yang akan dikalahkan oleh dito, padahal Dito adalah orang baru di perusahaan sementara keluarga kedua sudah berpuluh-puluh tahun berada di perusahaan.
"Penggelapan dananya tidak main-main, mencapai triliunan, Ada apa denganmu Johan?" Tanya Marwan sambil menatap ke arah Johan, dan dia penasaran apa yang akan dikatakan oleh pria itu.
Semua orang menatap Johan, termasuk Niko yang juga kini merasa cemas bahwa kali ini keluarga mereka benar-benar akan berada di ujung tanduk karena kelakuan ayahnya yang telah terbongkar.
"Kau berusaha mencari tahu tentang aku?! Tapi karena kau tidak menemukan kesalahanku, maka kau menyusun kata-kata yang telah dimanipulasi untuk menjebakku!!! Semua yang ada di dalam berkas itu tidaklah benar, aku berani diselidiki dan bisa membuktikan semua ketidakbenarannya!!!" Tegas Johan membuat Marwan mengangkat sebelah alisnya menatap adiknya.
__ADS_1
"Bagaimana kau akan membuktikannya? Apa Yang tertera dalam berkas ini sangatlah akurat, bahkan memiliki stempel dari masing-masing cabang perusahaan yang bekerjasama denganmu untuk menggelapkan uang perusahaan!" Tegas Marwan membuat Johan tersenyum sinis.
"Laporan yang tertera di dalam situ sangat berbeda dengan yang kumiliki," kata Johan langsung mengambil ponselnya lalu dia pun segera menghubungi sekretarisnya agar datang ke ruangan itu.
Sementara Johan berteleponan, Marwan kemudian menatap ayahnya, "Ayah, dana yang ada di sini tidaklah main-main, dan juga belum tentu bahwa hanya ini yang digelapkan oleh keluarga kedua, jadi aku mau Ayah benar-benar mengurus tuntas masalah ini, bisa-bisanya menggelapkan uang perusahaan, padahal dari dulu Ayah sudah menegaskan pada semua orang kalau meskipun kita keluarga , kita harus hidup dari keringat sendiri, bukan mencuri keringat orang lain dengan menggelapkan uang perusahaan!!" Tegas Marwan.
"Tentu saja harus diusut tuntas," kata Tuan besar Romania bersamaan dengan Johan yang telah selesai berteleponan sehingga Johan pun menatap ayahnya.
"Aku sudah bilang aku akan bekerja sama, lagi pula semua data-data yang ada di sini tidaklah sama dengan data-data yang kumiliki!!! Aku selalu ingat detail Apa yang kulakukan, Jadi aku yakin 100% bahwa pria dari keluarga ketiga ini telah berusaha untuk menjatuhkanku!!! Dia masih terlalu muda dan tidak memiliki pengalaman apapun untuk menjatuhkan orang lain!!" Tegas Johan.
__ADS_1
Dito tidak mengatakan apapun, tetapi Adam lah yang kemudian menatap Dito sambil berkata, "kau tenang saja, kalau apa yang kau lakukan itu sudah benar, maka orang lain tidak akan bisa menyalakannya!"
Dito tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Terima kasih kakak sepupu," ucap Dito.