Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
34


__ADS_3

Setelah 4 perempuan yang bekerja di ruangan administrasi dipecat, maka Heriani pun melakukan pemeriksaan pada setiap karyawan yang bekerja di bagian lainnya.


Dia memecat banyak sekali orang hingga membuat Dito kebingungan bagaimana mereka akan mengurus peternakan tanpa adanya orang-orang yang bekerja pada mereka.


Maka saat jam makan siang, Dito menatap istrinya yang tampak tenang menikmati makan siangnya.


"Itu,, hari ini kau menurunkan jabatan semua orang yang bekerja, Lalu siapa yang akan menggantikan mereka bekerja?" Tanya Dito yang kini tidak mengerti dengan pikiran istrinya.


Tetapi pria itu terkejut saat melihat istrinya menatapnya dengan sebuah senyum di wajahnya, "besok, orang-orang yang menggantikan semua orang yang dipecat itu akan datang untuk mulai bekerja." Ucap heriani dengan santai.


"Itu,, kau yakin?" Tanya Dito.


Dengan sebuah senyum di wajahnya, heriani menganggukkan kepalanya, "ya, tentu saja!!!" Ucap heriani yang tidak ingin membuang-buang waktu. Mereka hanya punya satu minggu.

__ADS_1


Baru saja heriani selesai berbicara, ponsel yang ada di saku Dito tiba-tiba saja berdering hingga pria itu pun mengambil ponselnya dan melihat bahwa yang menelpon ternyata ialah Darson.


"Ini,, orang dari kantor pusat, dia yang menjadi penghubung antara peternakan ini dengan kantor pusat, aku rasa dia sudah mengetahui apa yang terjadi di sini," ucap Dito yang merasa cemas untuk mengangkat panggilan telepon itu, sebab bagaimanapun, Darson bukanlah orang yang mudah untuk dihadapi.


Meski pria itu memiliki jabatan yang tidak terlalu tinggi di kantor pusat, tetapi pria itu juga memiliki harga diri yang tinggi dan paling tidak suka diatur-atur.


"Tidak perlu diangkat, seseorang akan membereskannya," ucap heriyani dengan santai Sebab Dia percaya asisten dari asisten tuan besar Romania pasti akan membereskannya.


"Itu,," Dito masih hendak berbicaranya, tetapi melihat istrinya yang begitu tenang, maka pria itu pun menganggukkan kepalanya dan tidak berkata apapun lagi.


Pada malam harinya, ketika suaminya kembali, perempuan itu sudah membuat makan malam untuk mereka berdua Dan dia juga baru saja selesai berolahraga hingga membuat Dito menatap istrinya dengan cemas.


"Kau jadi Serang dari olahraga, berat badanmu turun begitu drastis," ucap Dito menghampiri perempuan itu dan menyerap keringat heriani.

__ADS_1


Herian yang melihat kekhawatiran suaminya pun tersenyum, "jangan khawatir, proses menjadi cantik itu memang sulit, tapi aku pasti bisa melakukannya. Ahh,, mau mandi bersama atau kau mau mandi lebih dulu?" Tanya heriani menggoda pria di depannya langsung membuat Andi menghentikan gerakan tangannya yang menyekah keringat istrinya.


Pria itu tak pernah berpikir bahwa istrinya akan berkata seperti itu, padahal selama ini perempuan itu selalu menghindari berbagi sesuatu yang sangat pribadi di antara mereka.


"Hm,, aku hanya bercanda, kau cepatlah mandi, aku akan melakukan pendinginan terlebih dahulu," ucap heriyani meninggalkan suaminya dengan senyum nakal di bibirnya.


Sementara Dito yang ditinggalkan, pria itu menatap punggung istrinya beberapa saat sebelum dia memegangi dadanya yang terasa tidak nyaman karena jantungnya yang berdetak amat kencang.


Pria itu pun masuk ke kamar mandi, dan meski dia sudah mengurung diri di dalam kamar mandi, dia masih tidak merasa tenang sehingga butuh waktu baginya untuk mengumpulkan niatnya barulah dia membasuh tubuhnya dengan air.


'Ada Apa Dengan istriku? Apakah ini sisi lain dari istriku?' ucap Dito dalam hati yang mana beberapa waktu terakhir dia memang selalu dikejutkan dengan perubahan perempuan itu.


Mulai dari ketika pertama kali dia bertemu dengannya di rumah sakit dan perempuan itu langsung berani berbicara dengannya, bahkan ketika segala sesuatu yang terjadi di peternakan pun tampak tidak seperti sikap istrinya yang selama ini ia kenal.

__ADS_1


Sangat berbeda hingga dia merasa merinding.


__ADS_2